UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Peneliti temukan surat umat Katolik Jepang untuk paus pada abad ke-17

Nopember 23, 2022

Peneliti temukan surat umat Katolik Jepang untuk paus pada abad ke-17

Umat Kristen Imamura di Jepang merayakan 150 tahun sejak komunitas Katolik rahasia lainnya melakukan kontak dengan mereka pada 26 Februari 2017 di Gereja Imamura di Prefektur Fukuoka. (Foto UCA News)

Sebuah tim peneliti dari Jepang menemukan sebuah surat dari umat Katolik Jepang pada abad ke-17 kepada Paus Paulus V, menjadikannya artefak pertama dari jenisnya yang ditemukan di luar Vatikan.

Penemuan gulungan di Florence, Italia, itu adalah bagian dari program studi di lokasi yang berjudul “Vatikan & Jepang: Proyek 100 Tahun”, yang diselenggarakan oleh Yayasan Promosi Budaya Kadokawa, lapor Asahi Shimbun, pada 21 November.

Proyek tersebut, didukung oleh berbagai perusahaan Jepang, berfokus pada hubungan diplomatik di antara Vatikan dan Jepang yang “ingin berkontribusi untuk memajukan persahabatan ini selama 100 tahun ke depan.”

Shinzo Kawamura, seorang profesor sejarah di Universitas Sophia di Tokyo, dan peneliti utama proyek tersebut, menganggap gulungan yang ditemukan itu adalah surat asli yang dikirim oleh orang Kristen di Jepang.

“Surat di Florence kemungkinan besar adalah surat aslinya,” kata Kawamura seperti dikutip Asahi Shimbun.

Dia juga menambahkan “banyak salinan tampaknya dibuat dalam upaya membela Serikat Yesus (Jesuit), yang kemudian disalahkan karena tidak mencegah sebuah larangan agama, terhadap berbagai kritik.”

Surat-surat yang dikirim antara tahun 1620-1621 adalah catatan penghargaan sebagai tanggapan atas surat dorongan Paus Paulus V kepada para umat Katolik di Jepang yang menghadapi penganiayaan dari otoritas feodal selama zaman Edo awal (1603-1867).

Para peneliti menemukan gulungan dengan kata “pertama” yang ditulis dalam Bahasa Latin di perpustakaan sebuah biara Dominikan milik sebuah gereja di Florence.

Dua gulungan lain dengan kata “kedua” dan “ketiga” yang dikirim dari wilayah Tohoku yang ditemukan sebelumnya sekarang disimpan di Perpustakaan Apostolik Vatikan.

Tim peneliti juga menemukan isi surat tersebut sama dengan salinan dua balasan dari wilayah Tohoku yang disimpan di Vatikan.

Surat-surat itu juga mencantumkan nama Goto Juan (1578-1623), yang masuk Kristen sebagai pengikut panglima perang terkenal Date Masamune (1567-1636), di antara individu lainnya.

Para peneliti mengatakan selain dari wilayah Tohoku, catatan serupa dikirimkan dari lima wilayah di seluruh Jepang termasuk yang sekarang menjadi Prefektur Nagasaki serta wilayah Kinki saat ini.

Catatan Gereja mengatakan agama Katolik datang ke Jepang setelah penjelajah Portugis membangun jalur laut ke Asia tahun 1498. Diyakini agama Katolik datang ke Jepang tahun 1540-an.

Santo Fransiskus Xaverius, misionaris Jesuit dan Jesuit lainnya termasuk di antara misionaris Katolik pertama yang mendarat dan menginjili di Jepang.

Beberapa tuan tanah dan rakyatnya masuk Katolik dan iman terus berkembang di akhir abad ke-16 sebelum menghadapi permusuhan ekstrem dari penguasa militer Jepang.

Selama masa pemerintahan daimyo (penguasa feodal) Toyotomi Hideyoshi (1585-98), perintah dikeluarkan untuk mengusir semua misionaris Katolik dan sekitar 137 gereja dihancurkan selama proses tersebut.

Kasus penganiayaan terburuk terjadi tahun 1597 ketika penguasa feodal Jepang mengeksekusi 26 umat Katolik termasuk enam biarawan Fransiskan dengan penyaliban di Nagasaki.

Tahun 1865, Gereja membuka Basilika Kecil Dua Puluh Enam Martir Suci Jepang untuk menghormati pengorbanan para martir Katolik.

Penganiayaan terhadap orang Kristen meningkat pada masa pemerintahan Keshogunan Tokugawa (1603–1868), mengakibatkan kebrutalan terhadap orang Kristen dan penindasan terhadap agama Kristen.

Larangan terhadap agama Kristen dicabut tahun 1853 tetapi penginjilan dilarang.

Tahun 1873, pemerintah Meiji akhirnya mencabut larangan penginjilan karena tekanan dari negara-negara Barat.

Tahun 2019, Jepang memiliki 540.496 umat Katolik di 16 keuskupan.

Sumber: Historians discover 17th century Japanese letter to pope

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi