UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Katolik di Bangladesh salurkan bantuan untuk korban banjir

Juni 21, 2022

Gereja Katolik di Bangladesh salurkan bantuan untuk korban banjir

Caritas Bangladesh membagikan makanan kering kepada korban banjir di Mymensingh pada 19 Juni. (Foto: Caritas Bangladesh)

Lembaga-lembaga Katolik di Bangladesh menyalurkan bantuan kepada ribuan korban akibat bencana banjir yang sedang melanda negara itu, yang disebu-sebut sebagai banjir terparah dalam hampir 20 tahun terakhir.

Sebagian besar wilayah Distrik Sylhet di negara itu terkena banjir akibat hujan lebat selama seminggu terakhir.

Orang-orang di Sylhet dan distrik lain di timur laut Bangladesh, yang terkena dampak untuk kedua kalinya dalam sebulan, tidak dapat mencapai tempat-tempat perlindungan yang aman dan kekurangan makanan dan air minum.

“Lebih dari 200.000 orang telah berlindung di hampir 500 tempat penampungan di distrik itu tetapi setidaknya satu juta orang masih terdampak,” kata Mojibur Rahman, Wakil Komisioner Distrik Sylhet,  kepada UCA News.

“Komunikasi dengan Sunamganj terputus. Tentara angkatan laut dan angkatan udara bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menyelamatkan orang-orang yang terdampak banjir. Kami sedang mengatur pembagian sembako untuk warga yang terdampak,” ujarnya.

Samson Marak, seorang Katolik yang telah bekerja selama 13 tahun dengan sebuah LSM di Dharmapasha di Distrik Sunamganj, termasuk di antara mereka yang terdampak.

Dia menyewa lantai dasar sebuah gedung bersama dua anak dan istrinya, tetapi sekarang tinggal di lantai dua untuk menghindari banjir.

“Kami membeli sembako untuk seminggu tapi itu sudah habis. Tidak ada cara untuk pergi ke pasar. Beberapa toko buka tetapi harga barang hampir tiga kali lipat. Ada beberapa makanan kering tapi itu juga sudah habis,” kata Marak kepada UCA News.

Pastor Johnny Finney OMI, ekonom Keuskupan Sylhet, mengatakan sekitar 2.000 dari 20.000 umat Katolik di keuskupan itu kekurangan makanan dan air minum.

“Kami menyediakan makanan, air dan beberapa obat-obatan untuk  orang-orang yang terkena dampak melalui paroki,” kata Pastor Finney kepada UCA News.

Karitas Keuskupan Sylhet telah meminta sumbangan untuk mendukung orang-orang yang terkena dampak banjir.

“Kami membantu beberapa orang dengan dana dari Karitas, tetapi mereka membutuhkan dukungan keuangan yang mendesak selain makanan,” kata Abu Taher, staf  Karitas Keuskupan Sylhet.

Karitas juga membantu sekitar 20.000 keluarga Katolik yang terkena dampak banjir di Keuskupan Mymensingh.

“Desa-desa penduduk asli Katolik di dekat perbukitan telah rusak parah. Beberapa rumah  ambruk, sawah dan tanaman rusak,” katanya.

“Kami juga telah meminta donor internasional untuk membantu para korban banjir,” tambahnya.

Sekolah, perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan yang dikelola Gereja juga menggalang dana untuk para korban banjir.

“Kami mencoba mengumpulkan dana melalui delapan keuskupan dan kami juga telah meyampaikan ajakan secara online  online. Sejauh ini kami telah menerima sekitar 30.000 taka (US$322) tapi mudah-mudahan kami akan mendapat lebih banyak tanggapan. Kami melakukan apa yang kami bisa untuk para korban banjir,” kata Swopnil Cruze, Ketua Gerakan Mahasiswa Katolik Bangladesh.

Sumber: Church rushes to help flood victims in Bangladesh

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi