UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Jesuit India yang meninggal dalam tahanan dipuji karena kehidupannya patut ditiru

April 27, 2023

Jesuit India yang meninggal dalam tahanan dipuji karena kehidupannya patut ditiru

Pastor Stan Swamy tahun 2020. (Foto: Wikipedia)

Ulang tahun kelahiran Pastor Stan Swamy diperingati di India dengan menasihati kaum muda untuk mengikuti teladan imam Jesuit itu yang mendedikasikan hidupnya bagi masyarakat adat miskin.

“Biasanya, setelah meninggal, seseorang dimakamkan. Tapi, Pastor Swamy ditaburkan. Cita-cita dan pengorbanannya harus diajarkan kepada orang muda,” kata K. Chandru, pensiunan hakim Pengadilan Tinggi Madras di Tamil Nadu, negara bagian asal Pastor Swamy.

Lahir di negara bagian selatan, Pastor Swamy melampaui semua penghalang dan melayani masyarakat adat di Negara Bagian Jharkhand, kata mantan hakim itu.

“Jika ada penghargaan yang diberikan oleh pemeritah Tamil Nadu, itu harus diberikan kepadanya [Pastor Swamy] terlebih dahulu,” kata Hakim Chandru.

Pastor Swamy, 84, yang berbasis di Negara Bagian Jharkhand, meninggal di tahanan di Mumbai, India barat, pada 5 Juli 2021, setelah ia ditangkap dengan tuduhan palsu dan ditolak jaminan meskipun ia menderita banyak penyakit terkait  usia.

Hakim Chandru berpidato dalam sebuah pertemuan di Loyola College yang dikelola Jesuit di Chennai, ibu kota Tamil Nadu, saat pementasan drama pendek, “Saya bukan penonton bisu” tentang kehidupan mendiang imam ini.

Lebih dari 500 orang, termasuk mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut, menyaksikan drama tersebut dipentaskan sebagai bagian dari inisiatif bersama para Jesuit, Keuskupan Agung Madurai, dan kelompok Katolik lainnya.

Para suster, diakon dan umat awam adalah bagian dari drama itu yang telah dipentaskan di 12 lokasi di Tamil Nadu sebagai bagian dari inisiatif menyebarkan warisan Pastor Swamy menjelang ulang tahun ke-86 pada 26 April.

“Jelas, saya telah mendengar tentang pekerjaan besar yang dilakukan oleh Pastor Swamy dan penahanannya di penjara dan kemudian wafatnya sebagai tahanan,” kata Suster Benita Rayapan.

Biarawati itu mengatakan kepada UCA News pada 26 April, “Saya terinspirasi untuk bekerja lebih banyak bagi orang miskin dan tertindas.”

“Kisah nyata Pastor Swamy telah benar-benar berubah sedemikian rupa sehingga saya tidak perlu takut untuk mengatakan yang sebenarnya,” tambah suster itu, seorang pekerja sosial.

Hakim Hariparanthaman, seorang pensiunan hakim Pengadilan Tinggi Madras, yang menyaksikan pertunjukan tersebut, mengatakan Pastor Swamy menyadarkan masyarakat adat akan hak-hak mereka.

Imam itu ditangkap pada 8 Oktober 2020 oleh Badan Investigasi Nasional anti-teror India yang menuduhnya sebagai pihak dalam konspirasi yang dilakukan oleh pemberontak Maois yang dilarang untuk melancarkan kekerasan massa di Bhima-Koregaon, Maharashtra pada 1 Januari 2018.

Bersama dengan 16 orang lainnya, Pastor Swamy didakwa berdasarkan  Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Melanggar Hukum.

“Tujuan kami adalah menciptakan kesadaran di antara orang-orang tentang cita-cita, dedikasi, dan pengorbanannya bagi masyarakat adat yang kurang mampu,” kata Pastor Britto Vincent, SJ, yang berbasis di Chennai yang berperan sebagai produser drama tersebut.

“Kami tahu dia meninggal di penjara tanpa kesalahan. Kami ingin memberi tahu orang-orang bahwa ia tidak bersalah  dan mendesak pihak berwenang untuk menarik semua kasus palsu yang dituduhkan terhadapnya meskipun dia sudah wafat,” kata Pastor Vincent kepada UCA News pada 26 April.

Mengacu pada temuan baru-baru ini oleh Arsenal Consulting, sebuah perusahaan forensik digital yang berbasis di Massachusetts, AS, Pastor Vincent mengatakan jelas bahwa Pastor Swamy terjebak dalam kasus yang sepenuhnya salah.

Perusahaan forensik dalam laporannya mengatakan, “Bukti digital yang digunakan untuk menangkap Pastor Swamy dalam kasus Bhima-Koregaon disimpan di hard drive komputernya.”

Jesuit telah mengajukan kasus itu di Pengadilan Tinggi Mumbai untuk membersihkan namanya dari dugaan kasus pengkhianatan.

Beberapa acara diselenggarakan di berbagai tempat di India, termasuk kediamannya di Ranchi, ibu kota Negara Bagian Jharkhand, untuk memperingati ulang tahun imam itu.

Sumber: Indian Jesuit who died in jail hailed for exemplary life

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi