UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para uskup Prancis luncurkan proyek menyelamatkan warisan keagamaan yang rusak

September 29, 2023

Para uskup Prancis luncurkan proyek menyelamatkan warisan keagamaan yang rusak

Sebuah poster yang dipublikasikan secara online mengumumkan peluncuran General Estates of Religious Heritage oleh Konferensi Waligereja Prancis yang akan diselenggarakan dari September 2023 hingga Desember 2024. (Foto: Konferensi Waligereja Prancis)

 

Stéphane Frère adalah seorang pengendara sepeda dan walikota Bonnesvalyn, Prancis telah menghabiskan waktu satu mil dengan bersepeda di jalan-jalan Florida dan California. Namun perjalanan dari Prancis  ke Roma pada Juli itulah yang akan tetap menjadi salah satu perjalanan terpenting dalam hidupnya.

Ia ingin menarik sponsor dan donatur untuk gereja di desanya yang memerlukan perbaikan segera. Berkat usahanya, tidak hanya gereja di desanya sendiri, ribuan bangunan keagamaan di Prancis mungkin mendapat perhatian — dan pendanaan.

Peluncuran General Estates of Religious Heritage, atau États généraux du patrimoine religieux dalam Bahasa Prancis, seharusnya berlangsung di Biara Mont-Saint-Michel yang terkenal, yang merayakan ulang tahunnya ke-1000 pada Juni.

Namun, Konferensi Waligereja Prancis, berkat kampanye sepeda Frère, memutuskan untuk meluncurkannya di Bonnesvalyn, sebuah kota berpenduduk 240 jiwa yang terletak dekat Château-Thierry, tidak jauh dari Reims dan terkenal dengan penghasil anggur.

Tujuan proyek para uskup ini diumumkan pada 12 September, bekerja sama dengan otoritas pemerintah untuk melestarikan warisan yang tak ternilai ini.

“Ini menyangkut semua orang, bukan hanya Gereja Katolik,” kata Uskup Renauld de Dinechin kepada OSV News.

Sebagai uskup Keuskupan Soissons, di pedesaan di mana desa Bonnesvalyn berada, dia hadir pada presentasi États généraux du patrimoine religieux.

Mayoritas dari 100.000 tempat ibadah di Prancis adalah milik Katolik, yang dibangun setelah tahun 1905. Namun lebih dari 40.000 tempat ibadah bergantung pada pemerintah, berdasarkan undang-undang tahun 1905 tentang pemisahan Gereja dan negara.

Sekitar 4.000-5.000 bangunan keagamaan di Prancis saat ini berada dalam kondisi rusak parah. Namun di banyak kota kecil, anggaran pemeliharaan gereja terlalu besar untuk dipertahankan.

“Banyak gereja menjadi aset wisata utama negara ini,” kata Pastor Gautier Mornas, koordinator États généraux du patrimoine religieux, kepada OSV News.

“Perwakilan lokal memahami bahwa pesta para santo pelindung, atau rute ziarah ke (Santiago de) Compostela, dapat memberikan manfaat bagi distrik mereka.”

Prancis memiliki warisan sejarah yang sangat besar berupa gereja-gereja terkenal, namun kebakaran di Katedral Notre Dame tahun 2019 hampir menghanguskan salah satu gereja terpenting di dunia dan salah satu tempat wisata utama Paris, menimbulkan tanda bahaya bahwa kondisinya benar-benar memprihatinkan.

Hal ini juga meningkatkan kesadaran para politisi terkemuka Prancis. Pada 15 September presiden Prancis meluncurkan kampanye donasi nasional untuk mengumpulkan 200 juta euro (210 juta dolar AS), selama empat tahun ke depan, untuk gedung-gedung keagamaan yang terancam punah.

Dia membuat pengumuman tersebut saat mengunjungi Gereja Notre-Dame de Semur-en-Auxois abad ke-11 di kawasan penghasil anggur Bourgogne.

“Ada keterikatan terhadap warisan ini, apakah kita beriman atau tidak,” kata Presiden Emmanuel Macron.

Proyek para uskup terdiri dari melakukan survei skala besar di 100 keuskupan di Prancis, untuk mendapatkan gambaran yang tepat tentang seluruh warisan yang dimaksud: bangunan dan benda keagamaan tetapi juga furnitur dan aset tak berwujud. Survei ini akan mencakup dengar pendapat para ahli dan pertemuan dengan para spesialis dari berbagai perspektif – mulai dari aspek teknis hingga ekonomi dan pastoral. Pertemuan pertama akan diadakan di Paris pada 4 November.

Salah satu kekhawatiran utama di Prancis adalah mengenai gereja-gereja yang tidak lagi digunakan untuk ibadat atau Misa.

“Gereja seringkali menjadi satu-satunya simbol sejarah dan identitas desa-desa yang ditinggalkan”, kata Uskup de Dinechin kepada OSV News.

Banyak umat Katolik yang berjuang untuk mempertahankan gereja-gereja mereka agar tetap hidup.

Sebuah asosiasi bernama Les priants des campagnes (Mereka yang berdoa di pedesaan), mendorong umat awam untuk pergi ke gereja dan membukanya setiap hari, dan menghabiskan waktu di sana untuk berdoa.

Philippe de La Mettrie, ketua asosiasi tersebut, kepada OSV News bahwa “Jika sebuah Gereja masih hidup, uang untuk memperbaikinya akan ditemukan.”

Asosiasi ini juga berupaya untuk membentuk dana abadi untuk membantu dewan kota melaksanakan pekerjaan.

“Kita bisa memikirkan kegunaan lain dari gereja, tapi hanya dengan mempertimbangkan masing-masing kasus secara individual,” kata Uskup de Dinechin kepada OSV News.

Misalnya, rute gereja berbenteng Thiérache sepanjang 93 mil di Prancis utara menjadi saksi sejarah hampir seribu tahun.

Proyek États généraux du patrimoine religieux dari Konferensi Waligereja Prancis akan berlangsung hingga Desember 2024, bulan yang sama dengan pembukaan kembali Katedral Notre Dame di Paris untuk umum.

Sumber: French bishops launch project to save crumbling religious heritage

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi