UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Meski Hujan, Umat Katolik Filipina Tetap Merayakan Kelahiran St. Perawan Maria

September 10, 2019

Meski Hujan, Umat Katolik Filipina Tetap Merayakan Kelahiran St. Perawan Maria

Meskipun hujan deras mengguyur, para pendevosi “Bunda Maria dari Penafrancia” membawa patung St. Perawan Maria yang ditutup dengan plastik dalam prosesi keagamaan di Manila pada 8 September. (Foto: Maria Tan)

Meskipun hujan deras mengguyur, ratusan umat Katolik di Filipina tetap mengikuti prosesi keagamaan di Manila untuk merayakan Pesta Kelahiran St. Perawan Maria pada 8 September.

Para pendevosi “Bunda Maria dari Penafrancia” mengadakan “visitasi” atau kunjungan patung Penafrancia ke Katedral Manila.

“Hari ini berkat turun dari surga disertai hujan deras,” kata Ed Castelo, ketua Asosiasi Pendevosi Penafrancia di Manila.

Ia mengatakan hujan merupakan “air suci bagi kami” ketika para pendevosi merayakan Pesta Kelahiran St. Perawan Maria.

Castelo mulai melakukan devosi sejak usia muda ketika ibunya mendirikan asosiasi tersebut.

“Umat Katolik Filipina menganggap Maria sebagai seorang Ibu sejati yang sungguh-sungguh merawat kami dan selalu ada bagi kami,” katanya.

Pengacara itu menceritakan sebuah “mujizat” ketika sebuah kista menghilang dari wajah isterinya setelah diurapi “minyak ajaib” dari “Bunda Maria dari Penafrancia.”

Paul Dizon, seorang pendevosi lain, mengatakan ia pernah mengalami mujizat sehingga ia semakin dekat dengan St. Perawan Maria.

Setiap tahun ia melakukan perjalanan ke wilayah Bicol, sekitar delapan jam perjalanan dengan kendaraan roda empat dari Manila bagian selatan, untuk mengikuti pesta “Bunda Maria dari Penafrancia.”

Jutaan pendevosi di Filipina mengikuti devosi kepada St. Perawan Maria dalam sebuah perayaan di wilayah Bicol setiap tahun sejak 1700-an.

Beberapa orang tanpa alas kaki – yang disebut sebagai voyadores – membawa patung St. Perawan Maria dalam sebuah prosesi keagamaan. Prosesi ini menjadi ritual tahunan akan kesalehan.

Bulan lalu, Presiden Rodrigo Duterte menandatangani sebuah undang-undang yang menyatakan 8 September – Pesta Kelahiran St. Perawan Maria – sebagai hari libur nasional.

Meskipun tidak ada data resmi tentang kelahiran St. Perawan Maria, Protoevangelium Yakobus yang ditulis pada abad ke-2 mencatat sejarah dan membuka jalan bagi evolusi agama Kristen.

Pada 2017, Presiden Duterte menandatangani sebuah undang-undang lain yang menyatakan 8 Desember sebagai hari libur khusus untuk merayakan Pesta Maria Dikandung Tanpa Noda.

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi