UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus berdoa untuk para korban banjir di Libya dan ajak solidaritas

September 14, 2023

Paus berdoa untuk para korban banjir di Libya dan ajak solidaritas

Mobil-mobil yang terbalik tergeletak di antara puing-puing lainnya akibat banjir bandang di Derna, Libya timur, pada 11 September. (Foto: AFP)

 

Setelah badai hebat yang memicu banjir yang membobol bendungan di Libya timur, yang menyebabkan kematian ribuan orang, Paus Fransiskus menyampaikan belasungkawa dan mendesak semua orang untuk berdoa dan memberikan bantuan nyata.

Berbicara kepada para peziarah dan pengunjung yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada 13 September untuk audiensi umum mingguannya, Paus Fransiskus berbicara tentang badai hebat yang melanda Libya pada 10 September, yang menyebabkan dua bendungan jebol di dekat Kota Derna, sehingga menimbulkan aliran air yang sangat deras yang menyapu bersih sebagian besar kota.

Pejabat setempat mengatakan pada 13 September bahwa jumlah korban tewas telah meningkat di atas 5.100 dan diperkirakan akan meningkat karena ribuan orang masih hilang.

“Saya mengajak Anda untuk bergabung dalam doa saya bagi mereka yang kehilangan nyawa, bagi keluarga mereka, dan bagi para pengungsi,” kata paus dalam audiensi umum tersebut.

“Semoga kita tidak gagal dalam solidaritas kita dengan saudara-saudari ini, yang mengalami bencana yang begitu dahsyat,” kata Bapa Suci.

Kekhawatiran paus diungkapkan sehari sebelumnya dalam sebuah telegram kepada Uskup Agung Savio Hon Tai-Fai, Duta Besar Vatikan untuk Libya.

“Yang Mulia Paus Fransiskus sangat sedih mengetahui banyaknya korban jiwa dan kehancuran yang disebabkan oleh banjir di bagian timur Libya, dan beliau menyampaikan doanya bagi jiwa orang-orang yang meninggal dan semua yang berduka atas kehilangan orang yang mereka cintai, kata telegram yang ditandatangani Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan.

“Yang Mulia juga mengungkapkan kedekatan spiritual yang tulus kepada mereka yang terluka, kepada mereka yang mengkhawatirkan hilangnya orang yang mereka cintai, dan kepada personel  yang memberikan bantuan penyelamatan dan pertolongan.”

Tamer Ramadan, ketua Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Libya, mengatakan kepada wartawan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan akan  “sangat besar”, demikian yang dilaporkan BBC pada 12 September.

Sumber: Pope urges prayer solidarity after flooding in Libya

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi