UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan di Korea Selatan beri penghargaan bagi keluarga yang punya banyak anak

Juni 30, 2022

Keuskupan di Korea Selatan beri penghargaan bagi keluarga yang punya banyak anak

Uskup Agung Gwangju Mgr Hyginus Kim Hee-joong bersama keluarga dan anak-anak setelah Misa untuk menandai akhir Tahun Keluarga Amoris Laetitia pada 26 Juni. (Foto: CPBC)

Keuskupan Agung Gwangju di Korea Selatan memberikan penghargaan kepada 20 keluarga Katolik yang memiliki empat anak atau lebih di tengah situasi di negara tersebut yang mengalami tren negatif dalam pertumbuhan penduduk.

Keuskupan agung itu memberikan penghargaan saat Misa khusus pada 26 Juni untuk menandai penutupan program dan kegiatan Tahun Keluarga Amoris Laetitia, dalam rangka merayakan seruan apostolik terkenal Paus Fransiskus Amoris Laetitia (Sukacita cinta), demikian menurut lapor Catholic Peace Broadcasting Corporation (CPBC).

Amoris Laetitia menekankan pelayanan pastoral dan spiritual Gereja untuk pernikahan dan kehidupan keluarga.

Paus Fransiskus telah mendeklarasikan Tahun Keluarga Amoris Laetitia dimulai pada 19 Maret 2021 hingga 26 Juni 2022  dan meminta seluruh keuskupan di seluruh dunia untuk merayakan tahun tersebut untuk merenungkan keindahan pernikahan dan ajaran Kristus.

Selama acara tersebut, Keuskupan Agung Gwangju juga memberikan penghargaan kepada sembilan pemenang lomba cerita “Keluarga Saya” untuk Tahun Sukacita Cinta tersebut.

Uskup Agung Gwangju, Mgr Hyginus Kim Hee-joong mengatakan Gereja melihat pelayanan pastoral untuk pernikahan dan keluarga sebagai hal yang penting di dunia dimana kehidupan keluarga berada dalam krisis.

“Krisis keluarga adalah sebuah krisis masyarakat, dan Gereja menekankan bahwa satu-satunya cara untuk menyembuhkan patologi masyarakat modern adalah dengan mempromosikan integritas perkawinan dan keluarga,” kata Uskup Agung Kim dalam homilinya.

“Keluarga-keluarga akan dapat berpartisipasi di jalan mengikuti Tuhan tanpa penundaan sambil menyaksikan secara seimbang penampilan keluarga yang mewartakan Injil dan melayani dunia.”

Sekitar 300 umat Katolik termasuk klerus, religius dan umat awam menghadiri Misa itu untuk menandai akhir perayaan tahun keluarga.

Perayaan tahun keluarga Gereja Korea terjadi ketika negara Asia Timur itu mengalami penurunan yang mengkhawatirkan dalam tingkat kesuburan dan peningkatan populasi lansia.

Tahun 2020, Korea Selatan mencatat angka kelahiran terendah di dunia sebesar 0,84 persen, sedangkan tahun 2021 populasinya turun 0,18 persen atau sekitar 57.300, menurut data pemerintah. Antara tahun 2010 dan 2019, pertumbuhan penduduk secara keseluruhan turun dari 1,49 persen menjadi 0,05 persen.

Layanan Informasi Statistik Korea (KSIS) melaporkan bahwa populasi lansia tahun 2022 yang berusia 65 tahun ke atas adalah sebesar 17,5 persen (9 juta) dari 51,6 juta penduduk di Korea Selatan.

KSIS memperkirakan angka itu akan meningkat menjadi 25,5 persen dari perkiraan total populasi tahun 2030 dan pada saat itu Korea Selatan akan menjadi “masyarakat yang menua” seperti Jepang dan Italia.

Tren demografis saat ini telah memicu kekhawatiran di kalangan para ilmuwan sosial yang khawatir ekonomi negara akan berada di bawah tekanan besar tanpa upaya untuk mengatasi  populasi yang menurun.

Terlepas dari insentif yang dijanjikan pemerintah untuk orang-orang yang memiliki lebih banyak anak, banyak orang di Korea Selatan menghindari pernikahan dan kehidupan keluarga. Data resmi menunjukkan Korea Selatan memiliki rumah tangga tunggal tertinggi sepanjang masa sebesar 31,7 persen tahun 2020.

Sementara itu Gereja Katolik telah terlibat dalam program dan kegiatan untuk mempromosikan pernikahan dan keluarga.

Keuskupan Agung Gwangju misalnya telah mendistribusikan sebuah Tabel Aksi 19 hari yang terdiri dari doa liturgi dan amal kasih setiap bulan, mengadakan sebuah reli doa keluarga dan mendukung keluarga yang sedang mengalami masa-masa sulit.

Sumber: Korean diocese honors families with multiple children

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi