UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik di Myanmar luncurkan gerakan amal Prapaskah

Maret 17, 2023

Umat Katolik di Myanmar luncurkan gerakan amal Prapaskah

Pengungsi internal dan penduduk desa setempat menghadiri kebaktian di gereja di Myitkyina, Negara Bagian Kachin dalam foto yang diambil pada 13 Mei 2018. (Foto: AFP)

Umat Katolik di Myanmar diminta menunjukkan solidaritas selama masa Prapaskah dengan orang-orang yang menderita akibat perang saudara di negara itu dengan mendaraskan doa dan amal.

Pastor Henry Eikhlein, administrator Keuskupan Pathein di wilayah Irrawaddy, sebuah delta subur dekat Teluk Benggala, mengatakan keuskupan itu telah mendesak para klerus untuk menyampaikan pesan doa, puasa, dan amal Prapaskah kepada umat paroki.

“Umat Katolik telah didesak berbuat lebih banyak dalam doa dan sumbangan bagi orang-orang yang terkena dampak untuk menunjukkan solidaritas,” kata Pastor Eikhlein kepada UCA News pada 16 Maret.

Ji Grawng, seorang pengungsi internal (IDP) di kamp yang dikelola Gereja di Negara Bagian Kachin yang dilanda konflik, mengatakan kepada UCA News pada 15 Maret, “Kami telah menerima amplop untuk amal Prapaskah. Kami akan berusaha menyisihkan uang tunai dari penggunaan sehari-hari meskipun faktanya kami tidak dapat menabung banyak karena kami mengandalkan bantuan dari para donatur.”

Grawng, seorang ibu dari tiga anak, ingin berdoa dan berpuasa untuk orang-orang yang paling membutuhkan di negeri itu. Sumbangan akan dikirim ke unit sosial Gereja -Karuna (Caritas) Myanmar – untuk digunakan selama keadaan darurat.

“Kami dapat mengatakan kolekte Prapaskah tahun ini akan diprioritaskan untuk digunakan bagi [orang-orang] terlantar,” kata seorang pejabat dari Karuna Myanmar, yang tidak mau disebutkan namanya, kepada UCA News pada 15 Maret.

Karuna Myanmar telah menjalankan program animasi Prapaskah sejak tahun 2002 dengan mengundang kaum muda, katekis, dan suster. Para peserta dikirim ke paroki untuk memobilisasi amal Prapaskah.

Namun, program tahunan itu dihentikan tahun 2021 setelah militer menggulingkan pemerintahan sipil, menyebabkan ketidakstabilan politik dan kerusuhan sosial di Myanmar, menurut sumber Gereja.

Paroki-paroki di keuskupan yang terkena dampak konflik dibebaskan dari kegiatan amal Prapaskah, menurut sumber tersebut.

Loikaw, Pekhon, Hakha, Kalay dan Mandalay, di luar dari 16 keuskupan di Myanmar, sangat terpukul karena ribuan orang telah meninggalkan rumah-rumah mereka dan berlindung di gereja-gereja, biara, rumah kerabat dan hutan.

Lebih dari 1,7 juta orang telah mengungsi di seluruh negeri itu, termasuk 1,3 juta orang yang mengungsi setelah kudeta, menurut laporan 15 Maret oleh UNHCR, badan pengungsi PBB.

Bekerja sama dengan Karuna Myanmar, sejumlah keuskupan yang terkena dampak, termasuk keuskupan Loikaw dan keuskupan Pekhon di Negara Bagian Kayah, menyediakan makanan dan barang-barang penting lainnya bagi umat Katolik dan umat lintas agama.

Sumber: Catholics in Myanmar launch Lenten charity drive

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi