UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Pakistan sambut baik remisi terhadap napi dari kaum minoritas

Agustus 5, 2022

Gereja Pakistan sambut baik remisi terhadap napi dari kaum minoritas

Samina Nawab, ketua Angel Welfare Trust, merayakan Paskah di Gereja Raja Raja di penjara Distrik Malir di Karachi. (Foto: Kamran Chaudhry)

Gereja di Pakistan menyambut baik remisi bagi para narapidana (napi) non-Muslim setelah mereka menghafal isi buku-buku agama selama mereka dalam tahanan di penjara di Punjab.

Hal itu merespon langkah pemerintah Punjab yang mengumumkan pemotongan hukuman bagi para napi Kristen dan Hindu yang masing-masing menghafal Alkitab dan Gita. Laporan telah dikirim kepada kepala menteri untuk mengurangi hukuman para napi  tersebut antara tiga dan enam bulan. Pemberitahuan resmi akan dikeluarkan setelah disetujui oleh kabinet.

Menurut situs resmi layanan penjara Punjab, napi Muslim yang menghafal Al-Qur’an bisa mendapatkan remisi dari enam bulan hingga dua tahun.

Patugas pelayanan untuk penjara, termasuk Pastor John Joseph telah menuntut kesetaraan yang realistis untuk napi non-Muslim.

“Kami menuntut remisi yang sama. Napi minoritas berhak mendapatkan hak konstitusional yang setara. Lebih buruk lagi, mereka membatasi pelayan Gereja berkunjung ke penjara dengan alasan masalah keamanan. Saat ini kami hanya diperbolehkan berkunjung pada hari raya Agama Kristen. Saya mengambil kesempatan ini membawakan mereka makanan,” kata Pastor Joseph  kepada UCA News.

Pastor Paroki St. Fransiskus di Lahore itu telah mengunjungi penjara-penjara di Punjab sejak 1997, berdoa bersama dan menasihati para napi. Dia mengunjungi penjara pusat di Lahore pada Paskah tahun ini.

“Saya ingin menjangkau mereka dan  terlibat dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Punjab dan petugas penjara. Banyak penjara bahkan tidak memiliki ruang doa bersama,” katanya.

Pada tahun 2009, Penjara Pusat di Rawalpindi menjadi penjara pertama di negara itu yang memiliki gereja di dalamnya.

Januari ini, Angel Welfare Trust, sebuah LSM yang bekerja untuk para napi, meresmikan sebuah gereja di penjara Malir di kota pelabuhan selatan Karachi.

“Gereja-gereja sedang dibangun di penjara Sindh untuk memfasilitasi para napi Kristen mempelajari Alkitab. Ruang-ruang doa terlihat tidak memiliki kapasitas yang cukup. Provinsi Sindh sudah memberikan remisi untuk pendidikan. Provinsi lain harus melakukan hal yang sama,” kata Samina Nawab, ketua LSM itu.

Pada Maret, Pengadilan Tinggi Lahore meminta laporan dari pemerintah Punjab tentang remisi  untuk pendidikan yang diberikan kepada para napi minoritas setelah seorang Kristen setempat mengajukan petisi untuk meminta remisi bagi napi dari agama lain seperti yang diberikan kepada napi Muslim di bawah Pasal 215 Peraturan Penjara Pakistan 1978.

Saat ini 1.188 napi minoritas termasuk Kristen, Hindu dan Sikh berada di 34 penjara di provinsi tersebut. Ini termasuk 829 napi yang menunggu persidangan, 320 napi dan 39 napi yang dihukum termasuk seorang wanita Kristen. Tak satu pun dari mereka telah diberikan remisi pendidikan terkait hukuman mereka.

Sumber: Pakistan church welcomes remission for minority inmates

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi