UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus tunjuk uskup baru untuk Keuskupan Sanggau

Juni 20, 2022

Paus Fransiskus tunjuk uskup baru untuk Keuskupan Sanggau

Uskup-terpilih Valentinus Saeng CP. (Foto tersedia)

Paus Fransiskus telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengangkat seorang imam tanpa pengalaman pastoral sebagai uskup baru untuk Keuskupan Sanggau di Kalimantan Barat.

Pengangkatan Pastor Valentinus Saeng, seorang imam berusia 52 tahun dari Kongregasi Pasionis diumumkan oleh Uskup Sanggau, Mgr Giulio Mencuccini, CP dalam Misa pada 18 Juni di Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau.

Ia akan menggantikan Uskup Mencuccini, 76, yang secara resmi pensiun setelah pengumuman uskup baru itu.

Uskup terpilih Saeng mengatakan dia sangat terkejut ketika diminta untuk mengambil peran itu karena dia telah menjalani hidup sebagai seorang akademisi daripada sebagai seorang imam yang mengemban tugas pastoral.

Ia melayani sebagai seorang dosen filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana di Malang, Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2008.

“Saya tidak pernah terjun ke dunia pastoral sama sekali. Saya tidak terlalu berharap untuk diangkat sebagai calon uskup Sanggau, meskipun saya berasal dari sana,” katanya kepada UCA News.

Ia mengatakan bahwa ia harus belajar tentang karya pastoral dari para pastor paroki dan kuria diosesan.

“Teori dan praktik sangat jauh berbeda – itu seperti surga dan bumi. Maka, langkah pertama yang akan saya lakukan adalah belajar, mendengarkan, mendapatkan masukan, menganalisis situasi, dan sebagainya,” ujarnya.

Keuskupan itu sudah memiliki sebuah landasan yang kuat dalam hal pertumbuhan Gereja Katolik setempat, katanya.

“Saya juga akan memikirkan bagaimana mempertahankan apa yang telah ditanam dan dipanen oleh para misionaris hebat sebelumnya. Saya berharap saya bisa melakukan ini. Mempertahankan sesuatu bukanlah pekerjaan yang mudah karena saya akan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kerja sama, ” katanya.

Uskup-terpilih Saeng lahir pada 28 Oktober 1969, di Keramuk, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Ia mengenyam pendidikan di Seminari Menengah St. Gabriel di kabupaten itu dan melalui proses pembinaan sebagai postulan dan novis di Kongregasi Pasionis di Malang.

Ia melanjutkan studi filsafat di STFT Widya Sasana pada tahun 1995 dan ditahbiskan menjadi imam pada 26 September 1998.

Imam itu memperoleh gelar master dalam bidang filsafat tahun 2001 dan gelar doktor tahun 2008, keduanya dari Universitas Kepausan St. Thomas Aquinas di Roma.

Ia menjabat sebagai anggota Komisi Pendidikan Kongregasi Pasionis (2008-2011) dan Kepala Rumah Studi Pasionis di Malang (2008-2012).

Sejak 2011, ia menjabat sebagai pengawas komisi pendidikan kongregasi itu.

Sumber: Pope makes unusual choice for new Indonesian bishop

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi