UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Romo Paschal diperiksa terkait kasus pencemaran nama baik, imam dan suster gelar aksi protes

Maret 8, 2023

Romo Paschal diperiksa terkait kasus pencemaran nama baik, imam dan suster gelar aksi protes

Suster Laurentina Suharsih, PI, berbicara dalam pawai protes di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 6 Maret untuk mendukung Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus. (Foto: Disediakan)

Para imam, biarawati, dan aktivis di Indonesia melakukan aksi protes pada 6 Maret untuk mendukung seorang imam pejuang hak buruh migran yang sedang menjalani proses hukum dalam kasus dugaan pencemaran nama baik.

Dalam aksi unjuk rasa yang diadakan di dua lokasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sarang bagi kasus perdagangan manusia di Indonesia, mereka meminta polisi untuk menghentikan kasus pencemaran nama baik terhadap Romo Crisanctus Paschalis Saturnus, yang diajukan oleh Bambang Panji Prianggodo, wakil kepala Badan Intelijen Negara [BIN] di Provinsi Kepulauan Riau, yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

“Kriminalisasi pejuang kemanusiaan,” kata mereka tentang kasus yang diajukan terhadap Romo Paschal, Ketua Komisi Keadilan, Perdamian dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan Pangkalpinang, yang sebelumnya menuduh Prianggodo membekingi praktik perdagangan pedagang manusia.

Suster Laurentina Suharsih, seorang biarawati aktivis dari Kongregasi Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, yang ambil bagian dalam unjuk rasa di Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur dan kota terbesar, mengatakan kepada UCA News, “Saya sangat terluka oleh kriminalisasi ini.”

Romo Pachal telah menulis surat kepada Kepala BIN, Budi Gunawan pada Januari lalu, dengan tembusan kepada sejumlah lembaga advokasi, memberi tahu mereka tentang penyelundupan pekerja melalui pelabuhan.

Surat imam itu menduga keterliban sejumlah pihak, termasuk pejabat pemerintah seperti Prianggodo.

Romo Paschal menuding campur tangan Priyanggodo mengakibatkan pelaku dibebaskan polisi dalam satu kasus di mana dia terlibat membantu tiga dari enam orang korban.

Selanjutnya, Priyanggodo mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap imam.
Aksi unjuk rasa para imam, suster dan aktivis diadakan saat polisi memeriksa Romo Paschal untuk pertama kalinya dalam kasus ini.

“Romo Paschal menyuarakan suara kenabian, kebenaran. Apakah pantas dia dikriminalisasi?” kata Suster Suharsih.

Dia mengatakan bahwa bersama Romo Paschal menjadi bagian dari tim Konferensi Waligereja Indonesia yang membantu advokasi hak korban perdagangan manusia dan pekerja migran.

“Jadi, jika rekan seperjuangan saya dikriminalisasi, saya pasti akan ikut menyuarakan kebenaran,” ujar suster yang akrab disapa ‘Suster Kargo’ ini karena sejak 2017 membantu memulangkan ratusan jenazah buruh migran ilegal yang sebagian besar berasal dari Malaysia.

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa di Kupang dilakukan karena Romo Paschal banyak membantu korban perdagangan manusia dari provinsi ini yang diselundupkan melalui Batam, kota terbesar di Kepulauan Riau, ke Malaysia.

Pastor Otto Gusti Madung, SVD, Ketua Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero di Maumere, Kabupaten Sikka, bertanya, “Bagaimana mungkin seorang pejuang kemanusiaan bisa dikriminalisasi dan orang yang diduga melakukan kejahatan perdagangan manusia bisa dibebaskan?”

“Atas dasar itu, kami mengambil tindakan untuk menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan Romo Paschal dan para korban perdagangan manusia,” imbuhnya.

Pada 5 Maret, lebih dari 100 pastor, suster, dan aktivis meluncurkan petisi online, mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengintervensi kasus tersebut.

Petisi melalui situs change.org telah mendapat lebih dari 7.000 tanda tangan, termasuk dari para pemimpin dari beberapa tarekat agama.

Romo Paschall dan pengacaranya tidak menanggapi permintaan komentar dari UCA News, demikian juga halnya dengan Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM.

Sumber: Indonesian priests defamation case sparks protests

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi