UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja Katolik Sri Lanka kecam promosi seorang pejabat yang tercela

Desember 1, 2023

Gereja Katolik Sri Lanka kecam promosi seorang pejabat yang tercela

Kardinal Malcolm Ranjith tiba untuk menghadiri Misa yang dihadiri oleh para penyintas serangan bom Minggu Paskah untuk pembukaan kembali Gereja St. Antonius di Kolombo pada 12 Juni 2019. (Foto: AFP)

 

Para pejabat Gereja Katolik bersama para aktivis hak asasi manusia (HAM) mengkritik penunjukan seorang pejabat yang dituduh lalai dalam pemboman Minggu Paskah tahun 2019 sebagai Inspektur Jenderal Polisi yang baru di Sri Lanka.

Deshabandu Tennakoon dipromosikan ke jabatan tersebut oleh Presiden Ranil Wickremasinghe pada 29 November setelah C. D. Wickramaratne pensiun dari jabatan tersebut.

“Kami dengan tegas menolak penunjukan tersebut karena menganggap dia sebagai penghinaan terbesar terhadap para korban serangan Minggu Paskah,” kata Kardinal Malcolm Ranjith, uskup agung Kolombo.

Kecaman tersebut disampaikan kepada media oleh Pastor Cyril Gamini, juru bicara Keuskupan Agung Kolombo, pada konferensi pers pada 29 November.

Dalam kekerasan yang mengejutkan negara kepulauan itu, bom meledak di tiga gereja dan tiga hotel mewah yang menewaskan 273 orang dan lebih dari 500 orang terluka, termasuk warga asing.

“Jika orang seperti Tennakoon melakukan tugasnya dengan baik, 273 orang tak bersalah itu akan tetap hidup hingga saat ini,” kata Pastor Gamini kepada media.

Divisi Media Kepolisian menyatakan penunjukan itu dilakukan oleh Presiden Wickremasinghe yang menjalankan wewenang yang diberikan kepadanya. Keputusan itu dibuat setelah Wickramaratne pensiun pada 25 November, setelah empat kali perpanjangan jabatan tersebut.

Pastor Gamini, yang juga juru bicara Komite Serangan Paskah Gereja Sri Lanka, menjelaskan keputusan tersebut sebagai “tindakan biadab.”

“Komisi Penyelidikan Kepresidenan telah mendakwa Tennakoon karena gagal mencegah pemboman Minggu Paskah, namun hingga saat ini, belum ada penyelidikan yang dilakukan [terhadap dia],” kata pastor itu.

Kritikus, termasuk aktivis Gereja dan HAM, juga menyampaikan kekhawatiran tentang tuduhan lain terhadap pejabat kepolisian tersebut, seperti kegagalannya mencegah serangan massa di Aragalay (perjuangan rakyat) pada Juli 2022.

“Terbukti bahwa penunjukan presiden itu bertujuan melindungi kepentingan beberapa individu yang haus kekuasaan di lingkarannya, termasuk menteri yang bertanggung jawab atas keselamatan publik dan kepolisian,” kata Pastor Gamini.

Dia mengingatkan media atas tuduhan bahwa Tennakoon diduga menggunakan pengaruh yang tidak semestinya untuk mentransfer uang yang ditemukan di dalam Rumah Presiden kepada menteri keamanan publik dan polisi tanpa menyerahkannya ke pengadilan.

Seperti diberitakan media, uang tunai jutaan rupee ditinggalkan Presiden Gotabaya Rajapaksa saat meninggalkan kediaman resminya di ibu kota pada Juli 2022.

Para pengunjuk rasa menemukan uang kertas baru senilai 17,85 juta rupee (sekitar 50.000 dolar AS) tetapi menyerahkannya kepada polisi setelah mereka menyerbu istana presiden.

Uang tunai tersebut diambil alih oleh polisi dan akan diajukan ke pengadilan tetapi Tennakoon dilaporkan menginstruksikan petugas yang bertugas di Kantor Polisi Fort untuk menyerahkan uang tunai tersebut kepada menteri.

“Kami menilai presiden dengan menunjuk seseorang yang dituduh melakukan tindakan tersebut sebagai inspektur, menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di negara tersebut,” kata Pastor Gamini.

Kardinal Ranjith dan Konferensi Waligereja Sri Lanka telah mendesak presiden, melalui surat dan petisi, untuk tidak mencalonkan Tennakoon untuk posisi inspektur.

Mereka menyoroti bahwa penolakan yang meluas terhadap penunjukan tersebut terjadi di kalangan para aktivis HAM, profesional termasuk pengacara, dan warga.

“Masalahnya bukan terletak pada individu tetapi pada kualitas dan kepercayaan yang terkait dengan jabatan tersebut,” kata Pastor Rohan Silva, OMI, yang telah memperjuangkan keadilan bagi para korban serangan Minggu Paskah.

Dia mengatakan penunjukan Tennakoon “akan menjadi bencana bagi negara.”

Penunjukan tersebut sekarang perlu disetujui oleh Dewan Konstitusi, sebuah badan yang beranggotakan sepuluh orang termasuk Ketua Parlemen, Perdana Menteri, pemimpin oposisi dan perwakilan dari masyarakat sipil.

Setelah pengangkatannya, Tennakoon menghadiri upacara keagamaan di Kuil Gangaramaya di Kolombo dan berbicara kepada media sesudahnya.

“Berurusan dengan keamanan nasional adalah prioritas utama saya. Prioritas kedua adalah memberantas narkoba di negara ini,” kata Tennakoon.

Sumber: Sri Lanka church slams promotion of tainted officer

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi