UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Caritas dan kelompok Katolik salurkan bantuan untuk korban banjir di Bangladesh

Agustus 5, 2022

Caritas dan kelompok Katolik salurkan  bantuan untuk korban banjir di Bangladesh

Caritas Bangladesh mendistribusikan makanan dan peralatan kebersihan kepada orang-orang yang terkena dampak banjir di Distrik Sunamgonj pada 26 Juli. (Foto disediakan)

Organisasi-organisasi Katolik di Bangladesh telah meminta lebih banyak bantuan untuk membantu merehabilitasi orang-orang yang terkena dampak banjir di timur laut negara itu yang hancur akibat hujan lebat dan banjir bandang pada Juni.

Caritas Bangladesh, bersama dengan lembaga-lembaga Katolik lainnya, telah membantu hampir 5.000 keluarga yang terkena dampak banjir sementara Caritas Sylhet telah membantu 400 keluarga dengan bantuan dana dan materi untuk membangun kembali kehidupan mereka.

“Bantuan itu tidak berarti. Orang-orang masih hidup di bawah langit terbuka. Rehabilitasi sangat penting,” kata Abu Taher, dari   departemen penanggulangan bencana, Caritas Sylhet.

Dia mengatakan dukungan yang diterima dari sekolah-sekolah Katolik, perguruan tinggi, paroki, misionaris dan lembaga donor terpenuhi,  tetapi lebih banyak dukungan diperlukan.

Caritas Bangladesh telah mendistribusikan makanan, peralatan kebersihan, terpal, tali, dan bantuan uang tunai senilai sekitar 20  juta taka ( 210.741 dollar AS) pada 2 Agustus.

Caritas wilayah Sylhet dengan dukungan Start Fund Bangladesh mendistribusikan 4.500 taka (47 dollar AS) per orang selain peralatan kebersihan, terpal, tali dan peralatan perbaikan rumah.

Lebih dari 40.000 rumah di Distrik Sylhet dan sekitar 45.000 di Distrik Sunamganj telah rusak, menurut data pemerintah. Namun bantuan resmi yang dikucurkan hanya untuk rekonstruksi atau renovasi sekitar 12.000 rumah.

Noor Jahan Begum, 62, dari Baniachang, Distrik Sunamganj, menerima 4.500 taka dan juga  terpal, tali, sabun, deterjen, dan ember dari Caritas Bangladesh.

“Rumah saya kebanjiran saat puncak banjir. Kami berlindung di rumah kerabat. Beberapa lembaran seng di atap kami hilang dan pagar rusak,” kata Begum.

Begum tinggal bersama suaminya yang lumpuh, seorang putra, menantu perempuan, dan dua cucu. Wanita  berusia 32 tahun ini adalah satu-satunya anggota keluarga yang mencari nafkah.

“Bantuan Caritas sangat membantu kami memperbaiki atap. Tapi kami membutuhkan lebih banyak makanan dan dukungan untuk memperbaiki struktur rumah,” tambahnya.

Wakil Komisaris Distrik Sylhet Mojibur Rahman mengatakan uang hibah sebesar 50 juta taka (526.854 dollar AS) telah diterima dari Dana Bantuan dan Kesejahteraan Perdana Menteri untuk perbaikan rumah.

“Pemerintah dan LSM  bekerja sama menangani bencana. Orang-orang membutuhkan rehabilitasi sekarang dan kami melakukan yang terbaik. Kami membutuhkan lebih banyak dana dan bantuan material,” kata Rahman kepada UCA News.

Banjir bulan Juni telah berdampak pada sekitar dua juta orang di Distrik Sylhet dan Distrik Sunamgonj yang menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur seperti jaringan listrik, kosmunikasi,  jalan dan rel kereta api, serta tanaman pangan dan rumah.

Sumber: More help sought for Bangladesh flood victims

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi