UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus berdoa untuk korban kecelakaan kereta api di India

Juni 6, 2023

Paus berdoa untuk korban kecelakaan kereta api di India

Para pekerja kereta api membantu menormalkan kembali layanan di lokasi kecelakaan tabrakan tiga kereta di dekat Balasore, sekitar 200 km dari Bhubaneswar, ibu kota Negara Bagian Odhisa, pada 4 Juni. (Foto: AFP)

Otoritas pemerintah bekerja untuk memulihkann kembali layanan kereta api di distrik Balasore pada 4 Juni setelah kecelakaan paling mematikan di India dalam beberapa dekade yang menewaskan 275 orang dan melukai sedikitnya 1.000 pada 2 Juni.

Di Vatikan dalam Doa Angelus Hari Minggu, Paus Fransiskus mengenang para korban kecelakaan yang melibatkan tiga kereta api.

“Semoga Bapa di Surga menerima jiwa-jiwa almarhum ke kerajaan-Nya,” katanya, melalui telegram kepausan yang dikirim ke Duta Besar Vatikan untuk India.

Pada 4 Juni Paus juga meyakinkan mereka yang menderita luka-luka bahwa dia dekat dengan mereka dan keluarga mereka.

CNN dan outlet berita lainnya melaporkan pada 4 Juni bahwa jumlah korban tewas diturunkan menjadi 275 orang, setelah para pejabat menemukan bahwa beberapa korban telah dihitung dua kali selama kekacauan yang terjadi setelah kecelakaan itu.

Jumlah korban luka dilaporkan bervariasi lebih dari 900 dan sekitar 1.000 orang. Pada 4 Juni, upaya penyelamatan telah berakhir dan kereta yang tergelincir telah dipindahkan dari rel.

Kecelakaan itu terjadi di Negara Bagian Odisha, India timur, sekitar 137 mil barat daya Kolkata, biara St. Teresa dan Misionaris Cinta Kasihnya. Kolkata berada di Negara Bagian Benggala Barat.

Menurut BBC, mengutip pejabat India, beberapa gerbong dari Kereta Api Shalimar-Chennai Coromandel Express tergelincir di distrik Balasore, kemudian kereta barang menabraknya. Beberapa gerbongnya menyeberang ke jalur yang berlawanan. Kemudian kereta ketiga — Howrah Superfast Express yang berangkat dari Yesvantpur ke Howrah — menabrak gerbong yang terbalik.

Pastor Lijo George, direktur Karya Sosial Keuskupan Balasore di Negara Bagian Odisha, koordinator relawan Gereja Katolik di lokasi kecelakaan, bersama para imam, suster, dan relawan Gereja awam membantu mereka yang luka-luka.

Dalam telegram tertanggal 3 Juni, Paus Fransiskus mengatakan dia “sangat sedih mengetahui hilangnya banyak nyawa yang disebabkan oleh kecelakaan kereta api” dan meyakinkan “semua yang terkena dampak tragedi kedekatan spiritualnya ini.”

Telegram itu dikirim oleh Kardinal Pietro Parolin, sekretaris negara Vatikan kepada Uskup Agung Leopoldo Girelli, Duta Besar Vatikan untuk India, atas nama Paus Fransiskus.

Paus menyerahkan jiwa-jiwa almarhum “kepada belas kasihan dari Yang Mahakuasa”, dan mengirimkan “belasungkawa yang tulus kepada mereka yang berduka atas kehilangan mereka”.

Dia berdoa “bagi banyak korban terluka dan upaya personel layanan darurat,” memohon kepada semua orang “karunia keberanian dan penghiburan ilahi.”

Konferensi Waligereja India dalam sebuah pernyataan menyampaikan “doa dan simpati atas begitu banyak orang yang tewas” dan mengharapkan pemulihan yang cepat bagi para korban yang luka-luka.

Para uskup itu juga menyerukan kepada pemerintah “untuk mencari tahu penyebab kecelakaan mematikan tersebut dan mengambil langkah-langkah agar tragedi seperti itu dapat dihindari di masa depan.”

Sumber: Pope prays forindian train crash victims 

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi