UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup di India minta umat bantu korban banjir

Juli 1, 2022

Uskup di India minta umat bantu korban banjir

Pejabat Keuskupan Agung Guwahati mendistribusi bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak banjir di negara bagian Assam di India timur laut pada 21 Juni. (Foto tersedia)

Uskup Agung Guwahati, Mgr John Moolachira di negara bagian Assam, India timur laut meminta bantuan untuk para korban akibat banjir yang mematikan di negara bagian tersebut.

Jumlah korban tewas telah mencapai  152 orang, sementara tiga juta orang di 28 distrik masih terkena dampak, demikian menurut Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Assam (ASDMA).

Air di sungai-sungai besar seperti Brahmaputra, Beki, Kopili, Barak, dan Kushiyara masih di atas tanda bahaya pada 29 Juni, menurut kantor berita Press Trust of India (PTI).

“Kami telah menerima bantuan dari sejumlah kongregasi religius di Keuskupan Agung kami, tetapi kami mengimbau semua lembaga dan sayap pelayanan sosial Gereja untuk membantu saat kami mengalami krisis finansial,” kata Uskup Agung Moolachira kepada UCA News.

Prelatus itu mengatakan semua keuskupan di Keuskupan Agung Guwahati terlibat dalam menyalurkan bantuan bersama sejumlah imam yang bekerja di lapangan siang dan malam.

“Kami sebagian besar menyediakan makanan kering dan melindungi orang-orang yang terkena dampak banjir di institusi-institusi kami. Pemerintah juga sibuk. Namun, penyediaan air minum menjadi tantangan terbesar,” katanya.

Orang-orang di Assam khawatir situasinya akan memburuk dengan datangnya hujan monsun.

Uskup Agung Moolachira mengatakan bahwa Silchar dan Cachar yang terletak di negara bagian Assam dan termasuk ke dalam  Keuskupan Aizawl di negara bagian Mizoram telah menanggung beban banjir besar.

Sebuah laporan PTI mengatakan Cachar adalah distrik yang paling parah terkena dampak di negara bagian itu dan kota Silchar masih terendam banjir.

Keerthi Jalli, wakil komisaris Silchar, mengatakan kepada media bahwa kota itu telah tenggelam selama 10 hari terakhir.

“Prioritas utama kami adalah menyediakan air minum dan makanan bagi warga,” kata Jalli. “Langkah-langkah bantuan kesehatan jangka pendek harus dilakukan segera untuk mencegah penyebaran penyakit pada periode pasca banjir.”

ASDMA dalam buletinnya pada 29 Juni mengatakan ada 280 posko bantuan di negara bagian itu dan sebanyak 560 kamp sementara telah didirikan.

Otoritas negara bagian itu mengatakan 548 rumah telah rusak total dan 1.034 rusak ringan. Lima tanggul telah jebol sementara 177 jalan dan lima jembatan hancur.

Sementara itu, Caritas India, sebuah pelayanan sosial para uskup India, mempelopori bantuan di negara bagian itu, dengan mendistribusi bantuan penting dan membantu orang memulai kembali kehidupan mereka dengan memperbaiki tempat penampungan.

BACA JUGA: Indian archbishop appeals for help to deal with Assam floods

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi