UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja salurkan bantuan untuk korban letusan gunung berapi di Flores

Januari 4, 2024

Gereja salurkan bantuan untuk korban letusan gunung berapi di Flores

Penduduk desa di Larantuka, Pulau Flores, NTT, yang mayoritas penduduknya beragama Katolik di Indonesia terlihat di pos pengungsian menyusul letusan Gunung Lewotobi Laki-laki. (Foto disediakan)

 

Keuskupan Larantuka di Pulau Flores yang mayoritas penduduknya beragama Katolik  menyalurkan bantuan untuk warga desa korban letusan gunung berapi yang kini bertahan di pengungsian semenjak letusan dahsyat pada malam tahun baru.

Menurut otoritas pemerintah, hingga 3 Januari tercatat 2.487 warga dari enam desa di Kabupaten Flores Timur mengungsi pasca letusan Gunung Lewotobi Laki-laki. Mereka tersebar di 11 lokasi pengungsian, termasuk fasilitas pemerintah.

Marianus Dewantoro Welan, Direktur Karitas Keuskupan Larantuka mengatakan, mereka langsung mendapat perintah dari Uskup Fransiskus Kopong Kung untuk “sesegera mungkin melakukan respons terhadap situasi” setelah pada 1 Januari dini hari terjadi letusan dahsyat yang membuat status gunung itu naik dari level waspada menjadi siaga.

Ia mengatakan, setelah mendata secara langsung keadaan dan kebutuhan pengungsi di sejumlah posko, mereka telah memberikan bantuan perdana pada 3 Januari.

“Kami beri bantuan berupa tikar sebanyak 150 buah, masker 1.100, air mineral 30 dos dan telur ayam 30 papan,” kata Welan, seraya menambahkan bantuan lainnya akan diberikan beberapa hari ke depan.

Ia menjelaskan, paparan abu vulkanik semakin meluas hingga ke area seputar gunung sejauh kurang lebih 6 kilometer.

“Kondisi ini menyebabkan jarak pandang maksimal hanya berjarak 400 meter,” katanya.

“Guyuran hujan abu vulkanik ini juga menyebabkan rumah warga, tanaman serta pepohonan dalam radius ini diselimuti abu putih dengan aroma belerang yang menyengat,” tambah Welan.

Ia menjelaskan, rumah-rumah warga tampak sepi dengan pintu dan jendela tertutup rapat karena sebagian besar sudah mengungsi ke wilayah yang relatif lebih aman.

Ia menjelaskan, kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini adalah makanan siap saji, air bersih, bak penampung air serta bahan pangan: beras, mie instan, lauk, sayur.

“Perlengkapan lainnya seperti peralatan masak, kayu bakar, masker, perlengkapan tidur, pembalut wanita, terpal dan makanan untuk bayi balita menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi,” kata dia.

Ursula Tewo Watu, 56, warga Desa Boru baru mengatakan baru saja menuntaskan makan malam menjelang pengujung tahun ketika tiba-tiba terdengar gemuruh dari arah gunung itu.

“Awalnya saya pikir suara petasan, tetapi bunyinya semakin kuat dan tak lama kami mendengar orang-orang berteriak, ‘Gunung meletus!’” kata Watu.

Ia mengatakan pada malam itu ia segera mengungsi ke halaman Kantor Kecamatan Wulanggitang, berjarak sekitar lima kilometer dari rekahan kawah gunung itu.

Sama seperti Ursula, Veronika Kese Boruk dan suaminya, warga Desa Dulipali ikut meninggalkan rumah mereka pada malam itu.

“Kami hanya bawa pakaian yang melekat pada badan,” katanya.

Ia mengatakan tinggal persis di kaki gunung itu dan karena itu ““bisa mati kalau tak mengungsi.”

Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat lima kali erupsi sejak aktivitas kegempaannya meningkat pada 12 Desember.

Hendra Gunawan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan kenaikan status peringatan terhadap aktivitas vulkanik gunung itu dari waspada ke siaga pada 1 Januari.

Hendra “mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi.”

PVMBG juga “melarang aktivitas hingga radius 4 kilometer arah barat laut-utara dan selatan-tenggara dari pusat erupsi.”

Dengan ketinggian 1.584 meter, Gunung Lewotobi Laki-laki, yang bersebelahan dengan Lewotobi Perempuan, adalah gugusan gunung api yang memanjang sedaratan Flores.

Sumber: Church rushes to aid victims of volcano eruption in Indonesia

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi