UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

India larang seorang uskup Protestan bepergian ke luar negeri

Juli 28, 2022

India larang seorang uskup Protestan bepergian ke luar negeri

Uskup Dharmaraj Rasalam dari Keuskupan Kerala, India selatan. (Foto: Disediakan)

Para pejabat pemerintah yang menyelidiki pelanggaran ekonomi melarang seorang uskup Protestan dari India selatan bepergian ke luar negeri setelah dia dituduh melakukan pencucian uang.

Uskup Dharmaraj Rasalam dari Gereja India Selatan (CSI) ditahan di Bandara Internasional Thiruvananthapuram, di Negara Bagian Kerala, pada 26 Juli, sebelum dia naik pesawat menuju Inggris.

Uskup itu diperintahkan untuk menghadap Direktorat Penegakan Hukum (DPH) menyusul dugaan bahwa ia berupaya melarikan diri dari negara itu, kata para pejabat kepada media.

Sementara itu, para pejabat Gereja mengatakan tuduhan terhadap uskup dan pejabat lainnya adalah palsu dan mereka akan membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

DPH, sebuah badan federal yang menangani pelanggaran ekonomi, baru-baru ini menggerebek kantor dan kediaman para pejabat, termasuk Uskup Rasalam atas tuduhan pencucian uang.

DPH melakukan penggerebekan menyusul tuduhan bahwa mereka telah mengumpulkan sejumlah besar dana yang dijanjikan untuk masuk Universitas Kedokteran, yang dikelola oleh Gereja India Selatan, untuk mendapat  gelar kedokteran.

Menurut para pejabat, banyak pelamar tidak mendapatkan izin masuk ke universitas itu seperti yang dijanjikan setelah mereka membayar uang, dan bahkan  uang yang terkumpul dimasukan di rekening terpisah.

Juru Bicara Gereja India Selatan, Pastor Jayaraj, membantah tuduhan terhadap uskup itu dan para pejabat Gereja lainnya.

“Ini adalah tuduhan dan itu palsu,” kata Pastor Jayaraj kepada media saat DPH terus menggerebek lembaga yang dikelola Gereja itu dan kediaman para pejabatnya.

Pastor Jayaraj menegaskan bahwa uskup dan para pejabat lainnya akan dibebaskan setelah penyelidikan selesai.

C. R. Godwin, direktur Dewan Pendidikan keuskupan itu, mengatakan tuduhan itu “adalah palsu”, seraya menambahkan keuskupan memiliki semua dokumen untuk “membuktikan bahwa ia tidak bersalah” dan menyambut baik penggerebekan dari DPH.

Sebelumnya, biro kejahatan dari kepolisian cabang Kerala melakukan penyelidikan menyusul tuduhan serupa terhadap para pejabat perguruan tinggi kedokteran itu dan tidak menemukan kesalahan.

Pengadilan Tinggi Kerala, sebuah pengadilan tertinggi di negara bagian tersebut, menolak untuk menerima temuan biro itu dan memerintahkannya untuk menyelidiki ulang kasus tersebut.

Meskipun perguruan tinggi kedokteran menghadapi tuduhan serupa dari beberapa pihak sebelumnya, tidak ada yang dinyatakan bersalah.

Seorang pejabat Gereja mengatakan ada kepentingan pribadi yang memicu munculnya cerita seperti itu yang antara lain untuk menodai citra perguruan tinggi kedokteran.

Ia mengatakan, kebenaran akan terungkap. “Kami tidak takut dengan DPH  atau penyelidikan lain karena kami tidak menyembunyikan apa pun,” katanya.

Sumber:  India bans Protestant bishop from traveling abroad

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi