UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vatikan tunjuk administrator apostolik di keuskupan di India yang mengalami sengketa terkait liturgi

Agustus 4, 2022

Vatikan tunjuk administrator apostolik di keuskupan di India yang mengalami sengketa terkait liturgi

Sebuah Gereja Siro-Malabar di Kochuthovala di Negara Bagian Kerala, India. (Foto: AFP/ arsip UCAN)

Paus Fransiskus menunjuk seorang administrator apostolik untuk sebuah Keuskupan Agung Ritus Timur di India selatan di mana perselisihan liturgi yang telah berlangsung puluhan tahun kembali memburuk dengan pergantian kepemimpinan.

Pada 30 Juli, Vatikan mengangkat Uskup Agung Andrews Thazhath, seorang ahli Kitab Hukum Kanonik Oriental, menggantikan Uskup Agung Antony Kariyil di Keuskupan Agung Ernakulam-Angamaly di Kerala.

Uskup Agung Kariyil diminta mengundurkan diri oleh Vatikan karena menentang sinode tertinggi Gereja dalam perselisihan liturgi.

“Perubahan kepemimpinan tidak berarti bahwa kami telah mengubah sikap kami,” kata Pastor Kuriakose Mundadan, sekretaris keuskupan agung itu.

Pastor Mundadan mengatakan kepada UCA News pada 2 Agustus bahwa para imam dan umat awam di keuskupan agung itu tetap pada tuntutan mereka untuk memimpin Misa Kudus dengan cara tradisional, di mana imam menghadap umat sepanjang Misa.

“Kami telah menyampaikan ini kepada administrator baru,” kata Pastor Mundadan.

Administrator apostolik ini dilaporkan ditugaskan untuk mengakhiri perselisihan yang terjadi dan menerapkan cara yang sama dalam Misa yang telah disetujui oleh sinode para uskup. Menurut hasil sinode itu, imam yang memimpin Misa menoleh ke altar selama doa Syukur Agung, yang ditolak oleh para imam keuskupan agung. Mereka ingin tetap menerapkan cara lama yakni menghadapi umat sepanjang Misa.

Kardinal George Alencherry, kepala Gereja Siro-Malabar Ritus Timur, percaya “proses untuk menemukan solusi atas perselisihan itu telah dimulai” dengan penunjukan administrator itu.

“Administrator apostolik akan menetapkan tanggal untuk mulai melaksanakan Misa sesuai hasil sinode,” kata Kardinal Alencherry kepada media, seraya menambahkan dia tidak yakin kapan “itu akan terjadi.”

Para pejabat Gerej mengatakan memenangkan imam dan umat awam akan menjadi tugas besar karena perselisihan liturgi telah menjadi masalah emosional.

Perselisihan hampir lima dekade itu dihidupkan kembali pada Agustus 2021 ketika sinode Gereja Siro-Malabar menegaskan kembali pendiriannya untuk menerapkan keputusan (sinode) tahun 1999 itu, di mana 35  keuskupan diminta melaksanakannya sejak November 2021. Menurut hasil sinode itu, saat Misa imam akan menghadap umat sampai doa Syukur Agung, dan kemudian menghadap ke altar sampai komuni. Setelah itu dia akan kembali menghadap umat.

Kecuali Keuskupan Agung Ernakulam-Angamaly, keuskupan-keuskupan lain di India dan luar negeri melaksanakan Misa sesuai sinode itu, meskipun ada suara-suara yang menentangnya dari para imam dan kaum awam.

Uskup Agung Kariyil pada awalnya mencoba mengadakan Misa sesuai sinode tetapi mengalah karena protes berkelanjutan oleh para imam dan umat awam yang bahkan melakukan mogok makan.

Dia memberikan dispensasi kepada keuskupan agung yang mengizinkan Misa secara tradisional.

Gerakan Transparansi Keuskupan Agung (AMT), sebuah forum bersama para imam dan awam di keuskupan agung itu, dalam sebuah pernyataan menyebut penunjukan seorang administrator baru sebagai “sebuah agresi terhadap keuskupan agung oleh pimpinan Gereja.”

Juru bicara AMT Riju Kanjookaran mengatakan kepada UCA News bahwa sebuah delegasi bertemu dengan administrator baru dan mendesaknya untuk menghentikan upaya memaksa Misa sesuai hasil sinode. Para imam dan kaum awam akan bertemu pada 7 Agustus untuk memutuskan tindakan ke depan.

Uskup Agung Kariyial diangkat sebagai vikaris Uskup Agung Utama untuk Ernakulam-Angamaly pada Agustus 2019 ketika para imam dan awam menuntut Uskup Agung Alencherry mengundurkan diri menyusul dugaan keterlibatannya dalam kesepakatan tanah Gereja, yang menimbulkan kerugian sekitar 10 juta juta dollar AS bagi keuskupan agung itu.

Kardinal Alencherry membantah tuduhan itu tetapi dilaporkan mengakui di hadapan sinode Gereja bahwa ada penyimpangan administrasi dan kurangnya pengawasan di pihaknya.

Maka, Kardinal Alencherry dipertahankan sebagai uskup agung tetapi dicabut dari semua kekuasaan administratif.

Para imam dan umat masih terus menuntut pemecatannya karena dia menghadapi kasus pidana terkait dengan kesepakatan tanah.

Uskup Agung Thazhath, 70, rekan dekat Kardinal Alencherry, akan melanjutkan tugas barunya sebagai uskup agung metropolitan Keuskupan Agung Trichur Syro Malabar.

Sumber: Indias Syro Malabar Archdiocese gets new administrator

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi