UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pakistan Minta Paus Fransiskus Bersuara atas Konflik di Kashmir

September 9, 2019

Pakistan Minta Paus Fransiskus Bersuara atas Konflik di Kashmir

Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan Shireen Mazari (kanan) bersama Uskup Agung Christophe Zakhia El-Kassis, Duta Besar Vatikan untuk Pakistan. (Foto: Menteri Federal Hak Asasi Manusia, pemerintah Pakistan)

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Pakistan telah mendesak Paus Fransiskus bersuara menentang operasi militer dan memutuskan sarana komunikasi yang sedang berlangsung di Kashmir, bagian dari India.

Menteri Shireen Mazari menulis di Twitter bahwa ia telah mengadakan pertemuan penting dengan Uskup Agung Christophe Zakhia El-Kassis, Duta Besar Vatikan untuk Pakistan.

“Membahas isu-isu terkait komunitas Kristen di (Pakistan dan)  meminta dia mendukung kami terkait isu-isu yang memprihatinkan,” tulis Mazari.

“Juga meminta perhatian Sri Paus untuk situasi di IOK (Kashmir yang dikuasai India),” tulisnya mereferensi pada penindasan berkelanjutan pemerintah India terhadap Jammu dan Kashmir, yang mayoritas Muslim.

New Delhi telah mengirim ribuan pasukan tambahan, memberlakukan jam malam serta mematikan internet dan komunikasi untuk periode yang tidak ditentukan di wilayah tersebut. Perkembangan ini mengikuti keputusan presiden pada 5 Agustus yang mencabut semi-otonomi Kashmir dan membagi wilayah Himalaya yang bergolak menjadi dua wilayah persatuan.

“Berharap dia akan menyampaikan kepada Bapa Suci terkait ketakutan kami tentang pembersihan etnis Muslim dan tentang bagaimana umat Islam bahkan dicegah dari Sholat Ied (di Kashmir),” katanya.

“Dia mengingatkan saya bagaimana Sri Paus selalu meminta permasalahan untuk diselesaikan (sesuai) dengan hukum internasional dll,” tambahnya.

India mengatakan bahwa pembatasan di Kashmir yang dikelola India bersifat sementara tetapi perlu untuk membawa negara bagian itu lebih ke dalam kawanan nasional, membantu memerangi infiltrasi militan lintas-perbatasan dan membangun wilayah tersebut.

Islamabad, yang juga mengelola beberapa bagian Kashmir, mengatakan tindakan India itu sebagai tindakan ilegal dengan mengatakan mereka melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Menanggapi langkah-langkah India, Pakistan telah menurunkan hubungan diplomatiknya dengan New Delhi, mengusir komisaris tinggi India dan menghentikan perdagangan bilateral.

Pemerintah Pakistan mengatakan sedang mempertimbangkan usulan untuk menutup wilayah udaranya secara permanen untuk pesawat India.

Baik India maupun Pakistan mengklaim Kashmir dimiliki kedua negara itu. Keduanya telah berperang setidaknya tiga kali sejak kemerdekaan mereka dari jajahan Inggris tahun 1947.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi