UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Otoritas China tangkap seorang penerbit Taiwan

April 28, 2023

Otoritas China tangkap seorang penerbit Taiwan

Penerbit Taiwan dan penyiar radio Li Yanhe ditahan saat mengunjungi kerabatnya di China daratan. (Foto: Radio Internasional Taiwan)

Rezim Komunis China mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menahan seorang penerbit yang berbasis di Taiwan atas dugaan penerbitan buku-buku yang mengkritik kebijakan dan sejarah China yang mengarah ke perang kata-kata dengan Taiwan tentang “yurisdiksi tangan panjang” China yang kontroversial.

Zhu Fenlian, juru bicara Kantor Urusan Taiwan kabinet China, menginformasikan kepada pers tentang penahanan Li Yanhe, seorang warga Taiwan dan penerbit, dalam konferensi pers pada 26 April di Beijing, lapor Radio Free Asia.

“[Li] diduga terlibat dalam aktivitas yang membahayakan keamanan nasional,” kata Zhu.

Dia lebih lanjut menambahkan  “pihak terkait akan melindungi hak dan kepentingannya yang sah sesuai dengan hukum.”

Menurut penulis Taiwan lainnya Bei Ling, Li, pendiri Eight Banners Press di Taiwan menghilang saat mengunjungi Shanghai untuk bertemu kerabatnya selama festival Qing Ming pada 5 April.

Kabarnya, Li telah menerbitkan karya non-fiksi tentang infiltrasi dan operasi China di luar negeri, Pembantaian Tiananmen 1989, dan karya lain yang mengkritik Beijing.

Chiu Tai-san, kepala Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan kepada personel media bahwa Partai Komunis China sedang mencoba untuk menggunakan “yurisdiksi tangan  panjang” di Taiwan yang demokratis, yang tidak pernah diperintah oleh Beijing.

“China sedang berupaya memaksakan yurisdiksi jangka panjangnya di sini di Taiwan, yang jelas merupakan upaya intimidasi, dan penindasan terhadap Taiwan,” kata Chiu.

China tidak mengakui kedaulatan Taiwan, menganggap pulau itu sebagai provinsi yang memisahkan diri dan berulang kali mengancam akan mencaploknya dengan kekuatan militer.

Laporan penahanan dan penyelidikan Li di China atas buku-buku yang mengkritik kebijakannya sekali lagi menyoroti pendekatan keras negara yang dikuasai komunis itu untuk menekan perbedaan pendapat melalui kantor polisi rahasia di luar negeri.

Tsai Ming-yen, direktur Biro Keamanan Nasional Taiwan mengatakan China dapat menjalankan kantor polisi luar negerinya di tanah Taiwan.

“Mereka [kantor polisi luar negeri China] memang ada … kami sedang menyelidiki,” kata Tsai kepada anggota parlemen, lapor Taiwan News.

Tsai lebih lanjut menambahkan  “[China] dapat mengawasi warga negara China atau pasangan mereka di Taiwan, melalui individu atau organisasi terkait.”

Pada Oktober 2022, polisi federal Kanada memulai penyelidikan terhadap pos polisi China di sebuah rumah hunian, gedung komersial satu lantai, dan toko serba ada di wilayah Toronto.

Langkah tersebut dilakukan ketika Safeguard Defenders yang berbasis di Madrid melaporkan September lalu bahwa sekitar 54 kantor polisi luar negeri di berbagai negara dijalankan oleh Beijing.

Laporan kelompok HAM memicu penyelidikan dan perintah untuk menutup kantor polisi rahasia dari pemerintah di seluruh dunia.

China telah berulang kali menahan individu yang terlibat dalam kegiatan demokrasi di Taiwan sebagai tindakan pembalasan terhadap Taiwan karena menegaskan kemerdekaannya.

Pada Agustus 2022, Yang Chih-yuan, wakil ketua Partai Nasional Taiwan ditangkap oleh polisi keamanan negara China di kota Wenzhou, China karena aktivitas politiknya di Taiwan, lapor RFA.

Dia dituduh mendirikan Partai Nasional Taiwan yang pro-kemerdekaan, dengan tujuan “mempromosikan Taiwan untuk bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai negara yang berdaulat dan merdeka.”

Yang berada  di bawah “pengawasan di lokasi yang ditentukan” mulai 4 Agustus 2022 di Provinsi Zhejiang.

Pengawasan  yang diberlakukan oleh otoritas China berarti bahwa tahanan tidak akan memiliki akses ke  pengacara atau keluarga selama enam bulan ke depan.

Lee Ming-cheh, seorang manajer perguruan tinggi komunitas Taiwan dipenjara selama lima tahun di China setelah dia dihukum karena tuduhan “subversi” terkait dengan kegiatannya.

Sumber: Chinas arrest of Taiwanese publisher sparks uproar

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi