UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Paus Fransiskus akan mengunjungi Papua Nugini

Januari 30, 2024

Paus Fransiskus akan mengunjungi Papua Nugini

Paus Fransiskus memimpin vesper pada Hari Raya Pertobatan Santo Paulus, di Basilika Santo Paulus  di Roma pada 25 Januari. (Foto: AFP)

 

Paus Fransiskus akan mengunjungi Papua Nugini pada  Agustus, demikian menteri luar negeri negara itu mengumumkan pada Kamis.

Justin Tkatchenko mengatakan pemerintah telah menerima “catatan resmi bahwa Paus Fransiskus akan mengunjungi PNG pada Agustus” untuk kunjungan tiga hari.

“Kami bekerja sama dengan kantor Kedutaan Besar Vatikan,” tambahnya. “Sebuah tim telah dibentuk dan akan bertemu… untuk melihat semua aspek dari kunjungan tersebut.”

Pengumuman ini disampaikan hanya dua pekan setelah Port Moresby, ibu kota negara itu  dilanda kerusuhan  mematikan.

Paus Fransiskus, 87, diperkirakan akan mengunjungi ibu kota negara itu dan salah satu dari dua kota pesisir di utara negara itu.

Papua Nugini adalah rumah bagi lebih dari sembilan juta umat Kristiani — hampir seluruh populasinya — meskipun sebagian besar warga Papua Nugini beragama Protestan dan menganut banyak animisme atau kepercayaan  tradisional.

Alkitab versi King James bersampul kulit anak sapi berusia 400 tahun disimpan di tengah-tengah parlemen negara itu.

Kunjungan kepausan terakhir ke negara itu terjadi  tahun 1995 ketika Paus Johanes Paulus II bertemu dengan para penari suku yang dihiasi bulu burung eksotis, rok rumput, dan cawat.

Kunjungan kepausan telah direncanakan tahun 2020, tetapi rencana itu dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

Menurut sumber Vatikan, Paus juga bisa mengunjungi Timor-Leste dan Indonesia pada  Agustus – dua negara lain yang rencananya akan ia kunjungi tahun 2020 – namun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini.

Paus Fransiskus menerima Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta di Vatikan pada  Senin, membahas situasi ekonomi dan sosial negara tersebut serta dampak perubahan iklim terhadap wilayah tersebut, menurut Vatikan.

Berita mengenai kunjungan ke Papua Nugini ini menjadi dorongan besar bagi Perdana Menteri James Marape yang didesak untuk mengundurkan diri setelah terjadi kerusuhan yang menewaskan  25 orang.

Pada 11 Januari, massa yang marah menyerbu Port Moresby, membakar mobil yang diparkir, menggeledah toko kelontong dan membakar gedung-gedung.

Kekerasan menyebar ke wilayah lain di negara tersebut dan puluhan warga ditembak, dilukai dengan parang atau dibakar.

Kerusuhan terjadi akibat para anggota kepolisian negara tersebut melakukan mogok, mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah gaji mereka secara sepihak dipotong tanpa penjelasan.

Sejak terpilih menjadi paus tahun 2013, Paus Fransiskus telah melakukan 44 perjalanan ke luar negeri. Untuk tahun 2024, ia juga telah merencanakan perjalanan ke Belgia dan menyebutkan kemungkinan kunjungan ke negara asalnya, Argentina.

Sumber: Pope Francis to visit Papua New Guinea in August

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi