UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pesan Natal Bersama KWI-PGI: Umat Kristiani perlu bijaksana dalam menyikapi pilihan politik yang berbeda

Desember 20, 2023

Pesan Natal Bersama KWI-PGI: Umat Kristiani perlu bijaksana dalam menyikapi pilihan politik yang berbeda

Foto ini menunjukkan sebuah Kandang Natal. Pesan Natal Bersama KWI-PGI 2023 mengajak umat Kristiani untuk memaknai Natal dalam realitas hidup mereka terutama menjelang tahun politik dan lingkungan hidup.

 

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengajak umat Kristiani agar mereka perlu bijaksana dalam menyikapi pilihan politik yang berbeda-beda, jangan terpolarisasi serta waspada terhadap benih-benih kebencian, peduli terhadap lingkungan hidup, dan menyebarkan nilai-nilai yang baik di media sosial.

“Kita perlu bijaksana dan dewasa dalam menyikapi pilihan politik yang berbeda-beda serta waspada terhadap penyebaran benih-benih kebencian yang dilakukan hanya untuk meraih kemenangan,” tulis pesan Natal bersama KWI-PGI 2023.

Pesan Natal bersama KWI-PGI  2023 mengambil tema Kemulian bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi (Bdk. Lukas 2:14), yang ditandatangani oleh Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, dan Sekjen KWI Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, serta Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dan Sekjen PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty.

Menurut KWI-PGI, politik identitas dan politik uang bukan pilihan perjuangan politik umat Kristiani. “Kita menolak politik kekuasaan yang menghalalkan segala cara termasuk mengorbankan rakyat dan merendahkan martabat luhur kehidupan,” tegas para pemimpin Gereja Katolik dan Gereja Protestan tersebut.

Semangat Natal, lanjut KWI-PGI, “menggerakan umat Kristiani untuk terlibat secara aktif dalam menata kehidupan berbangsa yang lebih bermartabat demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Oleh karena itu kita mendukung perjuangan politik yang mengutamakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.”

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pemilu 2024 secara serentak yang terdiri atas Pilpres, Pileg, dan Pilkada.

Menggunakan media sosial dengan bijak 

Di era globalisasi ini, lanjut KWI-PGI, semua umat Kristiani diajak untuk memuliakan Allah dan mewujudkan damai sejahtera melalui media sosial dengan terus menerus menyebarkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan, setiakawan, dan tenggang rasa.

“Hal ini menjadi penting karena keharmonisan hidup bersama dapat hancur oleh berita bohong dan ujaran kebencian yang marak di berbagai media sosial. Kita perlu bijak dalam menerima dan menyebarkan berita,” tegas KWI-PGI.

KWI-PGI menjelaskan para gembala pergi dan menemukan kebenaran berita yang diterima dari malaikat ketika mereka menjumpai bayi Yesus di palungan, lalu mereka mewartakannya kepada orang lain.

“Natal mengingatkan kita bahwa komunikasi dan perjumpaan di zaman digital ini pun perlu dikelola secara baik agar dapat digunakan sebagai sarana untuk mewartakan Kabar Gembira,” tegas mereka.

“Di tengah kemajuan tehnologi informasi yang sangat cepat, ramai, dan sibuk, kita tetap membutuhkan waktu hening untuk berjumpa dengan Allah, sehingga komunikasi dan perjumpaan kita dengan sesama dapat mendatangkan sukacita.”

Peduli lingkungan hidup

Menurut KWI-PGI, tindakan umat Kristiani untuk memuliakan Allah dilaksanakan bukan hanya dengan membangun hubungan yang harmonis antarumat manusia tetapi juga perlu upaya-upaya untuk menjaga dan merawat alam semesta.

“Damai sejahtera tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk semua ciptaan dan kita dipanggil untuk turut menghadirkan sukacita bagi semua makhluk,” lanjut mereka.

Mereka mengatakan perayaan Natal mestinya mendorong umat Kristiani untuk semakin peduli, kritis, dan berani menolak berbagai bentuk perusakan lingkungan hidup, seperti pemanfaatan sumber daya alam tanpa ada upaya pemulihan, serta pencemaran air, tanah, dan udara yang sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup semua makhluk.

“Semoga dengan Perayaan Natal kita semua merasakan kasih Allah yang selalu menyertai hidup kita. Allah yang maha kasih itu selalu bersama dengan kita. Imanuel, Allah berserta kita,” tambah KWI-PGI.

Kelahiran Yesus yang menjadi wujud karya penebusan Allah telah membawa sukacita bagi umat beriman. Kehadiran-Nya telah “membarui hidup dan mendorong kita untuk terus berjalan bersama menegakkan Kerajaan Kasih” di tengah berbagai perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, dan golongan serta menolak berbagai bentuk perusakan lingkungan hidup.***

SELAMAT MERAYAKAN  NATAL 2023

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi