UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para uskup Filipina serukan boikot film Marcos yang memuat adegan biarawati sedang judi

Agustus 5, 2022

Para uskup Filipina serukan boikot film Marcos yang memuat adegan biarawati sedang judi

Cuplikan film 'Maid in Malacanang' menunjukkan mantan Presiden Filipina Corazon Aquino, bermain mahjong, sebuah permainan solitaire China, yang terkait dengan perjudian bersama para biarawati Karmelit. (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Para uskup di Filipina menyerukan boikot terhadap film yang baru-baru ini dirilis yang dituduh menutupi kebobrokan keluarga Marcos dan secara menampilkan adegan di mana sekelompok biarawati sedang judi.

Uskup San Carlos, Mgr. Gerardo Alminaza dan Uskup Emeritus Sorsogon, Mgr. Arturo Bastes, mengatakan pada 4 Agustus bahwa film Maid in Malacanang menampilkan kisah buruk tentang para anggota Ordo Karmelit.

Uskup Alminaza mengatakan film itu, yang memperlihatkan para suster Karmelit bermain mahjong, permainan solitaire China yang terkait dengan perjudian, bersama dengan mendiang Presiden Corazon Aquino, sebagai “tidak tahu malu.”

“Produser, penulis naskah, sutradara dan mereka yang mempromosikan film ini harus secara terbuka meminta maaf kepada para biarawati Karmelit,  keluarga Presiden Cory Aquino dan rakyat Filipina,” kata Uskup Alminaza seperti dikutip  CBCP News.

Para uskup itu mengatakan film itu salah karena ada penyimpangan sejarah sehingga patut diboikot.

“Sejarah macam apa yang ditampilkan film itu kepada rakyat Filipina? Ini adalah film yang tidak didasarkan pada kebenaran dan fakta. Ini adalah sebuah penyimpangan, maka masyarakat tidak boleh mendukungnya,” kata Uskup Alminaza saat diwawancara Radio Veritas, yang dikelola Gereja.

Uskup Bastes menulis di Facebook bahwa film itu dibumbui dengan kebohongan sejarah yang dilakukan oleh keluarga Marcos.

“Kebohongan mereka [keluarga Marcos] tentang fakta sejarah membuatnya menggelikan bagi seluruh dunia. Seluruh dunia tahu siapa mereka! Lebih baik mereka dengan rendah hati mengakui dosa-dosa mereka terhadap bangsa kita, bertobat dan membuat perubahan yang benar,” katanya.

Para suster Karmelit dalam sebuah pernyataan sebelumnya keberatan dengan kisah dalam film itu setelah cuplikannya yang dirilis pada 1 Agustus.

“Perlu diketahui bahwa tidak ada orang yang bertanggung jawab atas produksi film itu yang datang kepada kami untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Setiap penulis naskah atau sutradara film yang serius bisa menunjukkan ketekunan sebelum membuat film seperti itu,” kata pernyataan itu.

Para suster mengatakan film itu adalah penyimpangan sejarah karena mengisahkan kebalikan dari apa yang “sebenarnya” dilakukan kongregasi itu selama hari-hari terakhir Presiden Ferdinand Marcos Sr berkuasa.

“Itu [film] menunjukkan  sementara nasib negara dalam bahaya, kami bermain kartu dengan santai. Fakta yang benar adalah kami berdoa, berpuasa dan membuat bentuk pengorbanan lain untuk perdamaian di negara ini dan mendorong  rakyat untuk menang,” tambah para suster.

Para suster lebih lanjut mengklarifikasi bahwa upaya mereka menerima mantan presiden itu, yang merupakan pemimpin oposisi saat itu, di biara mereka berisiko bagi keamanan mereka. Namun, mereka melakukannya untuk memulihkan demokrasi di Filipina.

“Kami tahu bahayanya membiarkan Nona Cory Aquino bersembunyi di biara kami. Tetapi, kami juga berdoa dengan menyadari risikonya, dan sebagai kontribusi kami mengakhiri rezim diktator. Bahkan kami siap membelanya dengan cara apa pun.”

Namun, seorang warga Manila mengatakan Gereja Katolik terlambat dalam melakukan upaya  mencegah orang-orang menonton film tersebut karena ribuan tiket telah dibagikan secara gratis oleh beberapa “relawan.”

“Banyak dari kami menerima tiket secara gratis dan ratusan, bahkan ribuan, juga dibagikan secara gratis. Semakin banyak cerita film tersebut menjadi viral, semakin banyak orang yang penasaran dan menontonnya,” kata Gerard Joloso kepada UCA News.

Sumber: Filipino bobishops call for Marcos film boycott

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi