UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Siswa Katolik Vietnam Didesak Menjaga Nilai Kemanusiaan, Lingkungan

September 6, 2019

Siswa Katolik Vietnam Didesak Menjaga Nilai Kemanusiaan, Lingkungan

Para siswa Vietnam mengadakan pawai dalam sebuah kampanye keselamatan di jalan di Kota Ho Chi Minh tahun. Mgr Joseph Vu Van Thien, uskup agung Hanoi menyerukan kepada para siswa Katolik mewujudkan nilai-nilai dan melindungi lingkungan. (Foto: Mary Vo/ucanews.com)

Seorang uskup agung di Vietnam menyerukan para siswa untuk menjadi saksi Kabar Baik dengan mewujudkan nilai-nilai spiritual dan memulihkan luka-luka lingkungan di tahun ajaran baru sekolah mereka.

Mgr Joseph Vu Van Thien, uskup agung Hanoi mengatakan masyarakat akan menjadi lebih ceria dan Gereja akan menyinarkan kemuliaan Tuhan dengan lebih cemerlang jika orang muda dengan semangat yang luar biasa menerima cahaya dan roh Yesus, yang menginginkan setiap orang diselamatkan dan mengetahui kebenaran.

“Untuk melakukan hal itu, kalian harus berlatih keras dalam nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, cerdas dan profesional,” kata Uskup Agung Thien dalam sebuah pesan khusus kepada para siswa Katolik pada awal tahun ajaran baru.

Pada 5 September, lebih dari 23 juta siswa dari TK hingga perguruan tinggi masuk tahun ajaran baru di Vietnam.

Prelatus itu mendesak mereka untuk hidup dan bekerja yang merupakan panggilan Tuhan. Dengan belajar berarti tidak hanya mengetahui dan bekerja tapi juga memperkuat inovasi, mencintai dan melayani orang lain, serta hidup sesuai dengan kehendak Allah, tambahnya.

Uskup Agung Thien meminta para siswa mewujudkan hidup yang baik dan mengikuti hati nurani dalam lingkungan pendidikan saat ini dimana  masalah kejar prestasi oleh sejumlah guru memperburuk sistem pendidikan dan menimbulkan hasil negatif.

“Sebagai siswa Katolik, kalian harus menolak hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran dan membiarkan Sabda Tuhan meresapi kalian dalam berhadapan dengan ketidakjujuran, yang merusak pendidikan,” katanya.

Uskup Agung Thien mengingatkan para siswa tentang Ibu Bumi yang sedang menangis. “Sebelum krisis ekologi, penghijauan tidak hanya sebuah upaya untuk melestarikan lingkungan tapi sebuah gaya hidup sehat.”

Ia mengatakan pengetahuan tidak saja direfleksikan tapi pemahaman dan  perlindungan terhadap nilai-nilai kehidupan. Mereka diajak untuk hidup dalam persekutuan dengan alam, maka “mereka menolak untuk menggunakan hal-hal yang tidak seharusnya tapi memilih hal-hal yang sungguh berguna sehingga memulihkan luka-luka ciptaan yang menderita.”

Pada 4 September, surat kabar Tuoitre yang dikelola negara, mengutip  Menteri Pendidikan dan Pelatihan Phung Xuan Nha yang meminta semua sekolah harus fokus dengan melatih para siswa dengan nilai-nilai etika, gaya hidup sehat, keterampilan menyelesaikan masalah, cara melindungi diri mereka sendiri dari kekerasan dan pelecehan, serta pelestarian lingkungan.

Nha mengakui bahwa bullying dan penurunan  moral dari banyak siswa adalah sebuah keprihatinan. Mereka dipengaruhi oleh lingkungan sekolah yang buruk, kejahatan sosial, prilaku yang buruk para guru dan pengabaian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi