UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Tingkatkan kualitas, Unika Atma Jaya Jakarta teken MoU dengan 9 kampus di Timor-Leste

Juli 22, 2022

Tingkatkan kualitas, Unika Atma Jaya Jakarta teken MoU dengan 9 kampus di Timor-Leste

Penandatanganan MoU antara Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta dengan sembilan kampus di Timor-Leste di Jakarta, pada 21 Juli. (Foto: Universitas Katolik Atma Jaya)

Universitas Katolik [Unika] Atma Jaya Jakarta menjalin kerja sama dengan sembilan universitas dan perguruan tinggi di negara tetangga Timor-Leste, bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu dan membina relasi persaudaraan di antara lembaga-lembaga itu.

Kerja sama itu diikat dalam sebuah Nota Kesepahaman [MoU] yang ditandatangi pada 21 Juli di Jakarta antara rektor Unika Atma Jaya dan pewakilan kampus dari Timor-Leste, dua di antaranya adalah the Universitas Katolik Timor-Leste [UCT] – universitas Katolik pertama di negara itu dan instutt filsafat dan teolgi, yang dikenal dengan nama Instituto Filosofia e Theologia Dom Jaime Garcia Goulart.

Penandatangan MoU itu diadakan setelah kuliah umum oleh Presiden Jose Ramos-Horta dengan tema ‘From Global and Regional Politics, Into Innovative Approaches Solutions,’ bagian dari rangkaian agenda kunjungannya selama pekan ini di Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan, Unika Atma Jaya menjelaskan MoU itu antara lain mengatur soal kerja sama di bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, dengan menyepakati program konkret seperti pertukaran mahasiswa, magang dan kesempatan dosen universitas itu untuk mengajar di Timor-Leste.

Agustinus Prasetyantoko, rektor Unika Atma Jaya mengatakan kerja sama itu adalah bagian dari komitmen mereka dalam memperluas jejaring pada di tingkat regional dan global untuk dapat memajukan performa pendidikan yang lebih baik.

“Unika Atma Jaya telah memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Timor-Leste. Sudah banyak pemuda-pemuda hebat Timor Leste yang menjadi mahasiswa kita di masa lalu. Saat ini terdapat 3 mahasiswa aktif dari Timor Leste yang belajar di universitas kami. Harapannya hubungan baik ini akan terus terjalin, melahirkan generasi muda yang unggul,“ katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga secara resmi meluncurkan program 50 beasiswa gratis biaya kuliah untuk siswa-siswi Timor Leste dari keluarga miskin, namun tidak mencakup untuk biaya untuk akomodasi.

Presiden Ramos-Horta menyambut baik kerja sama itu, yang ia sebut sejalan dengan program pemerintahannya yang salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Hubungan yang baik antara kami [dengan universitas ini] memberikan banyak dampak positif bagi kemajuan pendidikan Timor Leste,” katanya.

Ia juga mengatakan inisiatif tersebut mempererat relasi persaudaraan antara Timor Leste dengan Indonesia, yang selama ini telah menjadi contoh di dunia tentang dua negara yang memiliki sejarah konflik di masa lalu tetapi mampu membangun relasi yang sehat demi menyongsong masa depan.

Unika Atma Jaya yang didirikan pada tahun 1960, menempati peringkat ketiga universitas swasta terbaik di Indonesia berdasarkan daftar QS Asia University Ranking 2022. Paus Yohanes Paulus II mengunjungi universitas tersebut selama kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1989.

Pastor Joel Casimiro Pinto, OFM, UCT yang ikut hadir dalam penandatanganan MoU itu mengatakan, mereka memiliki harapan agar MoU itu bisa membantu pihaknya untuk membangun UCT menjadi universitas yang unggul.

Ia mengatakan, dari sembilan universitas di Timor-Leste, fokusnya kerja samanya memang berbeda-beda.

“UCT akan fokus pada kerja sama di bidang Progam Studi Kedokteran, Hukum dan Pertanian, sekaligus penjajakan untuk pembukaan Fakultas Ssikologi yang nanti akan menjadi yang pertama di Timor-Leste,” katanya kepada UCA News.

Ia mengatakan, kerja sama lain adalah terkait pelibatan pengajar dari Atma Jaya untuk mengajar di UCT.

“Sebagai universitas baru, selain memanfaatkan sumber daya lokal di Timor-Leste kami memang mengharapkan juga kontribusi dari pengajar dari negara lain. Saat ini setidaknya ada 12 orang, yakni dari Brasil, Kuba, Jepang, Portugis, Australia dan Indonesia,” katanya.

UCT, yang mulai beroperasi tahun ini memiliki 800 mahasiswa yang tersebar di 10 program studi.

Universitas ini diresmikan oleh Uskup Agung Dili, Kardinal terpilih Dom Virgilio do Carmo da Silva pada Desember tahun lalu.

 Sumber: Indonesian Timor-Leste universities ink pact for cooperation

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi