UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Timor-Leste beri penghargaan kepada jurnalis Katolik asal Sri Lanka

Nopember 28, 2023

Timor-Leste beri penghargaan kepada jurnalis Katolik asal Sri Lanka

Presiden Timor-Leste Ramos Horta menyerahkan Presiden Timor-Leste Ramos Horta menyerahkan 'Order of Timor-Leste kepada Freddy Gamage pada sebuah upacara di Dili, ibu kota Timor-Leste, pada 27 November. (Foto disediakan)

 

Jurnalis Katolik terkenal dan aktivis sosial Freddy Cristo Gamage telah dianugerahi penghargaan bergengsi oleh pemerintah Timor-Leste sebagai pengakuan atas komitmennya yang teguh terhadap perjuangan kemerdekaan negara itu.

Penghargaan ‘Order of Timor-Leste’ tersebut diserahkan oleh Presiden Ramos Horta pada upacara kenegaraan di ibu kota, Dili, pada 27 November, sehari sebelum negara itu merayakan 48 tahun kemerdekaan dari Portugal, sebelum kemudian dijajah Indonesia.

Fredy Cristo Gamage, seorang tokoh terkemuka di bidang jurnalisme dan aktivisme, telah memainkan peran penting dalam mengadvokasi kemerdekaan Timor-Leste, dengan melakukan kampanye global, termasuk di negara asal Sri Lanka.

Gamage mengatakan kepada UCA News, ia ikut dalam solidaritas untuk perjuangan Timor-Leste ketika pada 1989-1992 mencari suaka di Filipina.

Saat itu ia bergabung dengan Inisiatif untuk Dialog Internasional [IID] yang juga ikut memberi perhatian pada isu Timor-Leste.

“Dari situlah saya mengetahui lebih banyak tentang perjuangan rakyat Timor,” katanya.
Dia mengatakan, karena perjuangannya itu, ia mengalami deportasi dua kali di Filipina, termasuk pada tahun 1994, saat kembali ke negara itu untuk mengikuti konferensi IID.

Dia mengatakan, baru mengetahui adanya larangan bagi orang asing untuk ikut saat melihat banyak jurnalis di bandara di Manila.

Saat itu, katanya, ketika pihak berwenang dan petugas imigrasi sedang mempersiapkan dokumennya untuk deportasi, dia sempat berbicara selama 4-5 menit dalam bahasa Tagalog dan Inggris tentang mendukung kemerdekaan Timor-Leste.

Dia menyebut, langkahnya memang beresiko, “tapi saya pikir ini adalah tugas saya untuk perjuangan rakyat Timor-Leste.”

Saat kembali ke Sri Langka pada tahun 1994, Gamage kemudian membentuk Friends of the Third World.

“Kami berkampanye untuk kemerdekaan Timo-Leste setidaknya dalam aksi protes dua kali setahun,” katanya.

Dia mengatakan, sangat senang kemudian karena Timor-Leste merdeka, bergerak maju “dan juga mengakui kami sebagai teman solidaritas yang mendukung perjuangan mereka.”

“Saya sangat senang hari ini karena ini adalah mimpi yang telah lama ditunggu-tunggu dan akhirnya menjadi kenyataan,” ujarnya

Ato Lekinawa Costa, salah satu pendiri Asosiasi Jurnalis Timor-Leste mengatakan, pemberian penghargaan kepada orang-orang seperti Gamage adalah “suatu kewajiban negara.”

“Semoga teman-teman yang juga memiliki solidaritas yang sama mendapat kesempatan seperti dia,” katanya kepada UCA News.

“Kiprah Freddy Gamage dan teman-teman wartawan yang lain telah membawa konflik di Timor-Leste ke tingkat Internasional. Dan itu sangat membantu perjuangan diplomasi Timor-Leste,” katanya.

Ato berharap nilai-nilai solidaritas dari Gamagedan teman-teman lain “bisa terus dipraktikan oleh kawan-kawan wartawan di Timor-Leste, terutama mengenalkan ke anak-anakmuda bahwa solidaritas perjuangan rakyat tertindas tidak dibatasi oleh negara.”

Saat Gamage adalah editor berita regional Meepuraa dan ketua Asosiasi Jurnalis Web Profesional, yang secara aktif terlibat dalam mempromosikan hak asasi manusia di Sri Lanka.

Gamage juga merupakan pendiri Komite Aksi untuk Kebebasan Media, sebuah platform organisasi jurnalis dari wilayah utara, timur, dan selatan negara tersebut.

Gamage pernah diserang dan diancam secara fisik di masa lalu, terutama pada tahun 2016 12

Setelah ia menghadiri pertemuan bulanan Dewan Kota Negombo, dalam perjalanan menuju mobilnya ia diserang oleh dua orang yang datang dengan sepeda motor. Salah satu penyerang mmemukul kepala Freddy Gamage hingga menyebabkan cedera serius.

Dua minggu sebelumnya ia mendapat ancaman dari Dayan Lanza, Wakil Walikota Negombo, dan kerabatnya yang berjanji akan menghukum jurnalis hak asasi manusia tersebut jika dia terus menulis negatif tentang dirinya dan keluarganya.

Sumber: Timor-Leste honors Sri Lankan Catholic journalist

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi