UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Sri Lanka Melakukan Terobosan Baru atas Serangan Paskah

September 10, 2019

Kardinal Sri Lanka Melakukan Terobosan Baru atas Serangan Paskah

Kardinal Malcolm Ranjith (kedua) dan Mgr Justin Welby, uskup agung Canterbury, menaruh bunga pada 29 Agustus saat memberi penghormatan kepada para korban serangan bom Minggu Paskah di Gereja St Sebastian. (Foto oleh Lakruwan Wanniarachchi / AFP)

Kardinal Malcolm Ranjith akhirnya memenangkan konsesi dari pemerintah Sri Lanka setelah kecaman luas terhadap penyelidikan atas serangan Minggu Paskah yang menyebabkan ratusan orang meninggal.

Presiden konferensi waligereja Katolik negara itu mendesak agar komisi independen baru ditunjuk untuk membawa ketidakberpihakan dan kemajuan dalam penyelidikan polisi yang dinilai gagal.

Para uskup telah mendesak pemerintah untuk memperlakukan permintaan mereka sebagai masalah yang sangat mendesak.

Sekelompok pembom bunuh diri yang terdiri dari sembilan orang dan berafiliasi dengan kelompok ekstrimis Islam nasional Thowheed Jamath (NTJ) meledakkan tiga gereja dan tiga hotel mewah pada 21 April, menewaskan 259 orang, termasuk 37 warga negara asing, dan melukai sedikitnya 500 orang.

Banyak orang Kristen terlalu takut untuk menghadiri kegiatan gereja sejak serangan itu.

Kardinal Ranjith bersikeras bahwa dia tidak akan menyerah dalam upayanya untuk mencari penyebab di balik serangan itu.

Penasihat Presiden Shamil Perera, yang mewakili kardinal, mengatakan kepada Mahkamah Agung pada 4 September bahwa jika informasi intelijen telah disebarkan sebelum serangan itu, para pejabat gereja dapat membatalkan kebaktian Minggu Paskah sehingga kejadian mengerikan tidak terjadi.

Perera mengatakan kepada pengadilan bahwa kebebasan mendasar telah dilanggar oleh kegagalan untuk bertindak berdasarkan informasi penting.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe kemudian mengumumkan pada 6 September bahwa komisi independen baru memang akan ditunjuk sebagai akibat langsung dari permohonan kardinal.

Juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekara tetap bersikeras bahwa mereka telah membuat kemajuan dan mengungkapkan bahwa 293 orang telah ditangkap.

“Ada 178 yang ditahan atas perintah penahanan dan 115 tersangka lainnya telah ditahan,” katanya.

Gunasekara juga mengatakan polisi telah membekukan ratusan rekening bank milik 41 tersangka yang mengandung 134 juta rupee (US $ 740.330).

“Ada juga investigasi untuk membekukan aset bernilai lebih dari 6 miliar rupee milik tersangka,” tambahnya.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi