UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Represi terus berlanjut, rezim Nikaragua bekukan rekening bank milik keuskupan

Juni 5, 2023

Represi terus berlanjut, rezim Nikaragua bekukan rekening bank milik keuskupan

Kardinal Leopoldo Brenes dari Managua, Nikaragua. (Foto: Twitter)

Nikaragua telah membekukan rekening bank keuskupan-keuskupan secara nasional di tengah langkah  rezim Presiden Daniel Ortega yang meningkatkan penganiayaan terhadap Gereja Katolik dengan tuduhan pencurian dan pencucian uang.

Rezim juga meminta Konferensi Waligereja Nikaragua dan Kardinal Leopoldo Brenes, uskup agung Managua memberikan “penjelaskan terkait pergerakan rekening bank keuskupan-keuskupan sehingga hukum negara dipatuhi setiap saat, menghindari tindakan ilegal yang telah dilakukan,” menurut pernyataan pada 27 Mei dari kepolisian negara itu.

Kepolisian itu mengklaim telah diberitahu pada 19 Mei tentang “aktivitas terlarang dalam pengelolaan dana di rekening bank milik orang yang dihukum penjara akibat pengkhianatan.”

Ia juga mengklaim penyelidikan selanjutnya menemukan uang asing masuk ke rekening bank Gereja “secara tidak teratur”.

“Penganiayaan itu nyata,” kata seorang imam yang diasingkan kepada OSV News. “Dulu mereka menuduh Gereja menyimpan senjata, sekarang uang saat Gereja mengalami kemelaratan.”

Surat kabar independen Confidencial menulis bahwa akun yang dibekukan pertama kali dilaporkan di Keuskupan Estelí, di mana Uskup Matgalpa, Mgr. Rolando Álvarez yang dipenjara adalah administrator apostolik. Uskup Álvarez dijatuhi hukuman 26 tahun penjara pada Februari setelah persidangan palsu atas tuduhan merusak kedaulatan negara dan menyebarkan informasi palsu.

Dua imam juga – Pastor Eugenio Rodríguez Benavides dan Pastor Leonardo Guevara Gutiérrez –   masing-masing ditahan pada 20 Mei dan 22 Mei, dan sedang diselidiki untuk masalah yang berkaitan dengan Caritas yang sekarang sudah tutup, menurut pernyataan Keuskupan Estelí.

Imam lain, Pastor Jaime Iván Montecinos, imam Paroki St. Johanes Paulus II di Keuskupan Matagalpa, ditahan pada 24 Mei karena alasan yang tidak diketahui, menurut media Nikaragua.

Pembekuan rekening bank mempersulit pelayanan Gereja dan pemeliharaan paroki.

Gereja-gereja di Nikaragua memberikan perlindungan bagi pengunjuk rasa melawan rezim Ortega, sementara para pastor menemani tahanan politik — menimbulkan kemarahan Ortega.

Paus Fransiskus telah menyerukan dialog, tetapi Vatikan menutup kedutaannya di Managua pada Maret 2023 setelah Nikaragua mengusulkan penangguhan hubungan diplomatik.

Sumber: Nicaraguan regime freezes bank accounts of dioceses nationwide

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi