UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus Minta Para Uskup Bersiap Diri dan Terjun ke Lapangan

September 13, 2019

Paus Fransiskus Minta Para Uskup Bersiap Diri dan Terjun ke Lapangan

Paus Fransiskus menyambut para uskup saat ia tiba untuk melakukan audiensi umum mingguan di Lapangan St. Petrus di Vatikan pada 11 September. (Foto: Vincenzo Pinto/AFP)

Para uskup baru perlu mempersiapkan kehidupan yang penuh dengan kejutan Allah dengan membuat rencana harian yang bisa berubah pada menit-menit terakhir dan khususnya mempersiapkan kehidupan yang dipersembahkan bagi kebersamaan dengan Allah dan umat, kata Paus Fransiskus.

“Allah memberi kita kejutan dan seringkali ingin mengacaukan jadwal kita: jangan takut, bersiaplah,” kata Paus Fransiskus kepada sekitar 130 uskup yang menghadiri sebuah pelatihan untuk para uskup yang ditahbiskan tahun lalu.

Keberadaan para uskup adalah untuk mewujudkan kasih Allah bagi umat-Nya dan kedekatan Allah dengan umat-Nya, kata Paus Fransiskus pada 12 September. “Tetapi tidak seorang pun bisa mengungkapkan kedekatan dengan Allah tanpa mengalaminya setiap hari dan tanpa membiarkan dirinya tersentuh oleh kelembutan-Nya.”

Paus Fransiskus mengatakan kepada para uskup baru itu bahwa apa pun yang terjadi dalam kehidupan dan pelayanan mereka, mereka harus meluangkan waktu untuk berdoa.

“Jika tidak menumbuhkan kedekatan ini dalam doa setiap hari bahkan pada saat sedih dan hampa, inti dari pelayanan kegembalaan kita sirna,” kata Paus Fransiskus.

Tanpa relasi yang kuat dengan Allah, penanaman setiap benih yang baik, upaya seorang uskup tidak akan berhasil, kata Paus Fransiskus. Akibatnya, sulit menumbuhkan kesabaran untuk menantikan benih-benih bertumbuh.

Kedekatan dengan Allah juga secara langsung memunculkan hasrat untuk mendekatkan diri kepada umat Allah, kata Paus Fransiskus. “Kedekatan inilah identitas kita. Ini bukan kewajiban eksternal melainkan sebuah syarat yang merupakan bagian dari logika karunia.”

“Yesus ingin dekat dengan Saudara-Saudari-Nya melalui kita, melalui tangan terbuka kita yang membelai dan menghibur mereka, melalui kata-kata yang kita ucapkan untuk mengurapi dunia dengan Injil dan bukan diri kita sendiri,” kata Paus Fransiskus.

Seseorang tidak bisa sekedar “mewartakan” kedekatannya kepada umat, kata Paus Fransiskus. Ia harus seperti orang Samaria yang murah hati: melihat orang yang membutuhkan dan bukan sebaliknya, berhenti untuk membantu, membalut luka, bertanggungjawab untuk mereka dan membayar pengobatan mereka.

“Untuk itu, kalian bersiap-siap dan terjun ke lapangan,” kata Paus Fransiskus kepada para uskup.

“Memiliki relasi yang dekat dengan umat berarti mempercayai bahwa rahmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada kita dan melalui kita, bahkan melalui salib-salib yang kita panggul, adalah lebih besar daripada masalah yang kita takuti,” kata Paus Fransiskus.

Dan gaya hidup sederhana merupakan bagian dari misi seorang uskup karena hal ini merupakan cara pertama dan tercerdas untuk mewartakan Kabar Gembira dengan integritas bahwa “Yesus itu cukup bagi kita dan bahwa harta yang ingin kita miliki adalah orang-orang – yang dalam kemiskinannya – mengingatkan kita akan Dia dan mewakili Dia,” lanjut Paus Fransiskus.

Para uskup harus meluangkan lebih banyak waktu untuk mengunjungi paroki-paroki dan komunitas-komunitas lain dan bukan menghabiskan waktu di meja dan kunjungan ini hendaknya bukan menjadi urusan yang sangat formal, kata Paus Fransiskus.

“Apa yang ada di dalam benak adalah para gembala yang begitu bersih sehingga mereka nampak seperti air sulingan yang tidak memiliki rasa,” kata Paus Fransiskus. Mereka harus sungguh-sungguh mendengarkan umat, bukan mengelilingi diri mereka dengan “asisten dan orang suruhan,” lanjutnya,

UCAN Indonesia
Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi