UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ratusan Akun Twitter Ditutup Akibat Cuitan Tentang Krisis di Kashmir

September 6, 2019

Ratusan Akun Twitter Ditutup Akibat Cuitan Tentang Krisis di Kashmir

Otoritas Telekomunikasi Pakistan mengaku telah menerima 333 keluhan tentang penutupan sementara akun Twitter akibat cuitan tentang Kashmir. (Foto: Loic Venance/AFP)

Ratusan akun Twitter milik orang Pakistan ditutup sementara akibat cuitan tentang pencabutan status konstitusional khusus untuk Kashmir oleh New Delhi, demikian klaim Otoritas Telekomunikasi Pakistan (OTP).

OTP mengaku telah menerima 333 keluhan terkait penutupan sementara akun Twitter yang menyuarakan secara vokal tentang militer dan larangan akses komunikasi di Negara Bagian Jammu dan Kashmir di India.

Menurut laporan, akun-akun Twitter itu ditutup sementara karena India merasa keberatan.

Ketegangan meningkat setelah presiden India memutuskan pada 5 Agustus lalu untuk membatalkan Pasal 370 Undang-Undang India yang menjamin hak-hak khusus di negara bagian berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.

New Delhi juga memberlakukan jam malam, menutup telekomunikasi dan internet untuk sementara waktu serta menangkap sejumlah tokoh politik dan aktivis.

OTP mengatakan pada 4 September bahwa akun-akun Twitter itu telah “ditutup sementara akibat cuitan tentang Negara Bagian Jammu dan Kashmir yang diduduki India.” OTP menuduh Twitter bersikap bias terhadap Pakistan.

Menurut OTP, hanya 67 dari 333 keluhan yang diteruskan kepada Twitter yang telah dibuka kembali. “Twitter tidak menanggapi secara resmi atau memberi alasan penutupan sementara terhadap akun-akun ini,” kata OTP.

Twitter tidak memberikan tanggapan ketika ditanya oleh ucanews.com.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Karachi Romo Saleh Diego mengatakan penutupan sementara akun Twitter milik orang Pakistan karena cuitan krisis kemanusiaan di Negara Bagian Kashmir merupakan pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi.

“Gereja Katolik menunjukkan solidaritas kepada orang Kashmir. Perselisihan tentang Kashmir hendaknya diselesaikan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya.

Wilayah Himalaya yang disengketakan itu diklaim baik oleh Pakistan dan India dan telah menjadi sumber ketegangan antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir tersebut.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi