UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik galang bantuan untuk korban gempa di Cianjur

Nopember 22, 2022

Umat Katolik galang bantuan untuk korban gempa di Cianjur

Salah satu rumah yang rusak akibat gempa bumi yang mengguncang kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Umat Katolik di Indonesia bergerak bersama untuk memberikan bantuan bagi korban gempa bumi di Cianjur, Provinsi Jawa Barat yang telah menewaskan 268 orang, menurut data terkini dari Badan Nasional Penanganan Bencana [BNPB].

Karitas Indonesia, badan amal Katolik saat ini berkoordinasi dengan tim dari karitas di tiga keuskupan – Keuskupan Bogor, Keuskupan Bandung dan Keuskupan Jakarta bersama organisasi Katolk lainnya memberikan bantuan terhadap korban yang tersebar di empat kabupaten.

Romo Fredy Rante Taruk, direktur eksekutif Karitas Indonesia mengatakan, penanganan berada di bawah kendali Biro Karitas Keuskupan Bogor, yang membawahi wilayah terdampak gempa ini.

“Sekarang tim sudah turun di lapangan untuk pengumpulan data cepat dan menentukan skema respon bersama oleh jaringan Gereja Katolik,” katanya kepada UCA News pada 22 November.

Gempa dengan magnitude 5,6 menghantam Kabupaten Cianjur pada pukul 13.21 WIB, 21 November.

Menurut Kepala BNPB Suharyanto, korban tewas akibat bencana ini terus bertambah menjadi 268 orang, sementara yang hilang 151 dan 58 ribu warga yang mengungsi.

BNPB mencatat bahwa hingga 22 November pagi, masih terjadi 118 gempa susulan dengan magnitude antara 1,5 hingga 4,2.

Romo Fredy yang saat ini sedang berada di Roma mengatakan mereka memberikan dana 100 juta rupiah untuk respon awal.

Sementara itu, Doni Akur, staf Caritas Indonesia mengatakan posko saat ini berpusat di Gereja Katolik Paroki St Petrus Cianjur.

“Kami sudah menggelar pertemuan koordinasi tadi malam. Saat ini, di lapangan yang sudah bergerak cepat memberikan pelayanan adalah relawan dan anggota Pemuda Katolik,” katanya pada 22 November.

Ia mengatakan, Caritas Indonesia juga sudah mengirimkan tim untuk mengikuri rapat koordinasi dengan pemerintah terkait penanganan selanjutnya.

“Selain itu, dari Keuskupan Bogor juga sudah mengirimkan tim dokter yang akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memberikan pelayanan darurat. Pelayanan, kesehatan dan pendampingan psikologis memang yang saat ini dibutuhkan,” katanya.

Ia mengatakan, mereka masih terus memantau peristwa dan dampaknya dan laporan perkembangannya sudah kami kriimkan ke jaringan Karitas, baik di nasional maupun inetrnasional.

Gempa ini juga memicu kerusakan setidaknya 3,257 rumah, termasuk fasilitas publil lainnya.

Gereja Paroki St Petrus Cianjur dan Sekolah Katolik Mardi Yuana milik Keuskupan Bogor, termasuk di antara bangunan yang rusak.

Dalam sebuah video yan dibagikan Romo Bonefasius Budiman, OFM, Pstor Paroki Cianjur, tampak plafon gereja jatuh ke lantai dan beberapa bagian bangunan retak.

Ia mengatakan kepada UCA News, sejauh ini mereka masih mencari data umat Katolik yang terdampak dan yang baru diketahui sejauh ini hanya dua murid di sekolah Mardi Yuana yang terluka dan sedang dirawat di rumah sakit.

Gubernur Jawa Barat dan Bupati Cianjur telah menerbitkan keputusan yang menetapkan masa tanggap darurat selama 30 hari hingga 20 Desemebr.

Aparat gabungan pemerintah juga terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan di lokasi terdampak, membuka dapur umum, rumah sakit darurat dan menyiapkan tenda pengungsian.

Kepala BNPB, Suharyanto berjanji bahwa rumah warga yang berat akan diganti oleh pemerintah setelah tanggap darurat, demikian pun sarana publik lainnya, seperti sekolah dan rumah ibadah.

Indonesia terletak di jalur “Cincin Api” sebuah wilayah di sekitar tepi Cekungan Pasifik yang sangat rentan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Sebelumnya pada bulan Februari, gempa di provinsi Sumatera Barat menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 460 orang.

Sumber: Indonesian Catholics rush aid for quake victims

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi