UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Umat Kristen Laos prihatin dengan pembakaran Alkitab dan penghancuran gereja oleh otoritas

Pebruari 8, 2024

Umat Kristen Laos prihatin dengan pembakaran Alkitab dan penghancuran gereja oleh otoritas

Seorang polisi Laos bersenjata terlihat di sebuah desa dekat Vientiane, ibu kota negara itu  dalam foto ini. Umat Kristen di Laos menghadapi berbagai bentuk pelecehan di daerah pedesaan di negara itu. (Foto: Hoang Dinh Nam/AFP)

 

Penduduk desa yang beragama Kristen di provinsi selatan Laos telah menyatakan rasa frustrasinya setelah pejabat setempat diduga membakar Alkitab dan menghancurkan sebuah gereja rumah saat kebaktian Hari Minggu, kata sebuah laporan.

Pihak berwenang memimpin gerombolan warga desa beragama Buddha menyerbu pertemuan doa pada Hari Minggu di sebuah gereja darurat di Desa Kaleum Vangke, Distrik Xonboury, Provinsi Savannakhet pada 5 Februari, lapor Radio Free Asia (RFA).

Rumah ini digunakan sebagai tempat berkumpul dan beribadah oleh beberapa keluarga Kristen Evangelis. Selama serangan tersebut,  Alkitab dan dokumen lainnya dibakar dan tempat ibadah dirusak, kata umat Kristen. Namun, tidak ada yang terluka dalam serangan itu.

“Pihak berwenang desa datang ke sini dan merobohkan rumah kami sekitar pukul 10.30 Minggu pagi,” kata seorang saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya kepada RFA.

“Pihak berwenang, termasuk kepala desa, penjaga keamanan desa, dan anggota senior desa tiba-tiba menyerang kami dan menghancurkan tempat ibadah kami,” tambah sumber tersebut.

Insiden ini adalah yang terbaru dari serangkaian serangan dan tindakan hukum serupa terhadap orang Kristen di negara komunis yang mengesahkan undang-undang nasional tahun 2019 yang mengizinkan warga negara untuk secara bebas menjalankan keyakinan mereka.

UU ini hanya mendapat sedikit publisitas dan praktis tidak diterapkan di wilayah pedalaman di mana umat Kristiani terus menghadapi diskriminasi dari beberapa pejabat provinsi dan penduduk desa  setempat yang memandang agama Kristen sebagai agama asing.

Laos adalah negara mayoritas beragama Buddha yang mengakui agama – Kristen, Islam, dan  Baha’i.

Saksi mata kedua yang tidak disebutkan namanya menuduh bahwa gereja darurat di sebuah rumah dirobohkan untuk menciptakan rasa takut dan menghentikan umat Kristen untuk terus menjalankan iman mereka.

“Mereka tidak ingin saudara-saudari Kristen kami menyembah Tuhan,” kata sumber kedua.

“Kami telah melaporkan serangan tersebut kepada pemerintah distrik yang mengatakan bahwa mereka berusaha menyelesaikan konflik tersebut,” tambah sumber tersebut.

Pejabat polisi Distrik Xonboury mengatakan kepada RFA bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut.

Awal bulan lalu, warga desa terkemuka diduga memanggil enam keluarga Kristen dan meminta mereka berhenti menjalankan ibadah mereka dan secara khusus memerintahkan mereka untuk berhenti mengadakan kebaktian Hari Minggu, lapor RFA.

Para anggota desa dilaporkan telah memperingatkan keluarga-keluarga tersebut bahwa mereka akan merobohkan bangunan mereka jika mereka gagal memenuhi tuntutan mereka, tambah sumber ketiga yang tidak disebutkan namanya.

Konflik bernuansa agama bukanlah hal baru di Desa Kaleum Vangke.

Pada Maret 2020, Pendeta Sithong Thipphavong ditangkap dari desa tersebut dan ditekan untuk menarik kembali iman Kristennya.

Ketika Thipphavong menolak tuntutan tersebut, dia didakwa dan dihukum karena menyebabkan kekacauan sosial dan memecah persatuan desa.

Dia didenda 4 juta Kip Laos (193 dolar AS) dan dipenjara selama satu tahun. Dia dibebaskan pada April 2021.

Seorang Kristen Evangelis mengklaim bahwa penargetan kebaktian Hari Minggu umat Kristiani adalah hal yang lazim di daerah pedesaan di Laos.

“Di tingkat kabupaten dan provinsi, partai dan pemerintah kami mengizinkan kami untuk menganut   pada agama apa pun. Namun di tingkat desa justru sebaliknya,” kata orang Kristen yang enggan disebutkan namanya.

Mereka yang percaya pada roh mengatakan bahwa iman Kristen bertentangan dengan tradisi dan budaya mereka, lapor RFA mengutip sebuah sumber.

“Mereka tidak ingin umat Kristiani menguburkan jenazah [umat beriman] di pemakaman mereka,” kata sumber tersebut.

Sumber: Bible burning church destruction dismay lao christians

 

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

Podcasts
Donation
© UCAN Indonesia 2024. | Kontak | Tentang | Syarat dan Ketentuan | Privasi