UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Berubah nama, STFK Ledalero ingin tingkatkan kontribusi bagi masyarakat

Juni 23, 2022

Berubah nama, STFK Ledalero ingin tingkatkan kontribusi bagi masyarakat

Dosen di Sekolah Filsafat Katolik Ledalero, yang kini menjadi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, berada di di depan kampus dalam file foto ini. (Foto: disediakan)

Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mengubah nama dan memperluas program studi untuk meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.

Dalam sebuah pernyataan pada 22 Juni, lembaga itu menyatakan resmi berubah nama menjadi Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, menyusul terbitnya keputusan resmi pemerintah pada 16 Juni.

“Selain perubahan bentuk, (kami) juga mendapat izin untuk menyelenggarakan dua program studi baru yakni kewirausahaan dan desain komunikasi visual,” demikian isi pernyataan itu.

Lembaga yang dikelolah oleh para misionaris Serikat Sabda Allah (SVD) itu menyatakan perubahan ini untuk memperluas kontribusinya yang selama ini hanya terbatas pada filsafat dan teologi.

Perubahan ini adalah salah satu ikhtiar untuk memperluas kontribusi SVD “dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara khusus di Provinsi NTT yang terkenal sebagai wilayah terbelakang dalam bidang pendidikan.”

Provinsi mayoritas Kristen itu masih terus menempati posisi terbawa dalam indeks pembangunan manusia, di mana pada 2021 berada pada posisi 32 dari 34 provinsi dan termasuk salah satu provinsi termiskin. Banyak di antara warganya juga menjadi korban perdagangan manusia.

“Kedua program studi ini diharapkan dapat mempersiapkan para tenaga kerja asal NTT untuk berkompetisi secara kualitatif di bursa pasar kerja, baik pada tingkat nasional maupun internasional.”

Perubahan itu juga diklaim untuk mengantisipasi rencana pemerintah yang akan menutup sekolah tinggi dengan jumlah mahasiswa di bawah 1.000 atau dipaksa bergabung dengan universitas terdekat.

“Tidak tertutup kemungkinan bahwa persoalan ini akan menimpa STFK Ledalero jika hanya mengandalkan mahasiswa dari program studi filsafat dengan jumlah yang sangat terbatas,” menurut pernyataan itu.

Pastor Otto Gusti Madung, rektor kampus itu mengatakan kepada UCA News, mereka sudah resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk dua program studi tambahan itu tahun ini dan bahwa semua persiapan, termasuk untuk dosen dan kurikulum sudah dilakukan.

STFK Ledalero awalnya disebut Seminari Tinggi St. Paulus, yang beroperasi sejak 1932 sebagai tempat kuliah khussu bagi para frater SVD.

Kampus itu kemudian diakui pemerintah pada 1969, dengan nama STFK Ledalero yang terbuka untuk frater dari tarekat lain, juga untuk awam.

Saat ini, 1.315 mahasiswa kuliah di sana, sebagian besar adalah seminaris dari keuskupan-keuskupan di Flores dan beberapa tarekat religius.

Dari enam ribu alumninya, 21 orang adalah uskup dan 1.962 imam yang seperempatnya sedang bekerja sebagai misionaris di berbagai negara, seperti Eropa, Amerika Tengah, Selatan dan Utara, Afrika dan Asia Pasifik.

Sumber: Indonesian Catholic school transforms to transform others

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi