UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Ratusan orang berpartisipasi dalam acara galang dana untuk Gereja di Hong Kong

Agustus 2, 2022

Ratusan orang berpartisipasi dalam acara galang dana untuk Gereja di Hong Kong

Uskup Stephen Chow Sau-yan dari Hong Kong mengacungkan jempol kepada seorang gadis taman kanak-kanak yang berpartisipasi dalam reli amal lompat tali. (Foto: Keuskupan Hong Kong)

Uskup Hong Kong, Mgr. Stephen Chow Sau-yan memimpin acara amal lompat tali (skipping), di mana ratusan umat Katolik ambil bagian untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan dan pemeliharaan gedung-gedung dan makam yang dikelola oleh Gereja di kota itu.

Komisi Penggalangan Dana Keuskupan Hong Kong untuk Pembangunan dan Pengembangan Gereja menyelenggarakan acara amal bertajuk “725 Rope Skipping Fun Day” itu di Sekolah St. Joseph Anglo-China pada 25 Juli, lapor surat kabar keuskupan Sunday Examiner.

Uskup Stephen Chow memimpin acara tersebut bersama sekitar 200 anak, orang tua, guru, staf Caritas Hong Kong, dan anggota dari lembaga keagamaan lainnya.

“Orang-orang muda memiliki banyak kualitas yang baik untuk kita pelajari, di antaranya adalah keberanian dalam menghadapi kesulitan,” kata uskup saat acara itu.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, peserta, sponsor, dan donatur atas kemurahan hati dan usaha mereka.

Hingga 26 Juli, komisi itu telah mengumpulkan 2,6 juta dollar AS dan donasi publik dibuka hingga pertengahan Agustus melalui situs penggalangan dana komisi itu.

Dana yang terkumpul melalui acara-acara ini akan digunakan oleh keuskupan untuk pembangunan gedung paroki, renovasi, dan pemeliharaan gedung-gedung tua yang berada di bawah keuskupan itu.

Sebelumnya, keuskupan itu mengungkapkan melalui video komunike bahwa mereka perlu mengumpulkan total 1 miliar dollar AS untuk pembangunan tersebut.

“Mari kita berdoa memohon bimbingan Tuhan untuk acara ini yang mendorong latihan terus-menerus, menyatukan sekolah-sekolah Katolik, mempromosikan kepedulian terhadap pembangunan  Gereja dan meneruskan kasih Tuhan yang agung,” kata Pastor Dominic Chan Chi-ming, ketua komisi penggalangan dana itu.

Para anggota the Hong Kong Rope Skipping Federation (Federasi Lompat Tali Hong Kong) memamerkan keterampilan dan gaya lompat tali, yang juga melibatkan pengajaran beberapa gaya baru kepada anak-anak.

“Saya merasakan suatu pencapaian ketika saya mempelajari gaya skipping yang baru,” kata Au Choi-wing, seorang siswa.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, selain sekolah menengah, dan sekolah dasar serta taman kanak-kanak keuskupan, acara ini didukung oleh Dewan Sekolah Agama Katolik, serta Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan Caritas Hong Kong.

Hong Kong, sebuah kota semi-otonom, adalah bekas jajahan Inggris dari tahun 1843 hingga penyerahannya ke China  tahun 1997. Di bawah Deklarasi Bersama Sino-Inggris, Hong Kong menikmati tingkat otonomi yang lebih tinggi, dan hak-hak dasar seperti peradilan dan legislatif independen dalam kerangka ‘satu negara, dua sistem’.

Pertama kali dikenal sebagai salah satu kota paling bebas di dunia, Hong Kong telah melihat banyak kebebasan dan haknya terkikis sejak Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional (UUKN) yang kejam pada tahun 2020 untuk menghancurkan gerakan pro-demokrasi tahun 2019 untuk mengontrol total atas kota tersebut.

Beberapa pendukung pro-demokrasi termasuk umat Katolik terkemuka telah ditangkap dan dipenjarakan di bawah UUKN.

Kardinal Joseph Zen,  Uskup Emeritus Hong Kong ditangkap pada Mei lalu tetapi kemudian dibebaskan setelah kemarahan global.

Umat Katolik berjumlah sekitar 500.000 dari sekitar 7,5 juta populasi di Hong Kong.

Sumber: Hundreds jump to raise funds for Hong Kong church

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi