UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Megawati bertemu Paus Fransiskus di Vatikan

Desember 19, 2023

Megawati bertemu Paus Fransiskus di Vatikan

Presiden kelima RI sekaligus Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersalaman dengan Paus Fransiskus saat keduanya bertemu di Vatikan, 18 Desember. (Foto: Dokumentasi PDI-P)

 

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri bertemu Paus Fransiskus di Istana Apostolik, Vatikan, pada 18 Desember.

Dalam keterangan yang diterima, pertemuan itu berlangsung selama lebih kurang 15 menit. Megawati dan Paus Fransiskus membahas sejumlah hal yang menjadi perhatian dunia.

Mulanya, Megawati bersama para dewan juri Zayed Award bertemu Paus Fransiskus guna berdialog terkait penjurian Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia atau Zayed Award for Human Fraternity 2024.

Pertemuan Megawati dan Paus Fransiskus baru digelar usai pertemuan bersama dewan juri Zayed Award. Keduanya bertemu di salah satu ruangan di Istana Apostolik atau Kepausan di Vatikan.

Salah satu yang dibahas saat keduanya berbincang adalah soal kerukunan antar umat beragama.

“Ketika saya bertemu dengan rombongan, memang beliau (Paus Fransiskus) meminta untuk supaya apa yang terjadi di Indonesia dalam kehidupan kerukunan beragama agar diteruskan,” kata Megawati dalam keterangan pers DPP PDI-P seperti dilansir Kompas.com.

Sementara itu, Ketua DPP PDI-P sekaligus Ketua DPR Puan Maharani yang turut ikut dalam pertemuan menyampaikan bahwa bangsa Indonesia sangat menaruh perhatian serius dalam menjaga perdamaian dunia.

Puan mengatakan, Megawati turut menyampaikan bagaimana perubahan iklim sangat memengaruhi dunia terkait apa yang terjadi dengan situasi hari ini.

“Dan kemudian, Paus Fransiskus memberikan masukannya bahwa kita sebagai sesama manusia harus sama-sama menjaga perdamaian, kemudian toleransi beragama tetap dijaga dan bagaimana dunia sekarang dan masa depan itu dijaga perdamaiannya,” kata Puan mengutip pesan Paus Fransiskus.

Ia menambahkan, Paus Fransiskus juga mendorong agar Indonesia terus mempertahankan dan saling menjaga nilai toleransi antar umat beragama. Apalagi, Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia.

“Indonesia yang terdiri dari berbagai agama walaupun merupakan negara Muslim terbesar, kami juga melakukan toleransi. Dan Paus Fransiskus menyampaikan bahwa hal itu harus tetap dipertahankan, dan kita harus sama-sama menjaga agar toleransi beragama dan perdamaian yang ada di dunia bisa tetap terjaga,” tutur Puan.

Dalam pertemuan itu, jelas Puan, tidak ada pembicaraan soal politik. “Kita enggak bicara politik, kita bicara tentang bagaimana kita berama-sama menjaga perdamaian,” tegas Puan.

Dapat dua buku dari paus

Megawati Soekarnoputri mendapat hadiah dua buah buku dari Paus Fransiskus.
Di mana, buku itu merupakan karya Paus Fransiskus ini berjudul ‘Laodato Si’ dan ‘Laudate Deum’.

Buku itu diterima Megawati usai menggelar pertemuan dengan Paus Fransiskus di Istana Apostolik atau Kepausan, di Vatikan, pada 18 Desember.

Setelah itu, Megawati mendapat hadiah dua buah buku dari Paus Fransiskus.

“Kami tadi diberikan buku. Dua buku oleh Paus Fransiskus yang mana di dalam buku itu Paus terkait global warming,” kata Puan Maharani, seperti dikutip Liputan6.com.

Puan menyebut, buku karya Paus Fransiskus itu sangat luar biasa. Pasalnya, dia mengulas bahwa buku itu tak secara langsung mengajarkan nilai-nilai Pancasila.

Namun, di dalamnya berisi implementasi langsung dari nilai-nilai yang ada di Pancasila.

“(Buku karya Paus) tidak langsung menyatakan Pancasila tetapi langsung implementasi dengan apa yang ada di Pancasila sepertinya tercantum dalam buku tersebut,” ucap Puan.

“Tadi Paus memberikan langsung terhadap dua buku yang ditulisnya,” sambung dia.

Puan mengungkapkan, Paus Fransiskus sangat berharap buku karyanya itu bisa disebarkan dan diajarkan kepada banyak orang.

Cucu Proklamator Bung Karno ini juga menyampaikan, bahwa buku itu turut ditandatangani langsung oleh Paus Fransiskus.

“Iya, buku itu juga ditandatangani langsung oleh Paus Fransiskus,” jelas dia.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani, Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey dan Ketua DPP PDIP bidang Hukum, Yasonna Laoly.***

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi