UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Katolik Korea akan kirim bantuan bagi korban gempa di Maroko

September 12, 2023

Gereja Katolik Korea akan kirim bantuan bagi korban gempa di Maroko

Orang-orang membawa jenazah korban gempa mematikan berkekuatan 6,8 skala Richter di dekat Amizmiz di Maroko tengah pada 10 September. (Foto: AFP)

 

Gereja di Korea Selatan berduka atas para korban gempa bumi dahsyat di Maroko dan akan mengirimkan bantuan untuk pemulihan dan rehabilitasi, kata seorang pemimpin Gereja.

Uskup Agung Seoul, Mgr. Peter Chung Soon-taek telah mengirimkan surat kepada Keuskupan Rabat di Maroko untuk menyampaikan “kesedihan mendalam dan belasungkawa” atas hilangnya lebih dari 2.000 nyawa dan ribuan rumah akibat gempa bumi, lapor Catholic Peace Broadcasting Corporation of Korea (CPBC) pada 11 September.

“Saya menyampaikan kata-kata penghiburan kepada semua orang yang kehilangan rumah, termasuk keluarga mereka yang berharga, dan saya berharap akan ada kesembuhan cepat bagi mereka yang menderita luka-luka,” kata Uskup Chung.

“Semua anggota Keuskupan Agung Seoul juga berdoa [bersama] untuk rakyat Maroko dan [akan] memberikan bantuan praktis apa pun yang mereka bisa lakukan,” tambah prelatus itu.

Kelompok amal Katolik yang berbasis di Keuskupan Agung Seoul, Babo Nanum dan One Body, One Spirit Movement akan mengumpulkan dana dan mengirimkannya ke Maroko melalui Caritas Internationalis, tegas Uskup Chung.

Dia mengatakan keuskupan agung itu akan mengumpulkan lebih banyak dana melalui kampanye penggalangan dana untuk dikirim ke Maroko.

Gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter melanda Marrakesh, sebuah kota bersejarah  sekitar 72 kilometer barat daya  Maroko pada 8 September.

Pada 11 September, jumlah korban tewas telah mencapai 2.122 orang dan jumlah korban luka sebanyak 2.421 orang, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan kemajuan upaya penyelamatan, lapor CNN.

Gempa tersebut dilaporkan sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Maroko sejak tahun 1960 ketika gempa tersebut menewaskan lebih dari 12.000 orang.

Raja Maroko Mohammed VI pada 10 September mengucapkan terima kasih kepada Spanyol, Qatar, Inggris, dan Uni Emirat Arab karena telah mengirimkan bantuan, lapor CNN mengutip lembaga penyiaran milik pemerintah Maroko, Al Aoula.

“Pihak berwenang Maroko merespons, pada tahap ini, terhadap tawaran dukungan yang diberikan oleh negara-negara sahabat… yang  memobilisasi sekelompok tim  penyelamatan,” kata Raja Mohammed.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 300.000 orang terkena dampaknya di Marrakesh dan sekitarnya.

Lebih dari 1.000 orang tewas di Provinsi Al Haouz dan lebih dari 400 orang tewas di kota Taroudant, Maroko barat daya, lapor CNN.

Bantuan internasional telah mengalir ke Maroko dalam bentuk dana dan personel pendukung darurat setelah bencana tersebut.

Prancis memobilisasi bantuan dari dana pemerintah daerah untuk membantu operasi kemanusiaan di wilayah yang terkena dampak gempa. Spanyol telah mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan yang terdiri dari 56 tentara dan empat anjing pelacak.

Turki, yang dilanda gempa mematikan awal tahun ini yang mengakibatkan hampir 60.000 orang tewas dan lebih dari 120.000 orang cedera, menyatakan siap mengirim 265 personel dan 1.000 tenda ke Maroko.

Inggris telah mengerahkan 60 spesialis pencarian dan penyelamatan, termasuk empat anjing pelacak, peralatan penyelamat, dan tim penilai medis.

Negara tetangganya, Aljazair, yang telah memutuskan semua hubungan diplomatik dengan
Maroko tahun 2021 dan menutup wilayah udaranya untuk semua pesawat yang terdaftar di Maroko, mengatakan akan membuka kembali wilayah udaranya untuk bantuan kemanusiaan dan penerbangan medis menuju dan dari negara Arab tersebut.

Para pemimpin dunia telah menyampaikan belasungkawa dan jaminan bantuan kepada Maroko.

Sumber: Korean Catholics to send aid to Moroccos quake victims

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi