UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Tenaga kesehatan Filipina minta bantuan Gereja untuk menaikkan upah

Nopember 18, 2022

Tenaga kesehatan Filipina minta bantuan Gereja untuk menaikkan upah

Para tenaga kesehatan di Filipina mengadakan protes untuk meminta pembayaran dan tunjangan bahaya dari pemerintah di luar kantor Departemen Kesehatan di Manila pada 1 September 2021. (Foto: Maria TAN/AFP)

Para dokter dan perawat Filipina pada 16 November meminta otoritas Gereja mendorong pemerintah dan sektor kesehatan swasta untuk meningkatkan upah mereka sebelum Natal.

Aliansi Tenaga Kesehatan Filipina mengatakan mereka telah menderita “lebih banyak” akibat terpapar Covid-19 tanpa “kompensasi yang adil”.

“Hampir 30 dokter dan lebih dari 50 perawat meninggal akibat Covid-19, tetapi gaji dan tunjangan kami tetap sama. Jika pemerintah tidak mendengarkan seruan kami, dengan bantuan hierarki Gereja Katolik, kami berharap masyarakat akan mendengarkan permohonan kami,” kata Dokter Mark John Pojol, ketua aliansi itu, kepada UCA News.

Pojol mengatakan kelompoknya memohon persetujuan Konferensi Waligereja Filipina, khususnya untuk rumah sakit yang dikelola Katolik untuk menaikkan gaji mereka.

Konferensi Waligereja Filipina belum membuat pengumuman resmi tentang masalah ini, menurut Komisi Aksi Sosial, Keadilan dan Perdamaian, tetapi pihaknya meyakinkan para pekerja medis bahwa mereka akan mengeluarkan pedoman untuk semua rumah sakit yang dikelola Katolik.

“Kami belum mempertimbangkan, tetapi sebagai bagian dari misi komisi untuk mendorong keadilan sosial dan mendorong gerakan serta organisasi sosial yang dijiwai oleh prinsip-prinsip Kristiani, adalah tugas moral kami untuk mengevaluasi realitas para tenaga kesehatan kami dan melakukan apa yang kami bisa dalam kapasitas kami,” kata Uskup San Carlos, Mgr. Gerardo Alminaza, wakil ketua komisi itu, kepada UCA News.

Pada Agustus 2021, anggota parlemen Filipina mengesahkan pencabutan pembayaran bahaya kepada 1,8 juta tenaga kesehatan meskipun ada kontroversi jutaan dolar di Departemen Kesehatan yang dipicu oleh harga alat pelindung medis dan masker yang terlalu mahal.

Sekitar 7 miliar peso (120,7 juta dolar AS) dikeluarkan untuk 400.000 tenaga kesehatan.

Namun, aliansi itu mengatakan jumlah itu tidak cukup untuk menutupi lebih dari 1,8 juta tenaga kesehatan di Filipina.

Departemen Kesehatan sebelumnya mengkonfirmasi pelepasan Health Emergency Allowance (HEA) yang belum dibayar sebelum Hari Natal.

“Saya tidak mengatakan pembayaran bahaya tidak penting. Tetapi, kami berharap kami dapat memberikan HEA, yang berbeda dari pembayaran bahaya, sebelum Natal sehingga para tenaga kesehatan kami dapat merayakan Natal,” kata Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire kepada awak media pada 15 November.

Namun, Aliansi itu mengatakan tunjangan mereka, meskipun dijadwalkan akan segera dikeluarkan, adalah tunjangan yang tertunda dibandingkan dengan gaji bahaya mereka.

“Uang Bahaya Covid-19 adalah upah tambahan yang diberikan kepada orang-orang yang secara fisik dilaporkan bekerja pada jam kerja resmi yang ditentukan dan, pertama, melakukan tugas berbahaya, atau kedua, layanan mendesak dan diperlukan untuk pengiriman barang dan layanan dasar ke publik selama lockdown,” kata perawat medis Kier Balasbas kepada UCA News.

Balasbas mendesak pekerja medis memperjuangkan kenaikan gaji bahaya mereka sebagai “masalah hak”.

“Gaji bahaya berbeda dengan bonus atau tunjangan. Itu adalah masalah hak pekerja. Jika kami jatuh sakit, kami seharusnya dikarantina dan diisolasi, sehingga kami menerima pemotongan gaji karena ketidakhadiran kami. Gaji bahaya kami harus menutupi ini,” tambah Balasbas.

Hingga September, 82 tenaga kesehatan telah meninggal sementara lebih dari 20.000 perawat dinyatakan positif Covid-19.

Seorang dokter yang bekerja untuk pemerintah menerima rata-rata 60.000 peso (1.034 dolar AS) sementara seorang perawat yang bekerja di rumah sakit pemerintah menerima gaji rata-rata 35.000 peso (603 dolar AS) per bulan, menurut Badan Informasi Filipina.

Sumber: Philippine health workers seek Church help to increase pay

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi