UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Jutaan orang Kristen mendekam di kamp-kamp pengungsi di seluruh dunia

Juni 18, 2022

Jutaan orang Kristen mendekam di kamp-kamp pengungsi di seluruh dunia

Sekitar 100 juta orang terlantar di seluruh dunia adalah orang Kristen. (Foto: Open Doors)

Persekusi karena agama, konflik etnis, tekanan ekonomi dan krisis politik adalah  beberapa  faktor pendorong utama yang memaksa jutaan orang Kristen mengungsi di seluruh dunia, demikian menurut sebuah laporan dari Open Doors, kelompok advokasi Kristen internasional.

Orang-orang Kristen telah dipindahkan secara paksa di 58 dari 76 negara, yang melarikan diri dari penganiayaan baik karena identitas agama atau karena faktor-faktor lain yang terkait dengan iman mereka, menurut laporan itu yang dirilis menjelang Hari Pengungsi Sedunia pada 20 Juni.

Ada sekitar 100 juta pengungsi dan pengungsi internal (IDP) yang tinggal di perbatasan di dunia saat ini, menurut badan pengungsi PBB (UNHCR).

Angka tersebut meningkat tajam tahun lalu karena meningkatnya konflik dan kekerasan yang telah memberikan tekanan tambahan pada orang-orang Kristen dan agama-agama minoritas lainnya.

Laporan Open Doors yang baru berjudul “The Church on the Run: 2022 IDP & Refugee Report”, dirilis pada 15 Juni.  Laporan tersebut mengkaji pengalaman orang-orang Kristen yang dianiaya dalam situasi yang kompleks, membahas bagaimana iman mereka bergolak dan dan tantangan yang dihadapi setelah mereka menjadi pengungsi atau pengungsi internal.

“Kisah di balik mengapa setiap individu melarikan diri adalah unik, biasanya akibat konflik, bencana alam, penganiayaan, dan sejumlah faktor lainnya. Agama adalah bagian dari alasan yang kompleks mengapa orang melarikan diri,” kata laporan itu.

“Penganiayaan karena agama bukanlah sumber kerentanan yang berdiri sendiri; itu biasanya diperparah oleh faktor-faktor seperti ketegangan etnis, partisipasi politik, dan kerentanan gender.”

Sekitar setengah dari pengungsi (46 persen) yang terkurung di dalam perbatasan negara mereka berasal dari lima negara – Suriah, Afghanistan, Kongo, Kolombia dan Yaman. Sekitar 68 persen pengungsi berasal dari lima negara – Suriah, Venezuela, Afghanistan, Sudan Selatan, dan Myanmar.

Open Doors menunjukkan bahwa negara asal sebagian besar pengungsi dan pengungsi internal adalah pelanggar kebebasan beragama yang paling buruk seperti yang didokumentasikan dalam World Watch List-nya.

Helene Fisher, anggota tim peneliti Open Doors, mencatat bahwa penting untuk memahami dimensi agama yang berdampak serius pada minoritas agama, terutama minoritas Kristen.

“Untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang penganiayaan karena agama, kita perlu melihat tanah air dan gereja di aman mereka melarikan diri,” kata Fisher.

“Bagian dari strategi yang disengaja ini adalah untuk memecah belah komunitas-komunitas agama. Pengungsian bukan hanya produk sampingan dari penganiayaan, tetapi dalam banyak kasus itu merupakan bagian yang disengaja dari strategi yang lebih luas untuk mengusir Kekristenan dari komunitas atau negara.”

Open Doors mencatat bahwa ada sekitar satu juta orang Kristen di Irak dua dekade lalu, tetapi hanya sekitar 166.000 yang tersisa hari ini karena penganiayaan yang parah. Meskipun ISIS dikalahkan tahun 2017, orang-orang Kristen belum kembali di tengah kurangnya keamanan dan dukungan dari pihak berwenang.

Situasinya suram di bagian lain Asia, termasuk negara-negara seperti Afghanistan yang dikuasai Taliban, Pakistan dan Myanmar yang dilanda konflik, di mana orang-orang Kristen hidup di bawah ketakutan terus-menerus akan kekerasan. Di Pakistan, agama minoritas dihantui oleh pelanggaran dan serangan yang berasal dari undang-undang penistaan agama yang kejam.

Open Doors mengkritik pemerintah-pemerintah dan lembaga non-pemerintah karena gagal untuk fokus pada kekerasan bermotif agama.

“Faktanya banyak yang terus menderita di kamp-kamp pengungsi justru karena isu kekerasan bermotif agama yang tidak cukup diberi perhatian dan ditangani,” katanya.

Sumber: Millions of Christians languish in refugee camps globally

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi