UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

China tangkap 200 orang Kristen karena ‘menentang’ badan negara

Pebruari 6, 2024

China tangkap 200 orang Kristen karena ‘menentang’ badan negara

Bendera Republik Rakyat China (RRC) berkibar di depan Gereja St. Joseph, juga dikenal sebagai Gereja Katolik Wangfujing, di Beijing pada 22 Oktober 2020. Para anggota kelompok agama termasuk umat Kristen terus menghadapi persekusi di China. (Foto: AFP/Getty Images)

 

Polisi di timur laut China menggerebek pertemuan doa warga desa Kristen dan menangkap 200 peserta karena mereka diduga bergabung dengan gereja yang menolak mematuhi doktrin teologis yang dipromosikan oleh sebuah badan yang didukung negara, kata sebuah laporan.

Sekitar 150 petugas polisi menyerbu pertemuan doa umat Kristen di Xiaotuan, sebuah desa di Mudanjiang, Provinsi Heilongjiang, pada 27 Januari dan menangkap mereka, lapor Bitter Winter, sebuah majalah online yang meliput kebebasan beragama dan hak asasi manusia (HAM) di China, pada 5 Februari.

Mereka yang ditangkap adalah para anggota gereja rumah yang merupakan bagian dari jaringan Sola Fide.

Sola Fide adalah doktrin teologis Kristen yang diajarkan oleh Martin Luther, seorang teolog dan reformis dari Jerman yang memulai Gerakan Reformasi pada abad ke-16.

Luther berargumentasi bahwa kebenaran dari Tuhan tidak terletak pada pengakuan atas apa pun yang telah kita lakukan, melainkan pembenaran  hanya oleh iman akan Tuhan, menurut Gospel Coalition yang berbasis di Kanada. Doktrin ini dianut oleh sebagian besar Gereja Protestan.

Namun, di China, Gereja Tiga-Diri yang dikendalikan negara, yang mengawasi urusan Gereja Protestan, menentang doktrin tersebut dan menggantinya dengan “pembenaran hanya oleh  cinta.”

Ratusan umat Kristen lokal dan dari tempat yang jauh telah bergabung dalam pertemuan di Xiaotuan setiap bulan, lapor Bitter Winter.

Sebelum pertemuan terakhir, penduduk setempat melihat “sebuah mobil mencurigakan” yang diparkir di dekatnya, yang datang pagi-pagi sekali dan berangkat larut malam.

Setelah penggerebekan tersebut, orang-orang Kristen yang ditangkap dimasukkan ke dalam tiga bus  dan beberapa dengan mobil sebelum dibawa pergi, kata laporan itu yang mengutip sumber-sumber lokal.

“Bahkan ketika mereka menangkap, kami belum pernah melihat begitu banyak personil polisi,” kata seorang penduduk desa.

Keberadaan orang-orang Kristen yang ditahan masih belum diketahui.

Sejak Xi Jinping menjadi presiden China tahun 2013, kelompok-kelompok agama, terutama yang tidak terdaftar di badan pemerintah, mengalami  persekusi meningkat, kata kelompok HAM.

Tindakan keras terhadap agama meningkat setelah tahun 2018 ketika Partai Komunis China (PKC) mengadopsi peraturan baru mengenai urusan agama, yang mewajibkan semua kelompok agama dan anggotanya untuk mendaftar ke pemerintah dan melarang semua kegiatan tanpa izin sebelumnya.

Meskipun konstitusi China menjamin kebebasan beragama atau berkeyakinan, negara yang secara resmi ateis ini termasuk dalam peringkat pelanggar kebebasan beragama terburuk di dunia menurut kelompok HAM.

Sumber: China arrests 200 christians for defying state body

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi