UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keluarga suku di India diserang karena mengikuti praktik Kristen

Nopember 24, 2022

Keluarga suku di India diserang karena mengikuti praktik  Kristen

Foto ini diambil pada 23 September 2020 yang menunjukkan sejumlah warga lokal menyerang sebuah rumah orang Kristen di sebuah desa di negara bagian Chhattisgarh, India. (Foto: UCA News)

Sebuah keluarga suku diserang oleh sesama penduduk desa karena mengikuti praktik Kristen dan menolak mengikuti tradisi asli mereka di negara bagian Chhattisgarh di India tengah.

Tiga anggota, termasuk dua wanita, menderita luka-luka ringan dalam serangan itu yang dilaporkan terjadi di Bhaisabod, sebuah desa di distrik Kondagaon pada 22 November dan dirawat di rumah sakit pemerintah.

Seorang anggota keluarga mengungkapkan, tanpa menyebut namanya, delapan keluarga suku di desa tersebut telah mengikuti “praktik Kristen” seperti berdoa setiap hari di malam hari dan pada hari Minggu serta perayaan lainnya beberapa kali.

“Tidak ada dari kami yang masuk Kristen, tetapi kami hanya mengikuti praktiknya,” katanya.

Keluarga tersebut bahkan berhenti mengikuti ritual adat, yang menyebabkan keretakan dengan sesama warga desa.

Keretakan memuncak dalam serangan kekerasan pada 22 November malam, katanya.

“Para penyerang memaksa masuk ke dalam rumah dan menyerang kami,” kata anggota keluarga tersebut.

Berbicara kepada UCA News pada 23 November, keluarga tersebut mengatakan semua orang yang mengikuti praktik Kristen mungkin harus meninggalkan desa tersebut.

“Sekarang kami semua takut karena saudara dan saudari kami sendiri telah menentang kami,” kata keluarga itu, seraya menambahkan “kami mungkin harus meninggalkan desa ini kecuali kami diberi perlindungan polisi.”

Para anggota keluarga mengatakan polisi yang menanggapi insiden tersebut tidak mengambil tindakan apa pun terhadap penyerang mereka, yang membuat mereka berani mengancam akan membakar rumah-rumah warga yang menolak untuk mengikuti praktik adat.

Pendeta Moses Logan, ketua Serikat Kesejahteraan Kristen Negara Bagian Chhattisgarh, mengecam insiden tersebut dan mengatakan orang Kristen dan bahkan mereka yang menunjukkan kedekatan orang-orang Kristen diserang di negara bagian tersebut.

Omkar Diwan, seorang aparat kepolisian di kantor polisi Bade Dongar mengatakan pengaduan resmi telah didaftarkan dan tindakan akan diambil terhadap mereka yang terlibat.

Dia mengatakan kepada UCA News bahwa insiden itu adalah akibat dari “perselisihan keluarga.”

“Para penyerang dan korban adalah bagian dari keluarga besar. Setelah para korban mulai mengikuti agama lain, yang lain berusaha menekan mereka untuk mengikuti kepercayaan asli. Mereka menyerang karena mereka marah,” jelas petugas itu.

Diwan mengaku sudah dua kali mengunjungi desa tersebut sejak kejadian dan berusaha meyakinkan kedua belah pihak untuk menjaga perdamaian dan keharmonisan.

Namun, Pendeta Logan, dalam sebuah pernyataan, menuduh polisi tidak bertindak dan mendesak inspektur polisi distrik itu untuk mengambil tindakan terhadap para aparat setempat karena melalaikan tugas mereka.

Sementara itu, dalam insiden lain yang dilaporkan dari negara bagian, kebaktian Minggu kelompok Pantekosta diganggu dan umat dipukuli oleh massa bersenjata di distrik Narayanpur pada 20 November.

“Para penyerang adalah pria pribumi yang membawa tongkat. Mereka juga merobek Kitab Suci. Dua orang mengalami luka serius dan menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah,” kata Pendeta Logan.

Dia menyalahkan pemerintah negara bagian itu di mana Partai Kongres berkuasa, yang tidak menghentikan kekerasan yang meningkat terhadap umat Kristen di Chhattisgarh.

Umat Kristen mencapai 1,92 persen dari 23 juta penduduk negara bagian itu, menurut laporan sensus nasional tahun 2011.

Sumber: Indian tribal family attacked for embracing Christian ways

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2022. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi