UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Sebuah persahabatan dibentuk atas nama mendiang pastor Jesuit India

April 28, 2023

Sebuah persahabatan dibentuk atas nama mendiang pastor Jesuit India

Para sahabat Pastor Stan Swamy, SJ, seorang imam aktivis HAM terkenal yang meninggal dalam penahanan  tahun 2021, telah membentuk sebuah persahabatan  yang akan memberikan bantuan  atas namanya.

Lembaga itu adalah inisiatif bersama teman-teman Pastor Swamy dan Bagaicha, sebuah organisasi sosial yang dikelola Jesuit, yang didirikan oleh mendiang imam itu untuk merawat warisannya bekerja untuk hak-hak masyarakat adat.

The Stan Swamy Fellowship bertujuan membantu para pembela HAM yang bekerja di daerah pedesaan untuk melindungi hak-hak perempuan, masyarakat adat, Dalit, dan orang-orang terlantar,” kata Pastor Antony PM, direktur Bagaicha.

Bantuan ini berdurasi satu tahun dan dilengkapi dengan gaji bulanan sebesar  183 dolar AS.

“Saat ini, kami memiliki dana untuk mendukung satu calon,” kata Antony kepada UCA News pada 28 April.

“Kami mencari dana dan akan meningkatkan jumlah penerima manfaat,” tambah imam itu.

“Tujuan kami adalah menjaga warisan Pastor Swamy tetap hidup untuk memberi manfaat bagi orang-orang yang memiliki visi yang sama dengan imam itu,” kata imam itu.

Beasiswa itu diumumkan pada 26 April – ulang tahun mendiang imam itu ke-86 – di Namkum, Ranchi, ibu kota Negara Bagian Jharkhand, India, yang dikenal dengan masyarakat suku.

Bagaicha dulunya adalah kediaman Pastor Swamy hingga 8 Oktober 2020, ketika Badan Investigasi Nasional anti-teror India menangkapnya setelah menuduhnya sebagai pihak dalam konspirasi yang diduga dibuat oleh pemberontak Maois  untuk melancarkan kekerasan massa di Bhima-Koregaon di Negara Bagian Maharashtra pada 1 Januari 2018.

Pastor Swamy, yang membantah tuduhan tersebut, didakwa berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Kegiatan Melanggar Hukum yang kejam bersama dengan 16 orang lainnya.

Pastor Swamy meninggal saat menunggu persidangan di sebuah rumah sakit swasta di Mumbai pada 5 Juli 2021, setelah jaminannya ditolak meskipun menderita berbagai penyakit terkait usia, termasuk penyakit Parkinson.

Arsenal Consulting, sebuah perusahaan forensik digital yang berbasis di Massachusetts, dalam sebuah laporan baru-baru ini, telah memberikan catatan kepada Pastor Swamy, dengan mengatakan “bukti digital yang digunakan untuk menangkapnya diinstal  di hard drive komputernya.”

Para peretas, menurut laporan Arsenal, “pertama kali menyerang komputer Pastor Swamy pada 19 Oktober 2014, menggunakan Remote Access Trojan (RAT) yang disebut Netwire.”

Para Jesuit dan teman-teman Pastor Swamy masih mencari keadilan bagi mendiang imam itu untuk membersihkan namanya. Mereka telah mengajukan kasus itu ke Pengadilan Tinggi Mumbai di Maharashtra.

“Lebih dari 50 file diinstal di hard drive Pastor Swamy, termasuk dokumen memberatkan yang memalsukan hubungan antara Pastor Stan dan pemberontak Maois. Dokumen terakhir yang memberatkan diinstal di komputer Pastor Stan pada 5 Juni 2019, seminggu sebelum penangkapannya,” kata Pastor Joseph Xavier, yang juga seorang penyelenggara Komite Peninggalan Pastor Stan Swamy.

Sumber: Fellowship created in late Indian priests name

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi