UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus: Wartakan Kasih Tuhan dengan Melayani Orang Sakit

Agustus 30, 2019

Paus Fransiskus: Wartakan Kasih Tuhan dengan Melayani Orang Sakit

Paus Fransiskus melambaikan tangan kepada umat saat tiba untuk audiensi umum pada 28 Agustus di Lapangan Santo Petrus di Vatikan. (Foto oleh Tiziana Fabi / AFP)

Mendengarkan dan menaati firman Allah selain mendatangkan kesembuhan dan penghiburan bagi mereka yang membutuhkan, juga mendatangkan penghinaan dan bahkan kebencian dari orang lain, kata Paus Fransiskus.

Orang-orang Kristen dipanggil untuk menyatakan kasih Tuhan melalui pelayanan untuk orang sakit dan yang membutuhkan, seperti St. Petrus dan murid-murid lain yang pergi ke berbagai kota membawa penyembuhan spiritual dan fisik bagi banyak orang, kata paus saat audiensi di Lapangan St. Petrus, 28 Agustus.

Sementara penyembuhan Petrus atas orang sakit menimbulkan kebencian dari orang Saduki, tanggapan Petrus kepada mereka agar menaati Allah, bukan manusia adalah kunci kehidupan Kristen.

“Mari kita juga meminta kekuatan Roh Kudus agar tidak takut di hadapan mereka yang memerintahkan kita untuk diam, yang memfitnah kita dan bahkan mengancam hidup kita,” katanya.

“Mari kita meminta Roh Kudus agar menguatkan kita dari dalam untuk memastikan kehadiran Tuhan yang pengasih dan penghibur dalam diri kita.”

Paus melanjutkan serangkaian ceramahnya tentang Kisah Para Rasul dan merefleksikan peran Santo Petrus dalam memimpin misi gereja perdana untuk mewartakan kasih Kristus dan menyembuhkan yang sakit dan menderita.

“Hari ini, seperti pada zaman Santo Petrus, orang sakit adalah penerima istimewa dari pemberitaan kerajaan yang penuh sukacita, mereka adalah saudara dan saudari yang di dalamnya Kristus hadir dengan cara khusus sehingga mereka dicari dan ditemukan oleh kita semua,” kata paus.

“Orang sakit adalah orang istimewa bagi Gereja, bagi para imam, bagi semua umat beriman. Mereka tidak boleh diabaikan, sebaliknya, mereka harus disembuhkan dan dirawat karena mereka adalah obyek perhatian Kristen,” kata paus.

Terlepas dari perbuatan baik mereka, pengikut Kristus pada gereja perdana menjadi sasaran penganiayaan oleh mereka yang melihat mukjizat dilakukan “bukan dengan sihir tetapi dengan nama Yesus” dan tidak mau menerimanya.”

Hati mereka begitu keras sehingga mereka tidak ingin mempercayai apa yang mereka lihat,” Paus menjelaskan.

Namun demikian, Paus Fransiskus berkata, respons Petrus untuk menaati Allah menjadi pengingat bagi orang Kristen saat ini untuk mendengarkan Allah “tanpa syarat, tanpa penundaan, tanpa perhitungan” sehingga mereka dapat dipersatukan dengan Tuhan dan dengan tetangga mereka, terutama yang miskin dan yang sakit.

“Dalam luka-luka orang sakit, dalam penyakit yang menghambat untuk maju dalam kehidupan, selalu ada kehadiran Yesus,” kata paus.

“Ada Yesus yang memanggil kita masing-masing untuk merawat mereka, untuk mendukung mereka, untuk menyembuhkan mereka.”

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi