UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Katolik di Filipina berpartisipasi dalam parade Black Nazarene

Januari 11, 2024

Umat Katolik di Filipina berpartisipasi dalam parade Black Nazarene

Sejumlah umat Katolik naik ke gerbong berlapis kaca yang membawa patung Black Nazarene saat mereka mencoba menyentuhnya dalam prosesi tahunan di Manila pada 9 Januari. (Foto: AFP)

 

Ratusan ribu umat Katolik mengerumuni patung bersejarah Yesus Kristus dan diyakini memiliki keajaiban saat patung itu ditarik melewati jalan-jalan di Manila, ibu kota Filipina, pada Selasa, dalam salah satu parade  keagamaan terbesar di dunia.

Terjadi kekacauan ketika pawai yang berlangsung sebelum fajar menyusul Misa di lapangan terbuka untuk untuk mengadakan parade patung Black Nazarene di sebuah taman tepi laut di Manila.

Banyak orang Filipina percaya bahwa ikon tersebut memiliki keajaiban  dan menyentuh patung itu atau tali yang diikatkan pada kendaraannya, dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang sebelumnya tidak dapat disembuhkan dan membawa keberuntungan bagi mereka dan orang yang mereka cintai.

Saat hujan ringan mengguyur kerumunan besar orang tersebut, beberapa umat yang bertelanjang kaki berusaha meskipun menghadapi risiko cedera saat mencapai kendaraan hias dengan memanjat orang lain dan berpegangan pada pakaian penjaga yang melindungi ikon tersebut sehingga menyebabkan beberapa orang terjatuh dari kendaraan hias.

Umat Katolik yang dijuluki “Hijos” (pengawal Kristus) menaiki kereta berlapis kaca yang membawa patung Black Nazarene selama prosesi keagamaan tahunan di Manila pada 9 Januari 2024. (Foto:AFP)

Penjaga lain di kendaraan hias tersebut mendorong orang-orang  ke tanah untuk menjauhkan mereka dari ikon yang terbungkus dalam kotak kaca dan memungkinkan pawai melanjutkan perjalanannya sejauh beberapa kilometer.

Lebih dari 15.000 personel keamanan dan medis telah dikerahkan di sepanjang rute prosesi tersebut, yang diperkirakan pihak berwenang akan menarik lebih dari dua juta orang saat prosesi tersebut berjalan menuju tujuannya, Gereja Quiapo.

Ini adalah pertama kalinya parade tradisional yang menampilkan patung seukuran manusia itu diadakan sejak tahun 2020 setelah Covid-19 memaksa para pejabat untuk mengurangi jumlah acara secara drastis.

Seorang pria mencium kaca penutup Black Nazarene saat prosesi  tahunan di Manila pada 9 Januari 2024. (Foto: AFP)

“Saya percaya bahwa Black Nazarene  akan memberikan apa yang kita semua doakan – kita hanya perlu menunggu, tapi dia akan memberikan segalanya,” kata Renelinda de Leon, 64, kepada AFP di awal prosesi.

“Dia memberi saya kesehatan yang baik. Saya tidak mempunyai penyakit, saya selalu sehat.”

Patung kayu aslinya dibawa ke Filipina pada awal tahun 1600-an ketika negara tersebut masih menjadi koloni Spanyol.

Banyak orang Filipina percaya bahwa warnanya menjadi gelap setelah selamat dari kebakaran hebat di atas kapal dalam perjalanan dari Meksiko.

Pihak berwenang tidak melaporkan adanya ancaman khusus terhadap prosesi tersebut, namun mengambil tindakan pencegahan dengan memblokir sinyal ponsel untuk mencegah ledakan jarak jauh dari alat peledak, dan memberlakukan zona larangan terbang dan larangan berlayar di dekat rute tersebut.

Umat Katolik beristirahat di sepanjang jalan setelah berpartisipasi  dalam prosesi tahunan yang diadakan untuk menghormati apa yang disebut Black Nazarene di Manila pada 9 Januari 2024. (Foto: AFP)

Posko pertolongan pertama berjajar di jalan-jalan pada Selasa untuk merawat orang-orang yang menderita serangan panas, luka lecet atau masalah medis lainnya selama prosesi tersebut, yang pada tahun-tahun sebelumnya memakan waktu hingga 22 jam untuk selesai karena banyaknya orang.

Tahun ini, ikon tersebut ditempatkan dalam kotak kaca untuk pertama kalinya dan para peserta dilarang naik ke kendaraan hias — meskipun beberapa orang mengabaikan arahan tersebut karena putus asa untuk menyeka kaca dengan handuk dengan harapan mendapatkan keajaiban.

Tonton Ruz, salah satu penjaga yang melindungi patung tersebut saat perjalanannya lambat, mengatakan pada Kamis bahwa dia senang parade tersebut dilanjutkan, namun berharap parade tersebut akan “lebih damai” dibandingkan sebelumnya.

“Sebelumnya, Anda tidak bisa melihatnya (patung) dengan begitu banyak orang di atas kendaraan hias yang menghalangi pandangan,” kata Ruz, 36, kepada AFP saat ia bersiap untuk pawai.

Sumber: Filipino Catholics swarm Black Nazarene parade

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi