UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pemimpin Gereja di India kecam pengumpulan profil para misionaris secara rahasia

Pebruari 8, 2024

Pemimpin Gereja di India kecam pengumpulan profil  para misionaris secara rahasia

Para pemimpin dan anggota Partai Bharatiya Janata merayakan kemenangan mereka dalam pemilihan dewan legislatif Madhya Pradesh, pada 3 Desember 2023. Polisi di negara bagian India tengah itu menyebarkan kuesioner untuk mencari rincian misionaris Kristen dan aktivitas mereka di negara bagian tersebut. (Foto: AFP)

 

Para pemimpin Gereja telah menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap upaya pemerintah negara bagian  pro-Hindu yang secara rahasia mengumpulkan profil para misionaris Kristen di negara bagian India tengah itu.

“Beberapa lembaga kami memang mendapat kuesioner dari polisi setempat, tapi kami belum menjawabnya,” kata Uskup Jabalpur Mgr. Gerald Almeida di Negara Bagian Madhya Pradesh.

Polisi menyebarkan kuesioner di kalangan komunitas Kristen untuk meminta rincian para misionaris yang bekerja di negara bagian tersebut, lembaga-lembaga yang dikelola oleh mereka, dan sumber pendanaan mereka.

“Saya tidak tahu mengapa memilih orang Kristen dan mengumpulkan rinciannya. Saya melihat ada motif tersembunyi di baliknya,” kata Uskup Almeida kepada UCA News pada 7 Februari.

Polisi menginginkan rincian seperti nama dan alamat masing-masing misionaris atau lembaga, tujuan kerja, rekening bank, dan sumber pendanaan asing. Mereka juga mencari nama dan nomor telepon orang-orang yang bekerja dengan misionaris tersebut jika dia menjalankan sebuah organisasi non-pemerintah (LSM).

Kuesioner tersebut juga bertujuan  mengetahui apakah umat Kristiani melakukan aktivitas konversi agama, yang dilarang berdasarkan undang-undang anti-konversi yang ketat yang disahkan oleh pemerintah Partai Bharatiya Janata (BJP) pro-Hindu tahun 2021.

“Kami akan mencari pendapat hukum sebelum membagikan informasi apa pun karena polisi berusaha mengumpulkan informasi secara tidak resmi,” kata Uskup Almeida.

Sebagian besar informasi yang dicari sudah ada di domain publik atau disimpan di lembaga pemerintah, tambahnya.

“Tampaknya pemerintah ingin melecehkan umat Kristiani yang telah bekerja untuk masyarakat miskin,” kata prelatus itu.

Ini adalah upaya kedua yang dilakukan kepolisian negara bagian tersebut untuk melakukan profiling rahasia terhadap para misionaris Kristen dalam waktu kurang dari setahun.

Mereka mencari rincian serupa pada Juli 2023, namun hal itu ditinggalkan setelah kuesioner tersebut bocor ke media.

Kuesioner tersebut memiliki 15 pertanyaan utama, namun kali ini jumlahnya bertambah menjadi 30.

Para pejabat Gereja di tiga keuskupan – Jabalpur, Jhabua, dan Gwalior – mengatakan mereka “secara tidak resmi” telah menerima kuesioner tersebut.

“Kuesioner diserahkan secara tidak resmi kepada kami dan kami diminta untuk mengisi jawabannya,” kata Pastor Rockey Shah, juru bicara Keuskupan Jhabua.

Dia mengatakan lembaga-lembaga yang dikelola Gereja tidak keberatan memberikan informasi kepada pemerintah, “tetapi informasi tersebut harus diberikan melalui saluran yang tepat.”

“Kami tidak melakukan sesuatu yang ilegal, yang mungkin bertentangan dengan kepentingan negara,” jelas imam itu.

Namun, Pastor Shah mengatakan cara penyusunan kuesioner dan petugas polisi diarahkan untuk mengumpulkan rincian secara rahasia menimbulkan keraguan.

Baik pemerintah negara bagian maupun departemen kepolisian tidak mengakui pembuatan profil para misionaris Kristen.

Umat Kristen merupakan 0,29 persen dari 72 juta penduduk di Madhya Pradesh, tempat BJP kembali berkuasa dengan mandat besar dalam pemilihan majelis yang diadakan pada Desember tahun lalu.

Sumber: Indian church leaders cry foul at secret profiling of missionaries

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi