UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kala demam sepak bola menjangkiti klerus di Vietnam

Juli 27, 2022

Kala demam sepak bola menjangkiti klerus di Vietnam

Para pemain tim klerus Hue menggelar latihan pemanasan di Stadion Tay Loc di Provinsi Thua Thien Hue pada 15 Juli. (Foto: UCA News)

Pastor Joseph Pham Huu Quang menghadiri sesi latihan sepak bola pada Senin dan Jumat sore di Stadion Tay Loc, Provinsi Thua Thien Hue.

Pastor Quang harus mengendarai sepeda motor dari Paroki Son Qua ke stadion yang dikelola negara itu sejauh 30 kilometer. Ia bersama para  imam setimnya berada di lapangan itu, berdiri melingkar, mengenakan sepatu bola dan berkostum biru, berbicara satu sama lain sebelum sesi latihan selama 90 menit.

“Kami melakukan beberapa pemanasan, peregangan kaki dan kemudian mempelajari keterampilan yang diperlukan seperti berlari dan mengontrol, mengoper, menembak, dan menyundul bola,” katanya, seraya menambahkan ini penting untuk meningkatkan daya tahan fisik, mengurangi cedera dan bermain dengan baik.

Imam berusia 38 tahun, yang bermain di lini tengah, mengatakan pada hari-hari awal latihan dia jatuh dan lututnya cedera. Dia sedikit putus asa karena rasa sakit tersebut dan butuh beberapa hari untuk pulih.

“Saya telah memperoleh pengalaman praktis untuk mengatasi cedera ringan dengan percaya diri,” kata imam itu, yang tidak bermain sepak bola sejak meninggalkan Seminari Tinggi Xuan Bich di Hue tahun 2016.

Dia mengatakan dia senang bahwa dia tidak lagi merasa sakit dan menjaga kesehatannya untuk bermain dalam pertandingan melawan tim dari paroki-paroki lain.

Pastor Quang, yang melayani sebuah paroki dengan 660 umat Katolik di Distrik Phong Dien dan merayakan Misa setiap hari pada pukul 05.00 pagi, adalah anggota tim klerus Hue bersama dengan 24 imam dan diakon berusia 28-48 tahun.

Mereka semua telah berlatih mengikuti turnamen itu yang dimulai dengan pertandingan pertama pada 28 Juli.

Lima tim klerus tergabung dalam Grup C. Mereka berasal dari Da Nang, Ha Tinh, Hue, Kontum dan Qui Nhon. Mereka  akan bertanding  dari 27 Juli hingga 12 Agustus. Mereka dan 15 tim lain dari grup lain semuanya bersaing untuk memenangkan Piala Sinode Nasional pertama yang diselenggarakan oleh Konferensi Waligereja Vietnam.

Turnamen ini akan berlangsung dari Juli hingga Oktober saat para uskup mengadakan kongres nasional mereka di Hanoi.

Pastor Andrew Le Minh Phu, yang bermain sebagai bek, mengatakan dia melakukan beberapa tendangan dan langsung mengalami rasa sakit selama sesi latihan awal.

Dia mengatakan dia sekarang berjalan di sekitar halaman gereja di malam hari sambil berdoa Rosario sebagai cara membangun kekuatan untuk pertandingan berikut.

Imam  berusia 44 tahun itu bermain sepak bola di seminari tinggi selama delapan tahun sejak 2004.

Pastor itu, yang tidak memiliki kesempatan bermain sepak bola selama 10 tahun terakhir karena pelayanan  di paroki, mengatakan pertandingan sekarang mengajari dia bagaimana tetap tenang dan menjaga dirinya agar tidak terganggu saat bermain.

Dia mengatakan rekan satu timnya didorong untuk melakukan yang terbaik untuk bermain dengan baik dan menghindari cedera dari pemain lain.

Pastor di Paroki Lai An yang berusia 118 tahun itu, di mana warga  setempat menderita bencana alam tahunan, mengatakan dia merayakan Misa harian, mendengar pengakuan dosa, mengadakan kelas katekese, mengunjungi orang yang membutuhkan, menyalurkan bantuan  material dan emosional kepada korban bencana, memperbaiki dan membangun fasilitas gereja untuk memenuhi kebutuhan rohani umat setempat.

Paroki yang berjarak 17 kilometer dari Stadion Tay Loc ini memiliki sekitar 500 umat Katolik.

Dia mengatakan masyarakat setempat lebih memilih gulat tradisional dan mengadakan pertandingan dengan olahraga tersebut.

Dia mengatakan dia sangat menyukai sepak bola dan berharap bisa  bersaing di turnamen nasional untuk klerus itu.

“Permainan itu mengingatkan saya pada masa kecil saya di mana kami bermain di sawah setelah panen, dan masa-masa ketika saya masih sebagai siswa  di seminari,” katanya, seraya menambahkan bermain sepak bola membantu dia lebih rileks dan meningkatkan kesehatannya.

Banyak imam mengatakan mereka sekarang memiliki energi baru melakukan pelayanan  pastoral sejak mereka mulai menghadiri latihan sepak bola.

Mereka mengatakan mereka mendapat pelajaran berharga dalam sinodalitas bahwa mereka mengikuti apa yang diminta pelatih mereka, mendiskusikan rencana bersama, bekerja sama dengan erat, saling mendengarkan  dan menghibur satu sama lain ketika mereka mengalami kekalahan.

Beberapa orang  mengatakan pada awalnya mereka merasa malu mengenakan celana pendek di depan banyak orang karena mereka selalu berpakaian sopan, tetapi perasaan itu segera berlalu karena kebanyakan orang yang mereka temui juga mengenal mereka.

Pastor Benedict Ngo Van Hai, kapten tim klerus Hue, mengatakan meskipun para pemain berlatih dalam cuaca panas, kelelahan fisik dan cedera ringan, tidak ada dari mereka yang mau menyerah.

“Turnamen ini bertujuan memberikan kesempatan kepada para imam di seluruh negeri ini untuk bergaul dan mendukung satu sama lain setelah pandemi Covid-19,” kata klerus berusia 48 tahun itu.

Pastor Quang mengatakan dari 24 teman sekelasnya, sembilan imam bekerja di Keuskupan Kontum dan enam lainnya bekerja di Keuskupan Da Nang.

Dia berharap mereka akan bertemu lagi, bermain dengan permainan favorit mereka, mengingat masa lalu dan berbagi tantangan dan pengalaman mereka dalam pekerjaan sebagai misionaris.

“Tidak masalah apakah kami  menang atau kalah, tetapi yang penting bagi kami adalah merasa bahagia memiliki kesempatan bermain sepak bola dan membawa sukacita, relaksasi, cinta, dan persaudaraan kepada orang lain,” kata Pastor Quang.

Sumber: Vietnamese clergy fall victim to soccer fever

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi