UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Vatikan mengizinkan diakon yang menikah untuk pelayanan Gereja di Filipina

September 14, 2023

Vatikan mengizinkan diakon yang menikah untuk pelayanan Gereja di Filipina

Seorang relawan Gereja memberikan Komuni kepada umat Katolik saat Misa di dalam sebuah gereja di Manila pada 2 September 2020. (Foto: AFP)

 

Vatikan telah menyetujui permintaan para uskup Filipina untuk mengizinkan mereka menahbiskan umat Katolik yang memenuhi syarat, termasuk pria yang sudah menikah, sebagai diakon tetap untuk membantu  meningkatnya rasio imam-umat Katolik di negara tersebut.

Paus Fransiskus mengabulkan permintaan Konferensi Waligereja Filipina untuk membentuk “diakonat permanen” dalam Gereja lokal, menurut surat Vatikan yang diterima Konferensi Waligereja Filipina  pada 12 September.

Uskup Agung Romeo Lazo, ketua Komisi Klerus Konferesi Waligereja Filipina, mengatakan persetujuan tersebut menjawab kebutuhan sosial-pastoral yang besar di negara mayoritas Katolik itu.

Para misionaris Spanyol menginjili Filipina empat abad lalu sehingga menjadikan Filipina sebagai negara mayoritas Katolik.

“Tetapi karena jumlah penduduk kami yang besar, kami mengalami kekurangan imam,” kata Uskup Agung Lazo kepada UCA News pada 13 September.

Surat Vatikan yang dikeluarkan oleh Uskup Agung Edgar Peña Parra, Pengganti Urusan Umum Sekretariat Negara Vatikan, memuji langkah tersebut sebagai “inisiatif mulia” yang akan “menghasilkan banyak buah di tahun-tahun mendatang.”

Surat tersebut, yang ditujukan kepada Ketua Konferensi Waligereja Filipina Uskup Pablo Virgilio David, memintanya untuk menghubungi Dikasteri Klerus Vatikan untuk meminta guna keperluan lebih lanjut mengenai pendirian diakonat permanen.

Surat Vatikan tertanggal 17 Agustus itu muncul sebagai tanggapan atas surat tertanggal 25 Juli dari Konferensi Waligereja Filipina yang meminta izin, kata sebuah laporan di situs berita Konferensi Waligereja Filipina.

Uskup Agung Lazo mengatakan sebagian besar uskup memberikan suara mendukung diakon permanen dalam rapat pleno mereka pada bulan Juli.

Filipina memiliki lebih dari 85 juta umat Katolik, yang merupakan 92 persen dari total populasi lebih dari 108 juta jiwa, menurut statistik pemerintah yang diambil dari sensus terbaru tahun 2020.

Namun negara ini rata-rata hanya memiliki satu imam yang melayani sekitar 9.500 umat Katolik, yang jauh lebih kecil dibandingkan rasio satu imam untuk 3.373 umat Katolik di seluruh dunia, menurut statistik Gereja.

Kasus di Filipina adalah yang terburuk di Asia, yang memiliki rata-rata satu imam untuk 2.137 umat Katolik. Negara ini juga lebih buruk dibandingkan Amerika (1:5.534) dan Afrika (1:5.101), menurut statistik yang diterbitkan Vatikan tahun 2023.

“Sudah ada panggilan untuk menjadi diakon permanen di Filipina. Jika ada panggilan, selalu ada ruang untuk pelayanan,” kata Uskup Agung Lazo kepada UCA News.

Umat awam Katolik menyambut baik 

Michael Sales, seorang dokter dan ayah tiga anak dari Paranaque di pinggiran Manila, mengatakan dia bersedia menjadi diakon tetap.

“Ini adalah pilihan di antara para pria yang sudah berkeluarga yang mempunyai keinginan untuk melayani Gereja,” kata Sales kepada UCA News.

Dia membagikan Komuni pada Hari Minggu. “Tapi saya merasa ada yang kurang. Mungkin saya dapat melayani Gereja lebih banyak lagi” dengan menjadi diakon, tuturnya.

Uskup David mengatakan kepada UCA News bahwa diakon permanen dapat melayani “pusat misi” di Filipina, yang jumlah imamnya lebih sedikit.

“Jika kami memiliki diakon tetap, kami dapat menempatkan mereka di pusat-pusat misi sebagai imam,” tambah Uskup David.

Diakonat permanen, yang berbeda dengan diakonat transisi, memperbolehkan penahbisan pria yang sudah menikah agar mereka dapat memberikan pelayanan pastoral. Diakon tetap dapat secara mandiri menyelenggarakan dua dari tujuh sakramen – Pembaptisan dan Perkawinan.

Meskipun diakonat transisi merupakan bagian dari persiapan imamat, diakonat permanen menerima pria lajang atau menikah setelah pembinaan teologis tertentu. Mereka tidak akan ditahbiskan menjadi imam.

Kebanyakan diakon tetap adalah pria yang sudah menikah karena pria lajang yang belum menikah mempunyai pilihan untuk menjadi diakon transisi dan kemudian ditahbiskan sebagai pendamping rohani.

Sumber: Vatican allows married deacons for Phil church

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi