UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pesta St. Marillac bawa sukacita bagi anak jalanan di Filipina

Maret 17, 2023

Pesta St. Marillac bawa sukacita bagi anak jalanan di Filipina

Anak-anak jalanan terlihat di sini sedang minum sebelum menerima makanan dari relawan Louisian Foundation di Manila. (Foto: Libertad Jasmin)

Ribuan anak jalanan berbondong-bondong ke gereja-gereja di Filipina pada 15 Maret untuk menerima makanan dan bahan bantuan lain selama Pesta St. Louise de Marillac dari Prancis, santo pelindung pekerja sosial.

Mereka telah menerima undangan dari Louisian Foundation yang mengirimkan lebih dari 1.000 sukarelawan ke seluruh negeri untuk pesta pendirinya itu.

St. De Marillac, yang dikanonisasi tahun 1934, mendirikan Kongregasi Suster-suster  Putri Kasih St. Vincent de Paul, sebuah ordo  yang merawat anak-anak miskin.

“Setidaknya saya tidak perlu membeli beras dan ikan untuk beberapa hari. Ini bisa berlangsung selama satu atau dua minggu. Itu lebih dari cukup,” kata Joven Israel, seorang remaja penghuni jalanan dari ibu kota Manila, kepada UCA News, setelah menerima hadiah itu.

Israel datang menerima paket makanan dan bahan bantuan dari yayasan Katolik untuk menghemat uang.

“Kami bertemu dengan beberapa anggota yayasan. Kami malu karena kami hanya tinggal di bawah jembatan. Minggu lalu, mereka memberi tahu kami tentang acara hari ini,” kata Israel, 17, yang telah tinggal di bawah jembatan di Manila selama tiga tahun setelah dia meninggalkan rumahnya di Provinsi Bohol di wilayah Visayas karena ayah tiri yang kasar.

Israel telah berjuang untuk bertahan hidup di kota dan mengemis makanan karena dia tidak memiliki kerabat di Manila.

“Awalnya saya bekerja sebagai pembantu di toko pisang. Tetapi pemilik meminta saya untuk bekerja sampai larut malam dengan gaji kecil,” katanya.

“Mereka [pemilik] tahu saya tidak punya keluarga di sini dan saya telah melarikan diri dari rumah … jadi mereka memanfaatkan fakta itu,” tambah Israel.

Anak-anak lain juga menyuarakan apresiasi mereka terhadap bantuan tersebut.

“Saya tahu ada kelompok yang akan memberikan makanan hari ini. Saya tidak mengenal mereka tetapi saya berada di sini karena saya membutuhkan makanan dan apa pun yang dapat mereka berikan kepada saya,” kata Anthony Magtibay, 15, yang tinggal di dalam jeepney di Kota Quezon, pinggiran timur laut Manila.

Jeepney adalah sejenis minibus dan jenis transportasi umum paling populer.

“[Jeepney] adalah rumah kami. Kami selalu keluar karena ayahku mengendarai jeepney sendiri. Itu milik kami yang paling berharga,” katanya.

Magtibay tidak ikut bapaknya pada 15 Maret karena melihat pengumuman pembagian sembako di paroki terdekat. Banyak paroki membuka dapur mereka untuk memasak untuk acara tersebut.

“Peserta dipersilakan memasak di sini. Bahkan, di paroki ini, kami bersedia menyumbangkan bahan makanan agar anak-anak jalanan dapat menikmati makanan yang layak,” kata Pastor Rowan Rebustillo dari Kota Quezon kepada UCA News pada 14 Maret.

“Anggota dan relawan kami juga membawa makanan dari rumah mereka untuk memberi makan anak-anak,” kata Tess Matula, sekretaris Louisian Foundation, kepada UCA News.

Menurut laporan media, ada lebih dari 250.000 anak jalanan tunawisma di antara 4,5 juta tunawisma di negara yang berpenduduk 110 juta jiwa itu.

Sumber: St. Marillacs feast brings joy to Filipino street children

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi