UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Merasa ‘Dihormati’ Ketika Kepemimpinannya Dikritik

September 6, 2019

Paus Merasa ‘Dihormati’ Ketika Kepemimpinannya Dikritik

Paus Fransiskus berbicara dengan para jurnalis didampingi oleh direktur baru kantor media Vatikan, Mattero Bruni (kiri) dalam penerbangannya ke Mozambik pada 4 September. (Foto: Luca Zennaro/AFP)

Paus Fransiskus mengatakan kepada seorang wartawan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi dirinya ketika orang Amerika melontarkan kritikan terhadapnya.

Paus menyampaikan komentar demikian kepada Nicolas Seneze, seorang reporter dari La Croix, surat kabar harian Katolik Prancis saat penerbangan pada 4 September dari Roma ke Maputo, Mozambik.

Seneze adalah penulis “Comment l’Amerique Veut Changer de Pape,” yang dapat diterjemahkan sebagai “Bagaimana Amerika Ingin Mengubah Paus.” Seneze memberi Paus Fransiskusi satu eksemplar buku itu saat penerbangan.

Paus Fransiskus berkata bahwa dia telah mendengar tentang buku itu, tetapi belum dapat menemukan bukunya. Buku itu, saat ini hanya tersedia dalam bahasa Prancis dan mulai dijual pada hari penerbangan itu.

Buku ini menyajikan daftar panjang tuduhan terhadap Paus Fransiskus yang dibuat pada Agustus 2018 oleh Uskup Agung Carlo Maria Vigano, mantan Duta Besar Vatikan untuk Amerika Serikat, sebagai salah satu bagian dari upaya bersama, terutama dipimpin oleh umat Katolik di Amerika Serikat, untuk meragukan legitimasi pelayanan Paus Fransiskus.

Tesis Seneze adalah umat Katolik “yang kaku”, terutama yang kaya, menentang penekanan Paus Fransiskus pada belas kasihan atas aturan yang jelas, pengajarannya terkait masalah etika dengan cara ekonomi dunia bekerja, dan tawarannya ke Kuba dan Cina.

Setelah memberi tahu Seneze bahwa dia belum membaca buku itu, paus mengatakan kepadanya, “Suatu kehormatan ketika orang Amerika menyerang saya.”

Dan saat menyerahkan buku itu kepada seorang ajudan, Paus berkomentar, “Itu sebuah bom.”

Tak lama setelah Paus Fransisku kembali ke bagian  depan pesawat setelah menyapa setiap pekerja media, Matteo Bruni, juru bicaranya, menemui para wartawan dan menyampaikan sebuah pernyataan.

“Dalam konteks informal, paus ingin mengatakan bahwa dia selalu menganggap kritik sebagai suatu kehormatan, terutama ketika hal itu datang dari para pemikir otoritatif – dalam hal ini dari negara yang penting,” kata Bruni.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi