UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Uskup India: Kekerasan Manipur targetkan masyarakat adat beragama Kristen

Mei 30, 2023

Uskup India: Kekerasan Manipur targetkan masyarakat adat beragama Kristen

Seorang pria berjalan melewati sebuah rumah yang dibakar dan dirusak oleh massa di desa Khumujamba di Churachandpur pada 9 Mei di daerah yang dilanda kekerasan di Negara Bagian Manipur, India timur laut. (Foto: AFP)

Kekerasan sektarian di Negara Bagian Manipur, timur laut India “dirancang dengan baik” dan “menargetkan suku Kuki”, sekitar 90 persen di antaranya adalah Kristen dari berbagai denominasi, kata Dewan Uskup Kerala.

“Memang benar bahwa konflik di antara mayoritas  Hindu setempat yang mewakili suku Meiteis dan penduduk asli, kebanyakan Kristen, yang digunakan untuk menghancurkan masyarakat adat beragama Kristen,” kata Pastor Michael Pulickal, sekretaris Komisi Kerukunan Sosial Dewan Uskup Kerala.

Pastor Pulickal mengatakan kepada UCA News pada 29 Mei, tiga hari setelah merilis laporan komisi itu,  “Partai Bharatiya Janata (BJP) pro-Hindu mengubah warna kekuasaannya” dan kekerasan “telah menerapkan standar ganda” partai tersebut.

Imam, anggota Karmelit Maria Tak Bernoda, mengatakan komisi itu telah mengumpulkan masukan dari sumber yang dapat dipercaya karena pihaknya sulit untuk mengunjungi negara bagian itu saat ini karena kekerasan terus berlanjut yang dilaporkan merenggut nyawa lebih dari 70 orang.

“Kerusuhan,” lanjutnya, “telah menelantarkan lebih dari 45.000 warga Kukis dan menghancurkan lebih dari 1.700 rumah, Gereja dan lembaga Kristen lainnya.”

Komisi tersebut mengatakan “perubahan kebijakan dan program Ketua Menteri BJP N. Biren Singh di negara bagian itu telah memecah belah masyarakat.”

Singh berasal dari komunitas Meitei dan mantan jurnalis. Negara bagian berbukit yang berbatasan dengan Myanmar itu menyaksikan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 3 Mei ketika kelompok suku, terutama Kristen, memprotes keputusan pengadilan yang memberikan status Suku Terjadwal (ST) kepada suku Meitei.

Orang Meitei, yang merupakan 53 persen dari 3,2 juta penduduk Manipur, mengendalikan kekuatan politik (mereka memiliki 40 dari 60 anggota parlemen di majelis negara bagian) dan mendominasi dalam urusan sosial-ekonomi.

Kuki dan kelompok suku lainnya memprotes pemberian status ST kepada orang Meitei karena menjamin reservasi berdasarkan konstitusi India, yang secara tradisional diberikan kepada komunitas suku yang kurang beruntung untuk memastikan representasi politik dan manfaat dalam pendidikan dan pekerjaan.

“Begitu banyak orang kehilangan nyawa, mata pencaharian, dan rumah, tetapi kami masih belum menemukan pemimpin nasional senior BJP yang memerintah kabupaten dan negara bagian yang mengutuknya atau menunjukkan penyesalan atas kekerasan tersebut,” kata Pastor Pulickal.

Imam itu menjelaskan bagaimana BJP di Negara Bagian Kerala, di mana umat Kristen merupakan 18 persen dari 33 juta orang, “berusaha membujuk umat Kristen” sementara di Manipur “pemerintahnya menargetkan umat Kristen.” Dia memperingatkan orang-orang terhadap “standar ganda partai” itu.

Merujuk pada komentar baru-baru ini oleh para uskup di Kerala yang tampaknya mendukung BJP, Pastor Pulickal mengatakan: “Memang benar orang salah mengartikan kami mendekati BJP. Uskup kami sedang berbicara dengan partai yang berkuasa untuk mengatasi berbagai masalah yang mengganggu anggota komunitas dan lainnya di negara bagian ini.”

Namun, katanya, upaya tersebut tidak bisa menjadi tolok ukur untuk menyimpulkan bahwa komunitas Kristen mendukung BJP.

Para uskup dan pemimpin Gereja lainnya di Kerala sangat menyadari bahwa banyak negara bagian yang dikuasai BJP telah memberlakukan undang-undang anti-konversi yang ketat dan menargetkan umat Kristen dan institusi mereka, tambah imam itu.

Sumber: Indian bishops say Manipur riots targeted tribal christians

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2023. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi