UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Organisasi Kristen Malaysia tolak acara negara terkait lagu Natal

Nopember 27, 2023

Organisasi Kristen Malaysia tolak acara negara terkait lagu Natal

Umat berkumpul untuk beribadah di Gereja Katolik di ibu kota Malaysia Kuala Lumpur dalam foto ini. (Foto: AFP)

 

Sebuah kelompok lintas Gereja di Negara Bagian Sarawak, Malaysia, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, menolak undangan untuk berpartisipasi dalam program Natal yang disponsori negara setelah penyelenggara menolak untuk mengganti lagu yang populer namun lagu komersial untuk perayaan tersebut.

Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Sarawak (ACS) Donald Jute mengatakan kelompoknya tidak akan terlibat dalam acara bertajuk “Gita Natal, Kebhinekaan Sarawak” pada 3 Desember setelah penyelenggara utama TV Sarawak (TVS) mengklaim tidak dapat memenuhi permintaannya untuk mengganti lagu Jingle Bell Rock dengan lagu Malam Kudus, demikian lapor Malay Mail pada 24 November.

“ACS menyatakan penyesalannya karena permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh TVS,” kata Jute dalam suratnya kepada Unit Agama Lain Sarawak (Unifor), yang merupakan sebuah badan lokal untuk berbagai badan keagamaan bekerjasama dengan negara bagian itu dan federal.

Penyiar mengatakan pihaknya menolak permintaan untuk mengubah lagu tersebut karena ada persetujuan dari “elemen agama” dan “protokol” dari Dewan Sensor Film Malaysia dan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, katanya.

Penolakan lembaga penyiaran negara itu untuk mengganti lagu pop Natal itu dengan lagu Malam Kudus yang memiliki unsur-unsur religius, kata Voon Lee Shan, ketua Partai Bumi Kenyalang, sebuah partai politik sayap kanan-tengah yang berbasis di Sarawak, lapor Malaysia Email.

“Penyelenggara gagal memahami bahwa meskipun Islam adalah agama resmi di federasi, terdapat kebebasan beribadah berdasarkan Konstitusi Federal bagi agama lain di negara ini,” kata Shan.

‘Malam Kudus’ adalah lagu Natal yang ditulis oleh penyair Prancis Placide Cappeau tahun 1843 dan diiringi musik oleh komposer Prancis Adolphe Adam tahun 1847.

Shan memperingatkan penyelenggara bahwa ini adalah isu sensitif bagi umat Kristen di wilayah tersebut.

“Penyelenggara juga harus memahami kepekaan masalah ini di kalangan umat Kristiani di Sarawak karena Natal dikaitkan dengan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus dan juga merupakan lagu pujian kepada Tuhan kami,” kata Shan.

Shan juga menekankan jika penyelenggara menganggap lagu ‘Malam Kudus’ memiliki “elemen religius” maka tidak ada alasan untuk mengundang ACS untuk menghadiri program tersebut.

ACS adalah sebuah badan keagamaan yang “anggota komitenya adalah para pemimpin rohani Gereja yang memperhatikan kepentingan umat Kristiani di Sarawak,” kata Shan.

Dia juga memuji ACS karena menarik diri dari acara tersebut dan menghentikan inisiasi “preseden buruk” di negara tersebut.

“ACS dengan tepat menolak undangan tersebut karena tidak hanya akan menjadi preseden buruk di masa depan, tapi juga diskriminatif terhadap agama Kristen di Malaysia,” kata Shan.

Ketua ACS mengatakan alasan dari lembaga penyiaran negara itu tidak dapat diterima.

“Sulit dan berat bagi kami untuk menerima alasan ini. Sebagaimana kita ketahui bersama, Natal adalah menyambut perayaan hari lahir Tuhan Yesus. Natal adalah tentang Kristus. Tidak ada Natal tanpa Kristus,” kata Jute.

Lebih dari 60 persen dari sekitar 32 juta penduduk Malaysia adalah Muslim, sekitar 20 persen beragama Buddha, sekitar 10 persen beragama Kristen, dan 6,3 persen beragama Hindu, menurut perkiraan resmi tahun 2018.

Mayoritas umat Kristen Malaysia tinggal di dua dari 13 negara bagian – Sarawak dan Sabah – di Pulau Kalimantan. Sebagai bekas koloni mahkota Inggris, Sarawak adalah negara bagian terbesar di Malaysia dengan mayoritas penduduk beragama Kristen.

Sekitar 50 persen dari perkiraan 2,4 juta penduduk Sarawak beragama Kristen, diikuti oleh Muslim (sekitar 34 persen) dan Buddha (12,8 persen).

Protestan, sebagian besar Anglikan, merupakan mayoritas umat Kristen di Sarawak. Sekitar 441.300 umat Katolik di Keuskupan Agung Kuching,  Keuskupan Miri dan Keuskupan Sibu.

Sumber: Malaysia christian body snubs state program over xmas song

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi